Berita Terkini: Pemeriksaan Wisatawan Positif Narkoba, Pengawasan BBM Subsidi, dan Kasus Pembunuhan di Mojokerto
Beberapa peristiwa penting terjadi dalam beberapa hari terakhir yang menarik perhatian masyarakat. Berikut ini adalah rangkuman berita terkini yang mencakup kasus pemeriksaan wisatawan positif narkoba, pengawasan BBM subsidi, serta insiden pembunuhan di Kabupaten Mojokerto.
31 Wisatawan Surabaya Dinyatakan Positif Narkoba
Polres Malang melakukan pemeriksaan terhadap 69 wisatawan asal Surabaya yang sedang berlibur di Pantai Wedi Awu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, setelah terjadi insiden pengeroyokan dan perusakan pada Selasa (5/5/2026). Hasil pemeriksaan tes urin menunjukkan bahwa sebanyak 31 orang dari jumlah tersebut positif mengonsumsi narkoba.
Dari 31 orang tersebut, 21 orang dinyatakan positif ganja, enam orang positif sabu-sabu, dan empat orang positif keduanya. Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Polisi juga melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi seluruh rombongan wisatawan.
Penyalahgunaan BBM Subsidi untuk Nelayan
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar Nonsubsidi menimbulkan kekhawatiran akan adanya penyalahgunaan BBM subsidi untuk kebutuhan nelayan. Kesyahbandaran Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi memperketat pengawasan dan mitigasi terkait hal ini.
Katimja Kesyahbandaran PPN Prigi, Tri Aspriadi Noviyanto, menjelaskan bahwa disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi berpotensi memicu praktik penyalahgunaan. Ada kekhawatiran bahwa BBM subsidi yang seharusnya digunakan oleh nelayan kecil justru digunakan untuk kapal industri.
Untuk mengantisipasi hal ini, PPN Prigi telah menggelar rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan dan penyalur resmi BBM di wilayah pelabuhan. Koordinasi ini melibatkan pihak penyalur dari AKR dan Perum Perindo yang memfasilitasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Kolam Barat.
Menantu Tega Bunuh Mertua dan Aniaya Istri
Seorang perempuan paruh baya, Siti Arofah (54), ditemukan tewas di ruangan tamu rumah kontrakan anaknya di Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto. Korban ditemukan bersimbah darah pada Rabu (7/5/2026) pagi.
Terduga pelaku, S (40), merupakan menantu korban. Selain membunuh mertuanya, pelaku juga menganiaya istrinya, Sri Wahyuni (35), hingga mengalami luka parah dan kini menjalani perawatan intensif di IGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.
Saksi mata, Ketua RT M Suroto, mengungkapkan bahwa ia melihat langsung pelaku keluar dari rumah usai melakukan aksinya. Pelaku sempat membersihkan rumput di depan rumah sambil mengusap tangan yang terkena darah.






