Prancis dan Maroko Kembali Bertemu di Piala Dunia 2026
Prancis dan Maroko kembali bertemu di babak perempat final Piala Dunia 2026, setelah pertemuan bersejarah mereka di semifinal edisi 2022 yang dimenangkan Les Bleus dengan skor 2-0. Empat tahun lalu, Maroko tampil sebagai kuda hitam, tetapi kini Singa Atlas datang sebagai juara Afrika dan kandidat kuat untuk meraih gelar dunia.
Pertemuan kali ini diprediksi akan berbeda karena kedua tim telah berevolusi secara signifikan. Prancis kini memiliki generasi baru yang membuat lini serang mereka paling tajam di turnamen. Sementara itu, Maroko hadir dengan status sebagai juara Afrika 2025 sekaligus pemilik rekor 34 laga tanpa kekalahan, yang menjadikan mereka penantang serius gelar juara dunia.
Laga antara Prancis dan Maroko pada perempat final Piala Dunia 2026 akan digelar pada Jumat (9/7/2026) pukul 03.00 WIB di Boston Stadium. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak delapan besar. Prancis datang dengan status sebagai tim paling produktif di turnamen, dengan koleksi 14 gol dalam lima pertandingan.
Di sisi lain, Maroko hadir dengan performa yang stabil dan konsisten. Mereka berhasil menahan imbang Brasil 1-1 di fase grup dan menyingkirkan Belanda lewat adu penalti. Pelatih Mohamed Ouahbi bahkan menyatakan bahwa Maroko tidak lagi ingin disebut sebagai tim kejutan. “Kami bukan lagi sebuah kejutan, dan itu menjadi kebanggaan bagi kami,” ujarnya.
Perkembangan Sepak Bola Afrika
Konten kreator @analiskampungsebelah sekaligus pengamat sepak bola Hamid Anwar menilai keberhasilan Maroko bukan lagi sebuah kejutan. Menurutnya, perkembangan sepak bola Afrika membuat tim-tim dari benua tersebut kini mampu bersaing lewat kualitas organisasi permainan dan kecerdasan taktik.
“Sekarang tim Afrika main bukan cuma pakai strength atau kekuatan, tetapi juga taktikal, contohnya Maroko,” kata Hamid Anwar dalam acara yang sama di lain kesempatan. Komentar ini seolah menjadi gambaran mengapa pertemuan Prancis dan Maroko kali ini layak dinantikan.
Football Enthusiast Raka Kisdiyatma menilai kualitas skuad Prancis saat ini mengingatkannya pada generasi emas Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002. “Lini serang Prancis saat ini sangat superior dan mengingatkan pada tim Brasil tahun 2002 yang memiliki pemain-pemain luar biasa seperti Ronaldinho, Ronaldo, Rivaldo, dan Kaka,” ujar Raka dalam podcast Super Taktik Tribunnews.
Kilas Balik Semifinal Piala Dunia 2022
Empat tahun lalu, Prancis dan Maroko bertemu pada semifinal Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt yang berkapasitas 60 ribu penonton di kota Al Khor, Qatar. Saat itu, Les Bleus berhasil menghentikan perjalanan bersejarah Atlas Lions lewat kemenangan 2-0.
Namun, skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Prancis membuka keunggulan sangat cepat melalui Theo Hernandez pada menit kelima. Berawal dari aksi Antoine Griezmann di sisi kanan, bola sempat memantul beberapa kali sebelum Hernandez menyambar bola dengan tendangan akrobatik yang gagal diantisipasi kiper Maroko.
Gol cepat itu memaksa Maroko mengubah rencana permainan. Sejak unggul, pelatih Didier Deschamps memilih bertahan lebih dalam dan memberikan penguasaan bola kepada lawan. Strategi tersebut terbukti efektif, meskipun Prancis hanya menguasai sekitar 39 persen bola sepanjang pertandingan.
Les Bleus yang saat itu berstatus juara bertahan, tetap mampu menciptakan peluang-peluang paling berbahaya melalui serangan balik cepat. Sebaliknya, Maroko tampil dominan dalam penguasaan bola hingga mencapai 61 persen dan terus menekan pertahanan Prancis.
Situasinya Kini Sangat Berbeda
Jika pada 2022 Maroko datang sebagai kejutan terbesar Piala Dunia setelah menyingkirkan Spanyol dan Portugal, kini mereka memasuki perempat final dengan status yang jauh berbeda. Atlas Lions yang kini diasuh oleh Mohamed Ouahbi telah berkembang menjadi salah satu kekuatan utama dunia.
Mereka datang sebagai juara Piala Afrika 2025, menghuni peringkat keenam dunia FIFA, serta membawa modal rekor 34 pertandingan tanpa kekalahan. Namun, Maroko harus kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Ismael Saibari, yang dipastikan absen akibat cedera hamstring setelah sebelumnya mencetak tiga gol sepanjang turnamen.
Sementara itu, Prancis juga mengalami perubahan dibanding empat tahun lalu. Les Bleus kini lebih mengandalkan generasi baru di lini depan yang dipimpin Kylian Mbappe, didukung Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola. Mbappe sendiri sudah mengoleksi tujuh gol dan memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026.








