Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Terjadi di Jepara
Pada hari Sabtu, 18 April 2026 pukul 20.31 WIB, terjadi gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,6 di sekitar barat laut Jepara. Lokasi gempa berada pada koordinat 5.91 LS dan 110.10 BT, atau sekitar 98 kilometer dari Jepara, Jawa Tengah. Kedalaman gempa mencapai 591 kilometer, yang termasuk dalam kategori gempa dalam.
BMKG menyatakan bahwa data ini masih bersifat sementara dan bisa mengalami perubahan. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai dampak maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Meskipun begitu, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada, terutama bagi penduduk di wilayah sekitar seperti Madiun atau Bekasi, meski hingga saat ini belum ada konfirmasi bahwa getaran terasa di daerah tersebut.
Informasi Gempa Terkini dari BMKG
BMKG menyediakan berbagai sumber informasi resmi untuk memantau gempa bumi secara real-time. Berikut beberapa situs dan aplikasi yang dapat digunakan:
Gempa Bumi Real-time BMKG
Situs ini menampilkan daftar gempa terbaru termasuk waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, dan lokasi.
LinkHalaman Gempa Bumi Terkini BMKG
Menyajikan informasi gempa bumi terbaru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
LinkInaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System)
Situs utama untuk informasi gempa signifikan dan potensi tsunami, termasuk katalog kejadian penting.
LinkAplikasi Info BMKG
Aplikasi mobile untuk Android dan iOS yang menyediakan informasi gempa bumi real-time, prakiraan cuaca, kualitas udara, serta potensi tsunami.
Unduh di Play Store / App Store (Info BMKG App)
Selain itu, BMKG juga aktif membagikan update gempa melalui akun media sosialnya (@infoBMKG) di platform seperti X, Facebook, dan Instagram.
Cara Cek Info Gempa di Situs Resmi BMKG
Berikut langkah mudah untuk mengecek gempa terkini:
- Buka situs utama BMKG: https://www.bmkg.go.id/
- Pilih menu “Gempabumi & Tsunami”.
- Klik “Gempabumi Terkini” atau “Real-time” untuk melihat daftar gempa terbaru.
- Informasi gempa muncul lengkap dengan data magnitudo, lokasi, dan waktu kejadian.
Dengan aplikasi Info BMKG, pengguna juga dapat menyalakan notifikasi gempa di ponsel, sehingga mendapat peringatan dini ketika kejadian terjadi.
Mengapa Informasi Gempa BMKG Penting?
BMKG mengoperasikan jaringan seismograf luas dan sistem peringatan dini gempa serta tsunami untuk memberi informasi cepat dan akurat kepada publik. Dalam sistem InaTEWS, informasi gempa dan potensi tsunami dapat terbit hanya dalam beberapa menit setelah gempa terjadi, dengan parameter seperti:
- Waktu kejadian
- Magnitudo
- Kedalaman
- Peta guncangan (shakemap)
Informasi ini sangat penting untuk langkah keselamatan dan mitigasi bencana.
Langkah Keselamatan Saat Gempa
Berikut langkah-langkah keselamatan yang disarankan jika terjadi gempa:
Sebelum Gempa
- Siapkan alat darurat seperti senter, radio, dan P3K.
- Identifikasi titik aman di rumah (bawah meja yang kuat, sudut ruangan).
- Lakukan latihan evakuasi secara berkala.
Saat Gempa
- Drop, Cover, and Hold On – turun ke lantai, berlindung di bawah meja kokoh, dan pegang posisi sampai getaran berhenti.
- Jauhi jendela kaca, rak tinggi, dan peralatan yang bisa jatuh.
Setelah Gempa
- Periksa keselamatan diri dan orang sekitar.
- Waspadai gempa susulan.
- Jika di daerah pesisir dan merasa gempa kuat berkepanjangan, siaga potensi tsunami — segera menjauhi pantai.
Mengetahui lokasi titik aman dan rencana evakuasi keluarga dapat menyelamatkan nyawa saat kejadian.
Arti Skala I–X pada Informasi Gempa BMKG
Dalam setiap rilis gempa bumi, BMKG tidak hanya menyebut magnitudo, tetapi juga menampilkan skala intensitas guncangan I–X. Skala ini dikenal sebagai Skala Intensitas MMI (Modified Mercalli Intensity), yang menggambarkan seberapa kuat gempa dirasakan di permukaan, bukan besar energi gempanya.
Skala I–II (Tidak Dirasakan – Sangat Lemah)
- I: Tidak dirasakan manusia, hanya terekam alat seismograf.
- II: Dirasakan sangat lemah oleh beberapa orang dalam kondisi diam.
Skala III–IV (Lemah)
- III: Dirasakan nyata di dalam rumah, benda gantung sedikit bergoyang.
- IV: Dirasakan banyak orang, pintu dan jendela berderik.
Skala V–VI (Sedang)
- V: Hampir semua orang merasakan, barang ringan jatuh, jam dinding berhenti.
- VI: Kerusakan ringan mulai terjadi, retak rambut pada dinding.
Skala VII–VIII (Kuat – Merusak)
- VII: Kerusakan sedang, bangunan kualitas rendah rusak.
- VIII: Kerusakan berat, dinding runtuh, perabot besar bergeser.
Skala IX–X (Sangat Kuat – Hancur)
- IX: Kerusakan sangat berat, bangunan roboh sebagian besar.
- X: Kehancuran hampir total, tanah retak, infrastruktur lumpuh.
Penting Dipahami
- Magnitudo ≠ Intensitas
Magnitudo: energi gempa (satu nilai).
Intensitas (I–X): dampak gempa di suatu lokasi (bisa berbeda tiap daerah).
Gempa magnitudo kecil bisa terasa kuat jika:
– Dangkal
– Dekat pemukiman
– Struktur tanah lunak







