Aksi Ibu-Ibu Ngamuk di Mal Grand Indonesia
Sebuah kejadian yang viral di media sosial terjadi di Mal Grand Indonesia pada Kamis (14/5/2026). Seorang wanita berjilbab biru, yang dikenal dengan nama Rahyu, tiba-tiba mengamuk sambil membawa sound dan microphone. Kejadian ini menarik perhatian banyak orang karena ia ingin duet bersama penyanyi ternama Afgan.
Dalam video yang viral, terlihat bahwa wanita tersebut awalnya kepergok membawa alat sound dan microphone ke dalam mal. Hal ini membuat petugas keamanan mengawasinya secara ketat. Sembari berdiri di lantai atas, ia memandangi Afgan yang sedang tampil di lantai bawah. Tidak puas dengan situasi itu, ia langsung menyalakan sound-nya dan mencoba menyanyi mengikuti Afgan.
Di momen itulah, sang wanita langsung dicegat oleh petugas keamanan. Tak terima, ia langsung mengamuk hingga nyaris melempar sound-nya ke lantai bawah. Akibatnya, ia langsung diangkut paksa oleh petugas keamanan mal. Saat itu, Afgan sempat menghentikan nyanyiannya. Para penonton juga ketakutan karena takut tertimpa sound yang dilempar wanita tersebut. Beruntung tidak ada kejadian yang lebih parah.
Usut punya usut, ternyata Rahyu bukanlah orang baru dalam dunia viral. Ia pernah menjadi sorotan saat datang ke konser Afgan sebelumnya. Identitasnya akhirnya terungkap setelah kejadian ini.
Pria Menyamar sebagai Jaksa di Kendari
Seorang pria berinisial IK (28) ditangkap di Kendari, Sulawesi Tenggara setelah diduga melakukan penipuan dengan menyamar sebagai jaksa. Aksi ini dilakukan dengan menggunakan seragam kejaksaan serta tampil rapi dan meyakinkan. Untuk memperkuat aksinya, ia juga kerap menggunakan mobil mewah hasil sewaan dari rental di Kota Kendari.
Kasus ini dibongkar oleh tim Satreskrim Polresta Kendari. Saat ditangkap di kamar kosnya, IK sempat membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. Namun, petugas menemukan kartu identitas atau ID Card jaksa yang diduga dipakai pelaku untuk menipu korban. Polisi kemudian mengamankan pelaku bersama sejumlah barang bukti, termasuk seragam kejaksaan dan kartu identitas palsu, ke Mapolresta Kendari pada Selasa (12/5/2026).
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan bahwa pelaku IK beraksi menipu calon korban dengan menyasar kalangan pencari kerja. “Aksi tipu yang dilakukan IK ini sudah berlangsung tahun lalu, korbannya seorang mahasiswa di Konawe Kepulauan, korban AL dijanjikan pekerjaan penjaga tahanan dengan menyetor uang sebesar Rp69 juta,” jelasnya, Kamis (14/5/2026).
Pasien RSUD Antre dari Pagi tetapi Dokter Belum Datang karena Sarapan
Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat menemukan sejumlah persoalan pelayanan di rumah sakit. RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya menjadi satu rumah sakit yang disidak. Salah satu temuan yang menjadi sorotan ialah sejumlah dokter poli belum hadir hingga pukul 10.00 WIB, padahal pasien telah mendaftar sejak pukul 08.00 WIB.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, Adel Wahidi, memimpin langsung sidak tersebut bersama Direktur RSUD Sungai Dareh, dr Neza. Dalam sidak itu, tim Ombudsman memeriksa sejumlah titik layanan, mulai dari loket pendaftaran, Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan ruang poliklinik. “Fokus kami melihat langsung bagaimana pelayanan diberikan kepada masyarakat, mendengar keluhan pasien, sekaligus mengumpulkan saran dan masukan untuk perbaikan tata kelola layanan kesehatan di RSUD Sungai Dareh ke depan,” kata Adel dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, Ombudsman menemukan dokter di Poli Gigi, Poli Anak, dan Poli Umum belum hadir hingga pukul 10.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima tim, keterlambatan itu disebut karena dokter masih sarapan dan kondisi hujan. Menurut Adel, alasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena pelayanan publik seharusnya mengedepankan integritas dan profesionalisme.
“Pasien sudah datang dan menunggu sejak pukul 08.00 WIB. Tentu alasan seperti ini menunjukkan pelayanan belum sepenuhnya berorientasi pada profesionalisme,” ujarnya. Selain keterlambatan dokter, Ombudsman menerima berbagai keluhan dari pasien dan keluarga pasien selama sidak berlangsung.






