
Istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani atau yang dikenal dengan nama Meri Hoegeng, meninggal dunia di Rumah Sakit Polri Kramatjati pada hari Selasa (3/2) pukul 13.24 WIB.
Keluarga menyampaikan pernyataan yang mengharukan, memohon dibukakan pintu maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhumah selama hidupnya. Mereka berdoa agar Allah SWT menerima amal ibadah Meri, mengampuni dosanya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepala Rumah Sakit Polri Kramatjati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, menjelaskan bahwa Meri meninggal karena sakit. Usianya yang sudah mencapai 100 tahun menjadi salah satu faktor utama dalam kepergiannya.
Tangis Megawati Kenang Istri Jenderal Hoegeng: Selamat Jalan, Tante Meri

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Meriyati Roeslani, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang akrab disapa Eyang Meri.
Eyang Meri meninggal pada usia 100 tahun. Adapun Hoegeng dikenal sebagai polisi berintegritas yang menjabat sebagai Kapolri pada 1968 hingga 1971.
“Saya menyatakan duka cita dan kesedihan yang mendalam karena keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri. Saya sendiri menyapa Bu Hoegeng dengan sapaan Tante Meri,” kata Megawati yang sedang melawat ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (3/2).
Megawati mengenang kedekatannya dengan keluarga Hoegeng, termasuk dengan putri mereka, Reni, yang bersekolah bersamanya di Perguruan Cikini Jakarta.
“Tante Meri adalah seorang istri dan ibu yang sangat baik. Beliau hangat, memiliki jiwa seni yang tinggi, dan bersama Pak Hoegeng aktif dalam grup band Hawaiian Senior,” ujar Megawati.
Ia bercerita beberapa kali berkunjung ke rumah keluarga Hoegeng saat mereka berlatih musik. Kenangan itu, menurut Megawati, menunjukkan sisi sederhana dan membumi dari keluarga Hoegeng.
Kapolri Berduka Meri Hoegeng Wafat: Beliau Pelita, Teladan Bagi Kami

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka cita atas wafatnya Meriyati Roeslani Hoegeng atau Meri Hoegeng, istri Kapolri pertama RI, Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Kepergian Meri menjadi duka yang mendalam baginya, maupun institusi Polri.
“Saya selaku Kapolri beserta Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari Alm. Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso,” kata Sigit dalam keterangan yang diterima, Selasa (3/2).
Bagi Sigit, Eyang Meri tak hanya sekadar pelaku sejarah, tapi juga pelita teladan. Almarhumah, kata Kapolri, telah banyak memberi inspirasi bagi para generasi penerus Polri.
“Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi,” ujarnya.
Mendagri Tito Kenang Meri Hoegeng: Tokoh Panutan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turut berduka cita atas wafatnya Meriyati Roeslani Hoegeng atau Meri Hoegeng, istri Kapolri pertama RI, Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Ia melayat almarhumah di rumah dukanya, Pesona Khayangan State, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/2) malam.
Tito datang ke rumah duka bersama Wamendagri, Akhmad Wiyagus. Keduanya merupakan purnawirawan Polri.
Usai melayat ia menyampaikan kenangannya terhadap sosok Meri Hoegeng.
“Kami menyampaikan turut berduka sedalam-dalamnya, atas nama pribadi, keluarga, juga atas nama institusi Kementerian Dalam Negeri karena kita tahu bahwa Bapak Hoegeng almarhum adalah tokoh yang selalu menginspirasi kami, generasi muda, tokoh panutan kami,” ucap Tito di rumah duka.
Bagi Tito, Meri Hoegeng, tidak hanya panutan bagi para anggota Polri, tapi juga keluarga Polri.
“Ibu almarhumah Ibu Meriyati Hoegeng, juga adalah sosok panutan bukan hanya bapak-bapaknya, tapi juga ibu-ibunya, ibu-ibu Bhayangkari,” tuturnya.
Cinta Hingga Akhir Hayat: Hoegeng dan Istri Akan Dimakamkan Berdampingan

Meriyanti Roeslani, istri Kapolri pertama Hoegeng Imam Santoso, wafat di usia 100 tahun, pada Selasa (3/2) siang. Ia akan dimakamkan bersebelahan dengan suaminya di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Kabupaten Bogor pada Rabu (4/2).
Anak kedua Hoegeng, Aditya S. Hoegeng menyampaikan, ternyata ini adalah salah satu pesan terakhir Hoegeng terkait peristirahatan terakhirnya. Karena sebenarnya, Hoegeng layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan atas jasa-jasa yang telah ia berikan.
Tapi Hoegeng punya pandangan lain. Ia ingin makamnya berdampingan dengan Meriyanti.
“Justru kenapa Bapak tidak mau dimakamkan di Makam Pahlawan, pesan bapak adalah ‘Kalau saya dimakamkan di Makam Pahlawan, Ibumu tidak ada di sebelah saya’,” kata Aditya menirukan ucapan ayahnya saat ditemui di rumah duka, kawasan Pesona Khayangan State, Depok, Selasa (3/2).
“Karena jatahnya kan cuma untuk Almarhum (Hoegeng), Ibu tidak ada jatah. Jadi memang pilihan beliau lah untuk dimakamkan di Tonjong itu,” tambahnya.
Meriyati meninggal dunia di usia ke-100, karena faktor tua dan sakit. Kata Aditya, ibunya telah menderita sakit sejak 2020.
“Ya, gimana, sakit karena sudah sepuh, cedera parah dari 2020. Bayangin, 6 tahun di tempat tidur,” ucap Aditya.
Sebelum menutup usia, Meriyati sempat dirawat di rumah sakit sebanyak dua kali. Jenazah Meriyati telah disemayamkan di rumah duka Pesona Khayangan State, Depok setelah sebelumnya dari RS Polri. Mendiang akan dimakamkan pada Rabu (4/2).







