Jersey Francisco Rivera Terjual Rp 5,5 Juta dalam Lelang Amal
Jersey yang dipakai oleh Francisco Rivera saat laga terakhir Persebaya Surabaya di musim 2025/2026 berhasil terjual dengan harga Rp 5,5 juta melalui lelang amal yang digelar oleh komunitas suporter dan kolektor jersey. Aksi sosial ini menunjukkan kepedulian kemanusiaan yang melebihi ranah sepak bola, sekaligus menjadi langkah untuk menggalang dana bagi kegiatan sosial-keagamaan di Gresik.
Persebaya Surabaya menutup musim 2025/2026 dengan pencapaian yang membanggakan. Di tengah kesuksesan Green Force meraih posisi papan atas, Francisco Rivera menjadi salah satu pemain yang paling menonjol sepanjang kompetisi. Sebagai gelandang serang asal Meksiko yang akrab disapa Cachis, ia tampil konsisten dalam 30 pertandingan. Rivera mencatatkan 13 gol dan 10 assist, sehingga masuk dalam jajaran Best XI BRI Super League 2025/2026. Ia juga memberikan komentar dalam lelang tersebut, dengan tulisan singkat “Ayooo” di kolom komentarnya.
Kenapa Jersey Francisco Rivera Begitu Istimewa?
Jersey yang dilelang bukan sekadar kostum biasa. Nomor punggung 7 dengan nama “RIVERA” itu merupakan match worn jersey yang dikenakan langsung saat Persebaya Surabaya menghadapi Persik Kediri pada 23 Mei 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo. Pertandingan ini menjadi laga penutup musim Green Force, sehingga memiliki nilai historis yang tinggi.
Jersey tersebut masih dalam kondisi unwashed atau belum dicuci, menjadikannya sangat bernilai bagi para kolektor. Selain itu, jersey ini dilengkapi logo Persebaya Surabaya berbahan 3D rubber, patch resmi Super League di lengan, serta sponsor yang menempel saat pertandingan berlangsung. Kombinasi faktor tersebut membuat memorabilia ini menjadi incaran para penggemar dan kolektor.
Momen Terakhir yang Sulit Dilupakan
Laga melawan Persik Kediri menjadi salah satu pertandingan paling berkesan bagi Rivera musim lalu. Pada pertandingan itu, pemain yang akan berusia 32 tahun pada 23 September 2026 tersebut tampil sebagai motor permainan Green Force. Rivera mencatatkan dua assist penting yang membantu Persebaya Surabaya menutup musim dengan hasil positif.
Assist pertama lahir pada menit ke-81 yang dikonversi menjadi gol oleh Bruno Paraiba. Kontribusi kedua hadir menjelang laga berakhir pada menit ke-89. Umpan matang Rivera berhasil diselesaikan Bruno Moreira menjadi gol penutup pertandingan yang sekaligus menjadi momen emosional karena menjadi laga terakhir sang kapten bersama Persebaya Surabaya.
Setelah peluit panjang dibunyikan, Rivera menyerahkan langsung jersey yang digunakannya kepada perwakilan dulur Bonek, Papa Hasan Tiro. Dari situlah cerita lelang amal tersebut bermula.
Kolaborasi Komunitas untuk Tujuan Kemanusiaan
Jersey bersejarah itu kemudian masuk dalam agenda lelang amal yang menjadi bagian dari rangkaian acara Road to SJC Festival. Kegiatan tersebut digagas oleh Surabaya Jersey Community (SJC) yang tengah merayakan hari jadinya ke-14. Dalam pelaksanaannya, SJC berkolaborasi dengan media fanbase Persebaya Surabaya Emosi Jiwaku, serta Warkop Pitulikur.
Tujuan utamanya bukan sekadar melepas koleksi langka, tetapi mengumpulkan dana untuk kegiatan sosial yang lebih besar. Ketua SJC, Yudha, mengakui lelang kali ini memiliki nilai tersendiri dibanding agenda serupa yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Faktor prestasi Rivera sepanjang musim menjadi alasan utama tingginya antusiasme peserta.
“Lelang amal jersey Persebaya kali ini merupakan lelang yang cukup istimewa karena jersey yang dilelang merupakan jersey pemain yang menjadi top skorer dan top assist Persebaya musim 2025/2026 yaitu Francisco Rivera yang dikenakan di pertandingan terakhir melawan Persik Kediri,” ujar Yudha saat dihubungi Infomalangraya.com, Selasa (9/6/2026).
Yudha menjelaskan kerja sama dengan elemen suporter sudah beberapa kali dilakukan. Namun kali ini hasil lelang diarahkan untuk membantu penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang digelar sebuah komunitas di Kabupaten Gresik.
Dana Lelang untuk Kegiatan Keagamaan dan Sosial
Seluruh hasil lelang akan disalurkan untuk mendukung HUT UKHSAFI COPLER COMMUNITY ke-17. Kegiatan tersebut dikemas dalam agenda Majlis Dzikir Maulidurrasul SAW sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam Ahad, 18 Juli 2026, di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Melalui kegiatan bertajuk #wanimandiribersinergi itu, panitia berharap kolaborasi antara komunitas sepak bola dan komunitas sosial-keagamaan dapat terus berlanjut. Bagi SJC, langkah ini menjadi pengalaman baru dalam mendukung kegiatan berbasis keagamaan. Mereka berharap agenda serupa dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan komunitas pada masa mendatang.
“Untuk lelang amal yang kami adakan kesekian kali ini, bagi SJC merupakan hal yang baru untuk terus membantu berbagai komunitas yang ingin mengadakan acara bersifat keagamaan seperti ini,” kata Yudha. “Ke depannya mungkin di acara yang kami gelar bulan Juli nanti yaitu SJC Festival, kami juga akan mengadakan lelang amal lagi, dengan konsep dan insya Allah lebih bermanfaat lagi,” tambahnya.
Lelang akhirnya dimenangkan oleh Mohammad Luay dengan penawaran tertinggi senilai Rp 5.500.000. Nilai tersebut menjadi penutup manis sebuah kisah yang menunjukkan sepak bola tidak hanya melahirkan gol dan kemenangan, tetapi juga solidaritas serta kepedulian terhadap sesama.







