Berita Terpopuler Jatim Terpopuler
Berikut berita terpopuler yang dirangkum dalam Jatim Terpopuler pada Sabtu (16/5/2026):
Anggota DPRD Jember Diberi Sanksi Teguran Keras oleh DPP Gerindra
Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi, mendapat sanksi teguran keras dari DPP Partai Gerindra. Hal ini terjadi setelah ia tertangkap kamera sedang bermain game dan merokok saat rapat dengar pendapat.
Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember belum menerima surat disposisi dari ketua DPRD Kabupaten Jember perihal pengaduan dugaan pelanggaran etik oleh anggota DPRD tersebut. Ketua BK, Muhammad Hafidi Kholis, mengatakan bahwa prosedur pemeriksaan dugaan pelanggaran etik harus berdasarkan surat disposisi dari ketua dewan.
Ketua dewan mengeluarkan disposisi itu berdasarkan pengaduan atau laporan tertulis yang masuk. Tanpa adanya surat disposisi, BK tidak bisa memprosesnya.
Sementara itu, Achmad Syahri menjalani sidang etik di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta. Turut hadir dalam persidangan itu adalah Ketua DPC Gerindra Jember, Ahmad Halim, yang juga Ketua DPRD Jember.
Majelis Kehormatan Partai Gerindra mengancam akan memberhentikan Achmad Syahri Assidiqi dari jabatan anggota DPRD Kabupaten Jember jika kembali melakukan pelanggaran etika dan disiplin partai. Dalam amar putusannya, Majelis Kehormatan Partai Gerindra menjatuhkan sanksi teguran keras dan terakhir terhadap Syahri.
Kisah Unik Ali Imron: Setengah Abad Makan Kelapa
Di rumah sederhana di Desa Mojongapit, aroma kelapa parut hampir selalu hadir di meja makan keluarga Ali Imron. Bagi pria 54 tahun itu, kelapa adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Tanpa kelapa, Ali Imron mengaku tidak mampu menelan makanan, bahkan sepiring nasi hangat sekalipun.
Kebiasaan makan kelapa itu bukan baru berlangsung beberapa tahun. Ia sudah menjalaninya sejak usia tiga tahun dan terus bertahan hingga kini. Setengah abad lebih, lelaki yang bekerja serabutan dan sesekali mangkal sebagai tukang ojek di wilayah Kota Jombang itu menggantungkan setiap suapan makan pada buah kelapa.
“Kalau tidak ada kelapa, makanan rasanya tidak bisa masuk,” ucap Imron. Di usianya yang tak lagi muda, Imron masih mengingat bagaimana dirinya pernah mencoba makan tanpa kelapa. Namun usaha itu selalu berakhir sama, makanan sulit ditelan. Sejak saat itu, ia tak pernah benar-benar lepas dari kebiasaan tersebut.
Bagi ayah dua anak itu, kelapa bukan sekadar penambah rasa. Ia menganggapnya sebagai sumber tenaga utama. Bahkan, Imron mengaku mampu bertahan tanpa nasi selama berminggu-minggu asalkan masih ada stok kelapa di rumah.
Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek Serap 2.994 Tenaga Kerja Lokal
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto, menerangkan jumlah tersebut tersebar di seluruh Kecamatan se-Trenggalek.
Dari total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berjalan, sudah ada 2.994 tenaga kerja yang berasal dari warga lokal. Sunarto menambahkan jumlah tersebut berasal dari 68 SPPG yang sudah berjalan di Kabupaten Trenggalek. Dari total itu, saat ini masih 19 SPPG sudah mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kendala utama dalam pengajuan SLHS masih berkaitan dengan pemenuhan persyaratan dasar yang harus dipenuhi masing-masing SPPG. Menurutnya, program MBG sebelumnya juga menggandeng sekitar 20 UMKM lokal sebagai mitra penyedia produk. Namun, jumlah tersebut kini mulai berkurang setelah muncul ketentuan baru terkait makanan basah.
Sunarto mengaku untuk proses monitoring, masih melakukan pemadanan koordinat terkait dugaan adanya SPPG yang berdiri di lahan LSD (Lahan Sawah Dilindungi). Selain itu, masih ada satu SPPG yang masih berstatus suspend, yakni SPPG Bendungan Srabah. Pemberhentian sementara ini dilandasi gegara proses pemenuhan sarana dan prasarana yang belum rampung.





