Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Satu Keluarga Tewas di Temanggung, Hobi BBQ Jadi Sorotan

    3 Juni 2026

    9 tanda maag parah yang tidak boleh diabaikan!

    3 Juni 2026

    8 Kebiasaan Pagi yang Mengubah Hidup Anda dalam 60 Hari

    3 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 3 Juni 2026
    Trending
    • Satu Keluarga Tewas di Temanggung, Hobi BBQ Jadi Sorotan
    • 9 tanda maag parah yang tidak boleh diabaikan!
    • 8 Kebiasaan Pagi yang Mengubah Hidup Anda dalam 60 Hari
    • Saige Luncurkan Pabrik Kedua di Karawang, Perkenalkan Lima Motor Listrik Baru di Indonesia
    • Jadwal Kapal Pelni Voyage 10: Jakarta-Bitung via Surabaya-Ambon-Ternate 2-15 Juni
    • Sutradara Pesta Babi Buka-bukaan Soal Pendanaan Film
    • Imam soroti ketidaksesuaian kebijakan FIFA menjelang Piala Dunia 2026
    • Pandangan: Sekolah Jauhkan Siswa dari Layar
    • Siaran Langsung Moto3 MotoGP Italia 2026: Aksi Veda Pratama Pukul 16.00 WIB
    • Anggota DPR RI Soroti Vonis Jonas Salean, Putusan Perdata Tak Boleh Diabaikan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Kisah Sulirno, Pedagang Pasar Kebalen yang Pulang ke Rumah Sepekan Sekali

    Kisah Sulirno, Pedagang Pasar Kebalen yang Pulang ke Rumah Sepekan Sekali

    adm_imradm_imr10 Mei 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehidupan Sulirno di Pinggir Jalan Kota Malang

    Di tengah kehidupan yang penuh tantangan, Sulirno (70) adalah contoh dari ketangguhan seorang pedagang kaki lima (PKL) yang masih bertahan di pinggir jalan Pasar Kebalen, Kota Malang. Ia tidak hanya menjual pisang, tetapi juga menjalani kehidupan sehari-hari dengan tekad yang kuat meskipun usianya sudah senja.

    Pada Rabu siang (6/5/2026), deru kendaraan yang biasanya ramai mulai berkurang. Di tengah suasana yang lebih tenang, Sulirno terlihat sedang merapikan dagangannya. Beberapa sisir pisang tersusun rapi di depannya, menjadi satu-satunya sumber penghasilannya. Meski usia sudah tua, ia tetap setia berjualan di tempat yang sama selama bertahun-tahun.

    Sulirno mengakui bahwa ia memahami tindakan pemerintah dalam menertibkan pedagang di pinggir jalan. Menurutnya, jalan memang ditujukan untuk lalu lintas, bukan aktivitas perdagangan. Namun, ia juga menyampaikan kekhawatiran tentang masa depannya jika lapaknya harus dipindahkan.

    “Kalau memang harus ditertibkan, ya tidak apa-apa. Jalan memang untuk kendaraan,” ujarnya. Namun, ia tak bisa menghindari pertanyaan: ke mana ia akan pergi jika lapaknya hilang?

    Harapan Sederhana yang Masih Tertunda

    Bagi Sulirno, yang terpenting bukan sekadar diizinkan berjualan, tetapi diberi tempat yang layak untuk tetap hidup dan bekerja. Ia menghabiskan waktu harian di pinggir jalan, tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga untuk bertahan hidup. Di usia senja, ia tak lagi memiliki pilihan selain terus bekerja.

    “Kalau tidur ya di sini,” ujarnya sambil menunjuk trotoar di depan sebuah toko. Malam bagi Sulirno bukanlah waktu untuk beristirahat di rumah, melainkan tetap berada di dekat dagangannya. Ia menjaga pisang-pisang yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan.

    Rumahnya berada di Tajinan, Kabupaten Malang, namun ia hanya pulang seminggu sekali. Meski berjualan di pinggir jalan, Sulirno tetap menjalankan rutinitas sebagai pedagang. Setiap hari, ia membayar retribusi Rp 8.000 pada pagi hari dan Rp 2.000 pada sore hari. Baginya, itu adalah bagian dari usaha untuk tetap bertahan, meski fasilitas yang didapat sangat terbatas.

    Satu harapan sederhana yang hingga kini belum terwujud adalah memiliki tempat berdagang yang lebih layak di dalam pasar. Sudah lama Sulirno ingin memiliki tempat berdagang yang ideal. Namun hingga saat ini, ia belum memiliki.

    “Kami ingin ditampung,” katanya singkat. Sebagai pedagang lama di kawasan tersebut, Sulirno mengaku belum pernah mendapat informasi terkait program penataan atau relokasi yang bisa mengakomodasi pedagang kecil seperti dirinya.

    Penertiban Pedagang di Pasar Kebalen

    Dinas Perhubungan Kota Malang melakukan penertiban pedagang di kawasan Pasar Kebalen sebagai langkah awal untuk mengembalikan fungsi jalan sesuai peruntukannya. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa ruas jalan seharusnya digunakan untuk kepentingan lalu lintas, bukan aktivitas lain seperti perdagangan.

    “Jalan itu fungsinya untuk lalu lintas. Tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain. Sekarang saatnya kita kembalikan sesuai fungsi utamanya,” ujarnya.

    Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah spanduk pemberitahuan telah dipasang di kawasan tersebut. Spanduk itu berisi aturan jam operasional pedagang, yakni hanya diperbolehkan berjualan mulai pukul 24.00 WIB hingga 06.00 WIB. Pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, area yang sebelumnya dipenuhi lapak pedagang tampak bersih. Kondisi jalan pun menjadi lebih lengang dan arus lalu lintas lebih lancar.

    Widjaja mengungkapkan, aktivitas berdagang di badan jalan sebenarnya sudah menjadi persoalan sejak lama, bahkan sejak akhir 1980-an. Meski berbagai upaya penataan telah dilakukan, pelanggaran masih kerap terjadi.

    “Masalah ini sudah lama, tapi sering berulang karena tingkat kepatuhan masih rendah,” katanya.

    Ke depan, Dishub bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) akan meningkatkan intensitas penertiban. Hal ini dilakukan seiring meningkatnya volume kendaraan dan kebutuhan optimalisasi jalan.

    Ia menegaskan, aktivitas jual beli hanya diperbolehkan dalam rentang waktu yang telah ditentukan. “Di luar jam itu tidak boleh ada transaksi. Setelah pukul 06.00 WIB, semua harus sudah bersih,” tegasnya.

    Widjaja menekankan bahwa keberhasilan penataan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat, baik pedagang maupun pembeli. Menurutnya, persoalan lalu lintas bukan semata soal infrastruktur, tetapi juga perilaku pengguna jalan.

    Dishub memastikan akan terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Namun, kepatuhan masyarakat tetap menjadi kunci utama keberhasilan penertiban.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Mulai Rp 10 Ribu, 5 Bakso Enak Dekat Alun-Alun Pasuruan yang Bikin Nagih

    By adm_imr3 Juni 20262 Views

    Berita Arema FC Terkini: Rifad Marasabessy Mundur, Dalberto Beri Komentar Soal Kota Malang

    By adm_imr2 Juni 20261 Views

    Gelato Nikmat, Harga Terjangkau: 7 Tempat Terbaik di Kota Malang 2026

    By adm_imr2 Juni 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Satu Keluarga Tewas di Temanggung, Hobi BBQ Jadi Sorotan

    3 Juni 2026

    9 tanda maag parah yang tidak boleh diabaikan!

    3 Juni 2026

    8 Kebiasaan Pagi yang Mengubah Hidup Anda dalam 60 Hari

    3 Juni 2026

    Saige Luncurkan Pabrik Kedua di Karawang, Perkenalkan Lima Motor Listrik Baru di Indonesia

    3 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?