Changan Deepal SO7 adalah mobil listrik baru yang masuk ke pasar SUV listrik di Indonesia. Mobil ini berada dalam segmen yang sama dengan merek besar seperti BYD Sealion 7, XPENG G6, atau Hyundai IONIQ 5. Meskipun persaingan ketat, ada beberapa hal yang menarik perhatian kami dari Changan Deepal SO7. Pengalaman ini didapat saat mengikuti acara Deepal SO7 Media Drive yang diadakan oleh Changan Indonesia pada tanggal 28-29.

Pengalaman pertama yang kami dapatkan adalah handling yang baik dari SUV yang menggunakan penggerak roda belakang (RWD). Baterai besar yang ditempatkan di bawah membuat titik gravitasi rendah, sehingga mobil terasa lebih stabil dan responsif. Meski arena tes bukan sirkuit, manuver agresif seperti ganti lajur cepat atau membelok tajam di kelokan panjang tetap bisa dilakukan dengan lancar. Kegesitan mobil ini membuat kami lupa bahwa ini adalah mobil besar dengan lebar 1,93 meter dan panjang 4,75 meter.

Selanjutnya, aplikasi pintu model frameless yang unik. Banyak mobil lain menggunakan pintu dengan frame, namun desain frameless dari Deepal SO7 terlihat lebih mewah dan khas. Di bagian kaca depan, Changan Deepal SO7 menggunakan Double Layer Sound Insulation Glass. Kaca dua lapis ini memberikan isolasi suara yang baik, membuat kabin terasa lebih tenang. Suara mesin atau klakson kendaraan di luar tidak terdengar, menjadikan suasana di dalam kabin lebih nyaman. Fitur ini jarang digunakan pada mobil lain, meskipun tidak melibatkan sistem elektronis rumit.

Layar headunit 15,6 inci Sunflower Screen juga menjadi salah satu fitur menarik. Kami pernah terkesan dengan layar headunit BYD Atto 3 yang bisa berubah orientasinya. Namun, layar Deepal SO7 memiliki kemampuan berbeda. Meskipun posisi layar tetap horizontal, ia bisa berubah orientasi menjadi tiga pilihan: lurus ke depan, menghadap ke pengemudi, atau menghadap ke penumpang depan. Meski terkesan sebagai gimmick, fitur ini sangat membantu selama perjalanan jauh, terutama untuk test driver. Dengan orientasi yang sesuai, kami lebih mudah memantau situasi tanpa mengorbankan konsentrasi.
Terakhir, jarak tempuh mobil ini sangat penting, terutama di Indonesia. Jumlah SPKLU masih jauh lebih sedikit dibanding SPBU, sehingga jarak tempuh yang besar sangat diperlukan. Changan Deepal SO7 dengan kapasitas baterai 79,9 kWh mampu menempuh jarak hingga 560 km berdasarkan pengujian NEDC. Selama perjalanan Jakarta-Bandung-Garut, kami mencapai jarak 281,6 km dengan sisa baterai sebesar 46%. Ini membuktikan bahwa Deepal SO7 mampu mengurangi rasa cemas terkait jarak tempuh.







