Inul Daratista, penyanyi dangdut yang terkenal dengan goyangan Ngebor-nya, kembali menarik perhatian publik dengan bentuk tubuhnya yang ideal dan bugar. Penyanyi yang memiliki segudang prestasi ini tidak hanya dikenal sebagai artis ternama, tetapi juga sebagai contoh nyata dari kehidupan sehat dan disiplin dalam menjaga kondisi fisik. Salah satu rahasia utamanya adalah konsistensi dalam berolahraga, bahkan selama bulan Ramadan.

Meski sedang menjalani ibadah puasa, Inul tidak pernah menghentikan rutinitas olahraganya. Dalam unggahan Instagram Story-nya, ia membagikan hasil kerja kerasnya dalam membentuk tubuh yang kencang dan atletis. Ia menulis, “Wooowww kenceng semua wajah kenceng, body kenceng zemok keras asoooyyy.” Ucapan tersebut menunjukkan rasa percaya dirinya terhadap penampilannya saat berpuasa.
Selain itu, Inul juga telah merancang strategi agar bisa tetap berolahraga tanpa mengganggu ibadah puasanya. Ia menyebutkan bahwa latihan akan dilakukan pada sore hari, setelah berbuka. “Semangat, besok olahraganya sore mau berbuka. puasa tetap olahraga, tapi sore ya kan,” tulisnya. Hal ini menunjukkan bahwa Inul memilih waktu yang tepat untuk tetap aktif meskipun sedang berpuasa.
Pertanyaannya, apakah olahraga di sore hari saat puasa aman atau justru berbahaya? Ternyata, anggapan bahwa puasa harus diiringi dengan berhenti berolahraga hanyalah mitos belaka. Menjaga kebugaran selama Ramadan justru penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan mencegah kelelahan yang berlebihan.
Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, memberikan panduan tentang waktu terbaik untuk berolahraga selama puasa. Berikut tiga pilihan waktu yang direkomendasikan:
Pagi Hari Setelah Sahur
Olahraga setelah sahur memang menarik karena energi masih tersedia. Namun, dokter Andhika menekankan agar memilih jenis latihan ringan agar tidak menguras terlalu banyak keringat. Contohnya, berlatih di ruangan ber-AC atau melakukan latihan ringan seperti peregangan. Ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi, karena waktu berbuka masih jauh.Sore Hari Jelang Berbuka
Pilihan Inul Daratista untuk berolahraga di sore hari ternyata sangat baik, asalkan intensitasnya rendah. Dokter Andhika menyarankan agar tidak melakukan latihan eksplosif atau gerakan berat, karena kadar gula dalam darah sudah habis sepanjang hari. Latihan seperti jalan santai atau slow jogging lebih disarankan.Malam Hari Setelah Berbuka
Opsi terakhir yang aman adalah setelah berbuka puasa. Namun, jangan sampai perut terlalu penuh. Dokter Andhika menyarankan untuk hanya mengonsumsi minuman ringan seperti jus untuk mengisi energi sedikit, lalu langsung melakukan latihan. Ini membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat tanpa mengganggu ibadah.
Dengan memahami strategi yang tepat, kita bisa tetap menjaga kebugaran selama Ramadan tanpa mengorbankan kesehatan. Inul Daratista menjadi contoh nyata bahwa puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Pilih waktu yang sesuai dengan kondisi tubuh dan jangan memaksakan diri agar ibadah tetap lancar hingga hari kemenangan tiba.







