Kondisi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 di Lampung
Selama pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, sebanyak sembilan jemaah haji asal Lampung meninggal dunia di Tanah Suci. Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi pelayanan dan kesehatan jemaah secara umum lebih terkendali, meskipun menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M. Ansori F. Citra, menjelaskan bahwa dari sembilan jemaah tersebut, dua di antaranya wafat sebelum melaksanakan ibadah haji, sedangkan tujuh lainnya meninggal setelah menyelesaikan rangkaian Armuzna, yaitu ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ansori menyatakan bahwa data ini diperoleh dari laporan resmi hingga Minggu (7/6/2026).
Pemerintah Jamin Asuransi Setara Nilai BPIH
Bagi keluarga jemaah yang ditinggalkan, pemerintah Indonesia menjamin pemenuhan hak-hak proteksi. Ansori menegaskan bahwa seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan asuransi jiwa sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang dibayarkan pada tahun ini. Proses pencairan asuransi akan dikawal dengan ketat dan diserahkan langsung kepada ahli waris yang sah di kampung halaman.
“Nilai santunan yang diberikan setara dengan besaran BPIH. Ini adalah komitmen dan kewajiban pemerintah untuk memenuhi hak-hak jemaah,” tegas Ansori.
Grafik Kesehatan Jemaah Diklaim Lebih Baik
Menurut evaluasi yang dilakukan, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Indikator keberhasilan ini terlihat dari penurunan angka fatalitas dan kasus jemaah yang sakit. Pemeriksaan kesehatan (istitha’ah) yang dilakukan sejak di embarkasi berhasil menyaring risiko dini.
Ansori menambahkan bahwa tidak ada fenomena jemaah yang masuk rumah sakit secara massal. Semua tim medis bergerak sigap dalam menangani situasi darurat.
Daftar Lengkap Jemaah Haji Lampung yang Gugur di Tanah Suci
Berikut rincian lengkap identitas jemaah haji Lampung yang gugur di Tanah Suci:
- H. Sugiarti Binti Karta Pawira (Kloter JKG 15 – Asal Kabupaten Lampung Utara). Wafat di hotel Makkah akibat komplikasi medis sebelum puncak haji.
- H. Mesno Iro Karso (Kloter JKG 16 – Asal Kabupaten Lampung Timur). Wafat saat masa awal kedatangan jemaah di Madinah.
- H. Muhammad Sukono Sarwan (Kloter JKG 21 – Asal Kabupaten Pringsewu). Wafat di RS Shefa Hospital Makkah akibat serangan jantung sesaat setelah menyelesaikan rukun Tawaf Ifadah.
- Hj. Sujarmi Panidi Nurwanto / H. Binti Panidi Purwanto (Kloter JKG 18 – Asal Kabupaten Mesuji). Wafat di Makkah pasca-puncak Armuzna karena sakit.
- Hj. Suriah Sanusi Tayem Binti Sanusi (Kloter JKG 15 – Asal Kabupaten Lampung Utara).
- Hj. Nurhasanah Mardian (Kloter JKG 21 – Asal Kabupaten Pringsewu). Jemaah lansia berusia 86 tahun yang wafat di Makkah akibat kelelahan fisik pasca-Tawaf Ifadah.
- H. Sarno Sahrudin Diran / Darmo** (Kloter JKG 19 – Asal Kabupaten Tanggamus). Wafat setelah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit An Noor, Makkah.
- H. Ahmad Fadil bin Muh. Nur : Jemaah haji yang tergabung ke dalam Kloter JKG 16, berasal dari Kabupaten Tulang Bawang.
- Hj. Muntingah Sukijo Abdullah: Jemaah haji wanita yang tergabung ke dalam Kloter JKG 11 asal Kabupaten Lampung Timur.






