Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    11 October 2026
    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    11 October 2026
    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    11 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sunday, 11 October 2026
    Trending
    • Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia
    • Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja
    • Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda
    • Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas
    • Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar
    • Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif
    • Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial
    • Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar
    • Seni Mendampingi Anak Belajar di Rumah Tanpa Drama dan Emosi
    • Rahasia Menabung Efektif Melalui Pengelolaan Kebiasaan Kecil yang Sering Terabaikan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Kisah Ma Ukay: Kehidupan Penuh Perjuangan di Gubuk Reyot Pangandaran

    Kisah Ma Ukay: Kehidupan Penuh Perjuangan di Gubuk Reyot Pangandaran

    adm_imradm_imr25 June 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan Ukayesih dan Titi Mulyati yang Penuh Perjuangan

    Ukayesih (77) dan putrinya, Titi Mulyati (56), hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Keduanya tinggal di Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Kehidupan mereka menjadi perhatian banyak pihak karena keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik yang tidak sempurna.

    Ma Ukay, demikian panggilan akrab Ukayesih, mengalami gangguan pendengaran serta kesulitan berjalan akibat faktor usia dan kondisi kesehatannya. Sementara itu, Titi harus menjalani hidup sebagai penyandang disabilitas netra. Dengan kondisi tersebut, keduanya menjalani hari-hari dengan segala keterbatasan.

    Sebelum mendapatkan bantuan, mereka tinggal di sebuah gubuk sederhana berukuran sekitar 4 x 5 meter. Dinding berbahan GRC dan atap asbes menaungi kehidupan mereka yang jauh dari kata layak. Ruang tamu sekaligus menjadi tempat memasak, sementara area tidur hanya dipisahkan sekat sederhana dengan kasur yang sudah tidak layak digunakan.

    Di dalam rumah mungil itu, berbagai barang tampak berserakan. Bukan karena tidak terurus, melainkan karena keterbatasan yang mereka hadapi setiap hari. Kesulitan hidup semakin terasa setelah Ma Ukay dan Titi tidak lagi memiliki sumber penghasilan. Usaha berdagang yang sebelumnya dijalankan di sekitar SMP Negeri 2 Padaherang terpaksa berhenti. Bahkan pada 2015 silam, rumah yang mereka miliki harus dijual demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

    “Jadi saya sama Ema di sini hidup sengsara. Makan kalau ada yang ngasih. Dulu kalau tidak ada yang ngasih beras, saya bingung harus makan dari mana. Sangat perih,” ujar Titi kepada Tribun Jabar di Kawarasan, Minggu (7/6/2026) siang.

    Untuk bertahan hidup, keduanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan pemerintah. Saat musim panen tiba, beberapa warga kerap berbagi beras. Selain itu, bantuan sosial menjadi penopang utama kebutuhan sehari-hari. Titi menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp600 ribu setiap tiga bulan, sementara Ma Ukay memperoleh bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan nominal yang sama. “Uang bantuan itu kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli sayuran di warung,” ucap Titi.

    Perhatian Anggota DPR RI

    Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata. Pada Sabtu (6/6/2026), Ida datang langsung mengunjungi kediaman Ma Ukay dan Titi di Desa Sindangwangi. Kunjungan itu menjadi bentuk kepedulian setelah kisah kehidupan keduanya ramai diberitakan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan sejumlah pihak, bantuan pembangunan rumah layak huni akhirnya dapat direalisasikan.

    “Ini salah satu bentuk kami sebagai wakil rakyat. Apalagi kami diamanatkan oleh rakyat menjadi anggota DPR RI. Tentunya ini salah satu perhatian kepada warga masyarakat yang ada di dapil,” ucapnya. Menurutnya, keluarga Ma Ukay memang membutuhkan perhatian khusus. Selain menghadapi kesulitan ekonomi, keduanya juga harus berjuang dengan keterbatasan fisik dan persoalan kesehatan.

    “Saat ini memang warga memerlukan bantuan rumah yang layak untuk dihuni dan sudah kami berikan,” kata Ida. Ia menjelaskan, pembangunan rumah tersebut terwujud berkat kerja sama berbagai pihak. “Kami bekerja sama dengan Pak Kuwu dan pihak lainnya. Alhamdulillah akhirnya bisa terbentuk rumah yang layak,” ujarnya.

    Bagi Ida, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk kehadiran negara bagi warga yang benar-benar membutuhkan. “Yang menerima bantuan memang orang yang perlu kita bantu. Salah satu anaknya tidak bisa melihat, sementara ibunya sendiri dalam kondisi sakit dan mengalami gangguan pendengaran,” ucapnya.

    Harapan Baru untuk Ma Ukay dan Titi

    Kini, Ma Ukay dan Titi tak lagi tinggal di gubuk sempit yang dulu menjadi saksi perjuangan hidup mereka. Rumah yang lebih layak telah berdiri, membawa harapan baru bagi ibu dan anak yang selama bertahun-tahun bertahan dalam kesunyian dan keterbatasan.

    Selain meninjau langsung kondisi keluarga tersebut, Ida juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga sekitar serta menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan silaturahmi tersebut.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas

    Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas

    By adm_imr11 October 20261 Views
    Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Musim Pancaroba Melalui Kebiasaan Sederhana Sehari-hari

    Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Musim Pancaroba Melalui Kebiasaan Sederhana Sehari-hari

    By adm_imr10 October 20261 Views
    Strategi Elegan Mengelola Stres Kerja Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental dan Produktivitas Anda

    Strategi Elegan Mengelola Stres Kerja Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental dan Produktivitas Anda

    By adm_imr6 October 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    Strategi Tepat Merawat Rambut Sehat dan Bebas Lepek di Tengah Cuaca Tropis Indonesia

    11 October 2026
    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    Jembatan Kata yang Meruntuhkan Tembok Sunyi Antara Orang Tua dan Anak Remaja

    11 October 2026
    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    Mengendalikan Keinginan Impulsif Saat Diskon Besar Membanjiri Aplikasi Belanja Anda

    11 October 2026
    Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas

    Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang Komunitas

    11 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?