Kondisi Berat, Iran Tahan Belgia 0-0 di Piala Dunia 2026
Timnas Iran berhasil menahan Belgia dengan skor 0-0 dalam pertandingan matchday kedua Grup G Piala Dunia 2026. Hasil ini diraih meski Iran harus menghadapi berbagai tantangan selama fase grup, termasuk jadwal perjalanan yang melelahkan dan minimnya waktu pemulihan.
Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles, pada Minggu (22/6/2026) dini hari WIB. Tim asuhan pelatih Amir Ghalenoei tampil kompetitif meskipun dalam kondisi yang tidak ideal. Bagi Iran, hasil ini menjadi langkah penting untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Jadwal yang Melelahkan
Iran menghadapi jadwal yang sangat padat sepanjang fase grup. Tim asuhan Ghalenoei bermarkas di Tijuana, Meksiko, namun harus bolak-balik ke Amerika Serikat untuk memainkan pertandingan. Menurut laporan ESPN, Iran mendarat di AS pada Sabtu malam waktu setempat, bermain melawan Belgia pada Minggu, lalu dijadwalkan kembali ke Meksiko pada malam harinya juga.
Kondisi tersebut membuat proses pemulihan pemain menjadi sangat sulit. Dalam wawancara, pelatih Ghalenoei menyebut bahwa timnya menghadapi berbagai hambatan mulai dari waktu perjalanan yang mepet, persoalan visa saat masuk ke Amerika Serikat dan Meksiko, minimnya waktu persiapan, hingga harus berhadapan dengan Belgia yang merupakan salah satu tim kuat dunia.
Drama di Piala Dunia 2026
Selain tantangan teknis, Piala Dunia 2026 juga diwarnai banyak drama. Arnan Binafsihi (Wakil Ketua Umum Oranje Indonesia) dan Adrian (Speiltag Indonesia) turut menyoroti beberapa isu yang muncul selama turnamen.
Menurut Adrian, banyak drama terjadi di Piala Dunia 2026. Selain aturan visa yang berubah dan tiket yang mahal, situasi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama.
“Cuma memang kondisi AS yang banyak perubahan aturan, terutama imigrasi (visa) yang beberapa negara diblacklist,” kata Adrian dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
“Ditambah tiket pertandingan sangat mahal melebihi edisi sebelumnya di Qatar. Ya, ini cukup kontroversial, ditambah hubungannya dengan Iran dengan AS yang belum membaik,” jelas Adrian.

Performa yang Mengagumkan
Meski datang ke Piala Dunia 2026 dalam situasi yang sulit, pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya telah memainkan pertandingan yang indah.
“Kami datang ke Piala Dunia dalam kondisi terburuk. Namun kami tetap mendapatkan hasil melawan tim hebat dan manajer hebat,” ujar Ghalenoei, dikutip dari ESPN.
“Kami memainkan pertandingan yang indah,” lanjutnya.
Ghalenoei mengaku bangga karena dalam situasi seperti itu, Iran tetap mampu tampil kompetitif dan belum terkalahkan di dua laga awal.
Sebelum menahan Belgia, Iran lebih dulu bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka. “Kami telah menjalani dua pertandingan hebat tanpa kekalahan. Malam ini kami merayakannya. Besok kami fokus pada Mesir, yang merupakan tim yang sangat kuat,” ujar Ghalenoei.
Peluang Lolos ke Fase Gugur Masih Terbuka
Hasil imbang melawan Belgia membuat Iran kini mengoleksi dua poin dari dua pertandingan di Grup G. Meski belum berada di posisi aman, peluang mereka untuk lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah masih terbuka lebar.
Iran akan menjalani laga penentuan melawan Mesir pada Sabtu 27 Juni di Lumen Field, Seattle, pukul 10.00 pagi WIB. Pertandingan itu dipastikan menjadi ujian besar lain bagi pasukan Amir Ghalenoei, bukan hanya karena kekuatan Mesir, tetapi juga karena tantangan perjalanan dan pemulihan yang kembali harus mereka hadapi.
Kini, Iran bukan hanya berjuang melawan lawan-lawan mereka di atas lapangan, tetapi juga melawan jadwal, perjalanan, dan kondisi yang tidak sepenuhnya berpihak. Namun dari semua keterbatasan itu, Team Melli justru menunjukkan bahwa mereka tetap mampu memainkan permainan sepak bola indah di saat kondisi terburuk.







