Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jadwal KM Sirimau April–Mei 2026: Rute dan Jam Keberangkatan

    4 Mei 2026

    Balita Meninggal Diduga Keracunan MBG, Satgas: Jangan Terburu-buru Menyimpulkan

    4 Mei 2026

    Pemalsu SK PNS di Gresik Ditangkap, Raup Jutaan Rupiah

    4 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 4 Mei 2026
    Trending
    • Jadwal KM Sirimau April–Mei 2026: Rute dan Jam Keberangkatan
    • Balita Meninggal Diduga Keracunan MBG, Satgas: Jangan Terburu-buru Menyimpulkan
    • Pemalsu SK PNS di Gresik Ditangkap, Raup Jutaan Rupiah
    • Perkuat Sistem Pembiayaan dan Program Ekonomi Daerah, Pemkab Badung Koordinasi dengan Kemendagri
    • Terdakwa Kasus Mutilasi Pacet Divonis Hukuman Seumur Hidup
    • Doa Malam Selasa Lengkap, Amalan dan Manfaatnya, 3 Manfaat Penting
    • 7 tanda kelebihan DHT pada pria, pengaruhi kesuburan!
    • 3 Fakta Nutrisi Seblak Kulit Nasi, Lebih Rendah Kalori dari Kerupuk?
    • Aldi Taher Bocorkan Perjuangan Awal Karier Bersama Raffi Ahmad
    • Daftar Negara Diizinkan Melalui Selat Hormuz dan Perubahan Kabinet Prabowo
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Otomotif»Komentar Pengurus Koperasi Merah Putih Madiun Soal Spesifikasi Kendaraan Pikap 4×4 India

    Komentar Pengurus Koperasi Merah Putih Madiun Soal Spesifikasi Kendaraan Pikap 4×4 India

    adm_imradm_imr3 Maret 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengadaan Pikap 4×4 India untuk Distribusi Pangan di Madiun

    Pemandangan yang berbeda terlihat di Kota Madiun sore ini. Deretan pikap 4×4 tangguh asal India resmi memperkuat jajaran armada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Langkah ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan respons atas kebutuhan riil logistik pangan yang menuntut kendaraan bertenaga, siap melibas medan berat, dan mampu beroperasi hingga pelosok Jawa Timur yang sulit dijangkau kendaraan distribusi konvensional.

    Kendaraan pikap 4×4 tersebut diimpor oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, dengan total 105.000 unit dan nilai kontrak mencapai Rp24,66 triliun. Dua raksasa otomotif India, Mahindra dan Tata Motors, dipercaya menyuplai armada yang akan menjadi tulang punggung operasional koperasi pangan nasional ini.

    Alasan Pemilihan Kendaraan Asal India

    Pilihan kendaraan asal India bukan tanpa alasan. Di segmen pikap penggerak empat roda, produsen India dikenal agresif menawarkan harga lebih kompetitif dengan fitur fungsional yang fokus pada kerja berat, bukan sekadar kenyamanan urban. Dari sisi teknis, pikap India identik dengan mesin diesel berkarakter torsi besar di putaran bawah, dipadukan dengan sasis ladder frame tebal yang dirancang untuk jalan rusak, tanah berlumpur, hingga tanjakan curam. Karakter ini menjadikannya populer di wilayah pedesaan Asia dan Afrika yang memiliki tantangan serupa dengan medan pelosok Indonesia.

    Namun, di balik keunggulan tersebut, muncul catatan dari pengguna di daerah. Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Demangan, Kota Madiun, Budi Santoso, menyambut fasilitas itu dengan sikap terbuka namun tetap kritis.

    Tantangan dalam Pengelolaan Logistik Pangan

    Misi Besar Koperasi Merah Putih kehadiran pikap 4×4 ini menandai pergeseran peran Koperasi Merah Putih. Tak lagi sebatas simpan pinjam, koperasi kini diproyeksikan sebagai pengelola rantai pasok pangan, dari hulu ke hilir. Armada pikap akan digunakan untuk menjemput hasil pertanian langsung dari sentra produksi, termasuk wilayah perbukitan dan kawasan terpencil, sebelum didistribusikan sebagai bahan pangan bergizi ke masyarakat. Ketepatan waktu dan kondisi barang menjadi kunci, terutama untuk komoditas segar.

    Meski demikian, efektivitas armada tersebut masih menjadi tanda tanya di tingkat pelaksana. Budi menyampaikan keraguannya secara lugas.

    Perbandingan Singkat India vs Jepang di Segmen Pikap

    Di pasar global, pikap Jepang dikenal unggul dalam jaringan after sales luas, keawetan jangka panjang, dan nilai jual kembali. Namun, harga unit 4×4 Jepang relatif lebih tinggi. Sebaliknya, pikap India unggul di rasio harga terhadap kemampuan off-road. Sistem penggerak 4×4 part-time, ground clearance tinggi, serta pendekatan desain utilitarian membuatnya ideal untuk tugas logistik berat. Tantangannya terletak pada ketersediaan suku cadang dan bengkel, terutama di kota-kota non-industri. Isu inilah yang kembali ditekankan oleh Budi.

    Tantangan Medan di Wilayah Madiun Raya

    Secara geografis, Madiun Raya tidak hanya terdiri dari kawasan perkotaan. Wilayah seperti Kare di lereng Wilis hingga Saradan di perbatasan hutan jati memiliki kontur berbukit, jalan sempit, dan permukaan licin saat musim hujan. Dalam kondisi tersebut, kendaraan penggerak dua roda kerap kesulitan menjangkau titik produksi. Kehadiran pikap 4×4 diharapkan mampu mengurangi risiko keterlambatan distribusi pangan segar, terutama saat cuaca ekstrem.

    Namun, kesiapan infrastruktur koperasi juga menjadi faktor penentu. Di Kota Madiun sendiri, Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 27 kelurahan, tetapi belum ditunjang fasilitas permanen. “Semua masih dengan kekuatan masing-masing. Ada yang pakai rumah pengurus, atau lapak di tiap kelurahan. Saat ini memang belum memadai, terutama cara mengoperasional kendaraan,” bebernya.

    Visi Distribusi Pangan yang Lebih Baik

    Kedatangan armada pikap 4×4 asal India di Kota Madiun menjadi simbol modernisasi koperasi menuju pengelolaan logistik pangan yang lebih serius dan terintegrasi. Dari sisi spesifikasi, kendaraan ini dirancang untuk kerja berat dan medan ekstrem, sebuah kebutuhan nyata di wilayah produksi pangan. Namun, tanpa kesiapan sumber daya manusia, pelatihan teknis, dan ekosistem perawatan yang memadai, keunggulan mekanis tersebut berpotensi tidak maksimal.

    Sebagaimana ditegaskan Budi Santoso. “Pengurus tingkat kota/kabupaten harus dilibatkan, sebelum mengambil sebuah keputusan. Kalau dari kami harapannya adalah pelatihan yang intensif dulu.”

    Dengan kendaraan yang tepat dan strategi implementasi yang matang, visi distribusi pangan yang merata dan tepat waktu bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang semakin dekat untuk diwujudkan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Geely Auto Perkenalkan Teknologi i-HEV, Konsep Galaxy Light Generasi Kedua, dan Arsitektur NEV Off-Road

    By adm_imr4 Mei 20261 Views

    Jelajah HOG Anak Elang: 125 Pembalap Siap Lintasi Jakarta-Bali

    By adm_imr3 Mei 20261 Views

    Hasil MotoGP Spanyol 2026: Marquez Terjatuh, Alex Juara, Bezzecchi Naik Podium

    By adm_imr3 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jadwal KM Sirimau April–Mei 2026: Rute dan Jam Keberangkatan

    4 Mei 2026

    Balita Meninggal Diduga Keracunan MBG, Satgas: Jangan Terburu-buru Menyimpulkan

    4 Mei 2026

    Pemalsu SK PNS di Gresik Ditangkap, Raup Jutaan Rupiah

    4 Mei 2026

    Perkuat Sistem Pembiayaan dan Program Ekonomi Daerah, Pemkab Badung Koordinasi dengan Kemendagri

    4 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?