Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    25 ucapan maaf menyentuh hati sebelum berangkat haji

    8 Mei 2026

    Cara mengatasi hidung tersumbat saat hamil, coba uap hangat

    8 Mei 2026

    Mengapa Kulit Bebek Lebih Berbahaya Daripada Kulit Ayam?

    8 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 8 Mei 2026
    Trending
    • 25 ucapan maaf menyentuh hati sebelum berangkat haji
    • Cara mengatasi hidung tersumbat saat hamil, coba uap hangat
    • Mengapa Kulit Bebek Lebih Berbahaya Daripada Kulit Ayam?
    • Rumah Kepala Sekolah di PALI Terbakar, AKP Beri Tips Cegah Kebakaran
    • 15 Tempat Terbaik untuk Menyaksikan Gerhana Matahari Total
    • Gempa M2,8 Guncang 9 Kecamatan Garut Pagi Ini
    • Surat Akhir Perang Iran
    • PLN UIP3B Sulawesi Perkenalkan Sistem Proteksi Listrik ke Mahasiswa Untad
    • Honda NS150ES 150cc 2026: Motor Sporty dengan Teknologi Terkini untuk Generasi Muda
    • Diterpa Isu Rasisme, Persib Diuji Jelang Akhir Musim: Juara atau Terganggu Drama?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»IDAI KECAM BILLBOARD FILM “AKU HARUS MATI”, BERISIKO BAHAYA BAGI KESEHATAN MENTAL ANAK

    IDAI KECAM BILLBOARD FILM “AKU HARUS MATI”, BERISIKO BAHAYA BAGI KESEHATAN MENTAL ANAK

    adm_imradm_imr11 April 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia semakin menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk para ahli kesehatan. Salah satu tokoh yang menyampaikan kekhawatiran tersebut adalah Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso. Ia mengecam keberadaan billboard film Aku Harus Mati yang dipasang di ruang publik. Menurutnya, materi promosi tersebut mengandung kalimat yang sensitif dan berpotensi memengaruhi kesehatan mental anak serta remaja.

    Dokter Piprim menjelaskan bahwa tren kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Ia merujuk pada data dari Kementerian Kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Tanah Air. Angka ini sangat besar jika dilihat dari jumlah populasi anak usia 0–18 tahun yang mencapai sekitar 90 juta jiwa, serta remaja yang diperkirakan mencapai 30–40 juta. Dengan demikian, 10 persen dari angka tersebut setara dengan sekitar 3–4 juta remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental.

    Menurutnya, konten yang tidak memperhatikan sensitivitas publik sebaiknya tidak dibiarkan beredar bebas di ruang publik. Risiko dampaknya bisa sangat fatal, terutama bagi kelompok yang rentan. Misalnya, bagi anak-anak atau remaja dengan depresi berat, pesan dalam billboard seperti itu bisa menjadi bentuk afirmasi atau pembenaran untuk tindakan ekstrem, termasuk bunuh diri. Ini bisa memperparah kondisi mereka dan memicu keinginan yang sudah ada sebelumnya.

    “Anak-anak dengan kondisi mental yang rentan akan lebih mudah terpengaruh oleh pesan-pesan negatif yang muncul secara visual,” ujarnya seusai menghadiri acara IDAI tentang Dampak Cemaran Mikroplastik pada Anak dan Pemeriksaan Jantung Gratis untuk Anak Disabilitas dan Autis di Balai Budaya, Menteng, Jakarta, Senin (6/4/2026).

    Selain itu, keberadaan billboard tersebut juga dinilai berdampak pada anak-anak yang baru belajar membaca. Mereka cenderung memahami pesan secara literal tanpa memahami konteks yang cukup. Hal ini bisa menyebabkan kebingungan dan kesulitan bagi orang tua dalam memberikan penjelasan. Misalnya, anak bisa bertanya, “Kenapa tulisannya ‘aku harus mati’?” padahal sebelumnya mereka diajarkan untuk semangat, berprestasi, dan melakukan hal-hal positif.

    Dokter Piprim menekankan bahwa isu kesehatan mental bukanlah hal sepele. Seluruh pihak perlu lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan, terutama melalui media visual seperti billboard. Ia juga mengimbau produsen film untuk lebih bijak dalam menyusun materi promosi maupun konten. Pelibatan para ahli, seperti pakar pendidikan, kesehatan anak, dan kesehatan jiwa, dinilai penting agar pesan yang disampaikan tetap aman bagi publik.

    Dengan demikian, konten tidak hanya menarik dan menguntungkan, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat. Tidak hanya itu, ia berharap agar seluruh pihak dapat bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi perkembangan anak dan remaja di Indonesia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Cara mengatasi hidung tersumbat saat hamil, coba uap hangat

    By adm_imr8 Mei 20261 Views

    Menteri Purbaya Kurus, Sering Sakit Pinggang dan Disuntik 8 Kali

    By adm_imr7 Mei 20261 Views

    8 rekomendasi obat maag cair efektif dan harga terjangkau

    By adm_imr7 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    25 ucapan maaf menyentuh hati sebelum berangkat haji

    8 Mei 2026

    Cara mengatasi hidung tersumbat saat hamil, coba uap hangat

    8 Mei 2026

    Mengapa Kulit Bebek Lebih Berbahaya Daripada Kulit Ayam?

    8 Mei 2026

    Rumah Kepala Sekolah di PALI Terbakar, AKP Beri Tips Cegah Kebakaran

    8 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?