Kekhawatiran Keamanan Membuat Iran Memboikot Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
Ketegangan geopolitik kembali mengguncang persiapan Piala Dunia 2026 setelah Iran menyatakan akan memboikot Amerika Serikat, meskipun tetap berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menegaskan bahwa negaranya akan terus mempersiapkan diri untuk tampil di Piala Dunia yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
“Kami akan mempersiapkan diri untuk Piala Dunia. Kami akan memboikot Amerika Serikat, tetapi tidak akan memboikot Piala Dunia,” ujar Taj dalam pernyataannya. Pernyataan ini muncul setelah Iran sempat meragukan partisipasinya setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke negara tersebut pada akhir Februari lalu.
Iran dijadwalkan memainkan seluruh pertandingan fase grup di Amerika Serikat. Namun, Taj menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya memindahkan lokasi pertandingan. Dalam pernyataan yang diunggah Kedutaan Besar Iran di Meksiko di platform X, Taj menyebut bahwa Iran sedang bernegosiasi dengan FIFA agar laga-laga mereka dipindahkan ke Meksiko.
“Ketika Presiden Donald Trump secara eksplisit menyatakan tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, kami tentu tidak akan pergi ke Amerika,” demikian pernyataan tersebut. “Saat ini kami sedang bernegosiasi dengan FIFA untuk menggelar pertandingan Iran di Piala Dunia di Meksiko.”
FIFA menyatakan terus berkomunikasi dengan seluruh asosiasi peserta, termasuk Iran, dalam persiapan Piala Dunia 2026. “FIFA menantikan semua tim peserta untuk bertanding sesuai jadwal yang telah diumumkan pada 6 Desember 2025,” demikian pernyataan FIFA.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga menegaskan pihaknya berharap seluruh tim dapat berpartisipasi dengan menjunjung sportivitas. “Kami memiliki jadwal. Kami akan segera memastikan 48 tim peserta dan ingin Piala Dunia berjalan sesuai rencana,” kata Infantino.
Meski demikian, pemindahan lokasi pertandingan Iran tidak mudah. Jika Iran dan Amerika Serikat sama-sama lolos ke fase gugur dan finis di posisi tertentu, keduanya bisa bertemu di AT&T Stadium, Arlington, Texas, pada 3 Juli 2026. Perubahan jadwal atau lokasi pertandingan dalam waktu kurang dari tiga bulan sebelum turnamen dimulai akan menjadi langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak tepat bagi Iran untuk bermain di Piala Dunia dengan alasan keselamatan. Di sisi lain, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan negaranya terbuka jika diminta menjadi tuan rumah tambahan. “Meksiko memiliki hubungan diplomatik dengan semua negara, jadi kami akan menunggu keputusan FIFA,” kata Sheinbaum.
Sementara itu, Iran pun tetap melanjutkan agenda persiapan dengan merencanakan laga uji coba melawan Nigeria dan Kosta Rika di Turki pada akhir bulan ini.
Langkah-Langkah Persiapan Iran
- Negosiasi dengan FIFA: Iran sedang berupaya memindahkan lokasi pertandingan mereka ke Meksiko.
- Pemindahan Lokasi Pertandingan: Jika Iran dan Amerika Serikat lolos ke fase gugur, pertemuan bisa terjadi di Texas.
- Laga Uji Coba: Timnas Iran akan menghadapi Nigeria dan Kosta Rika di Turki sebagai bagian dari persiapan.
Tantangan yang Dihadapi
- Keamanan Tim Nasional: Masalah keamanan menjadi alasan utama Iran untuk memboikot Amerika Serikat.
- Perubahan Jadwal: Pemindahan lokasi pertandingan dalam waktu dekat akan menjadi hal yang unprecedented.
- Kepastian FIFA: FIFA masih menunggu keputusan resmi dari seluruh asosiasi peserta.
Dengan situasi yang terus berkembang, semua pihak terkait harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa memengaruhi jalannya Piala Dunia 2026.






