Pengalaman Menegangkan Selama Syuting Film 402: Rumah Sakit Angker Korea
Para pemain film 402: Rumah Sakit Angker Korea hadir di Bandung untuk menyapa para penonton setelah tayang di bioskop. Mereka juga berbagi pengalaman menantang selama proses produksi, termasuk tantangan fisik dan kejadian mistis yang tidak terduga.
Film horor produksi MD Pictures ini telah mencapai prestasi internasional dengan masuk dalam ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026. Dalam acara jumpa pers di XXI Ciwalk, para pemain mengungkapkan perjalanan mereka selama syuting di Korea Selatan.
Tantangan Fisik Saat Syuting
Salah satu tantangan utama adalah penggunaan body rig yang berat. Saputra Kori menjelaskan bahwa alat tersebut seberat sekitar lima kilogram dan harus dipakai selama lebih dari delapan jam setiap hari. Cuaca ekstrem di Korea Selatan semakin memperparah kondisi. “Kostum kami tebal seperti baju musim dingin, jadi benar-benar panas,” katanya.
Selain itu, lokasi syuting juga memberikan atmosfer mencekam. Lea Ciarachel mengatakan bahwa bangunan lama yang digunakan sebagai set rumah sakit terbengkalai dibuat sedemikian rupa agar terlihat nyata. Tim artistik memastikan semua detail sesuai dengan konsep film.
Kejadian Mistis di Lokasi Syuting
Beberapa adegan dalam film terjadi secara tidak terduga. Diandra Agatha menceritakan saat syuting adegan di lorong rumah sakit, sosok hantu muncul lebih awal dari rencana. “Kita sempat bingung, tapi karena masih harus lanjut syuting, akhirnya kami memilih tidak membahasnya lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Aylena Fusil menghadapi tantangan berbeda saat memerankan adegan kesurupan. Adegan tersebut diambil pada hari pertama produksi, ketika kru masih belajar menggunakan body rig dan menghadapi kendala teknis. “Scene kesurupan itu diambil pada day one shooting. Saat itu kamera sempat overheat, mati sendiri,” katanya.
Aylena juga mengaku kesulitan saat menggunakan softlens khusus untuk penampilannya. “Itu pertama kali aku pakai softlens. Sakit banget, satu mata saja hampir 20 menit baru bisa terpasang,” tambahnya sambil tertawa.
Karakter dan Referensi yang Berbeda
Jang Hansol, aktor Korea yang bermain dalam film ini, mengatakan karakter Dae Ho yang ia perankan terasa dekat dengan kesehariannya sebagai pembuat konten tentang Korea. “Aku juga tetap menjadi orang Korea yang membawa teman-teman Indonesia, jadi rasanya tidak terlalu jauh dari karakter asliku,” ujarnya.
Elang El Gibran, yang memerankan Bara, mengambil referensi dari orang-orang yang dikenalnya serta beberapa kreator konten di YouTube. “Prosesnya sama seperti film-film lain. Ada yang aku ambil dari teman, ada juga dari content creator di YouTube, terutama cara berkomunikasinya,” katanya.
Arbani Yasiz, pemeran Juan, menambahkan bahwa seluruh pemain menonton film horor Korea Gonjiam bersama-sama. “Kita nonton dulu barengan saat proses reading agar memiliki referensi visual dan suasana yang seragam,” ujarnya.
Prestasi Internasional Film Horor Terbaru
Film 402: Rumah Sakit Angker Korea menghadirkan pengalaman berbeda dibanding film horor Indonesia biasanya. Film ini menggabungkan ritual jelangkung dengan urban legend Korea. Proses produksinya dilakukan langsung di Korea Selatan dengan tantangan fisik yang tidak ringan bagi para pemain.
Di balik pengalaman syuting tersebut, film ini mencatat prestasi internasional. Film garapan Anggy Umbara ini resmi terpilih dalam ajang BIFAN 2026 dan menjalani world premiere di Korea Selatan pada 3 Juli 2026 di Bucheon City Hall Main Theater.
Film ini mengangkat kisah sekelompok kreator konten horor Indonesia bernama Para Pencari Hantu yang berusaha memecahkan rekor tiga juta penonton live streaming dengan mengeksplorasi Rumah Sakit Yong Won di Korea Selatan. Ambisi tersebut berubah menjadi mimpi buruk setelah mereka nekat melakukan ritual jelangkung menggunakan mantra berbahasa Korea yang justru membangkitkan teror dari penghuni gaib Ruang 402.







