Pembobolan Rumah Mantan Wali Kota Surabaya
Pada Jumat (5/6/2026) siang, sebuah kejadian pembobolan rumah terjadi di kawasan Kelurahan DR Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Rumah yang menjadi tempat tinggal keluarga mantan Wali Kota ke-9 Surabaya, Soekotjo Sastrodinoto, disatroni dua orang pria misterius.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan rekaman CCTV, dua orang pria tersebut masuk ke dalam rumah dengan cara merusak gembok pagar dan mencongkel pintu ruang tamu. Mereka kemudian memasuki dua kamar utama untuk mencari benda-benda berharga. Namun, dari laporan penghuni rumah, kedua pelaku hanya berhasil membawa satu set bolpoin merek Parker yang nilainya tidak begitu besar.
Tidak ada korban jiwa atau luka pada penghuni rumah. Dua orang ART (Anggota Rumah Tangga) yang sedang bertugas juga selamat. Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Tegalsari untuk segera diselidiki. Personel polisi telah melakukan pengecekan serta olah TKP di lokasi kejadian.
Peristiwa Awal dan Pemeriksaan
Cucu mantan wali kota, perempuan berinisial NW, menjelaskan bahwa salah satu ART sempat memasuki rumah dan melihat kondisi yang mencurigakan. Pintu yang terhubung dengan ruang garasi kendaraan dan pintu menuju ruang tamu tampak terbuka. Setelah melihat hal tersebut, ART tersebut memanggil ART lainnya dan segera keluar melalui pintu garasi samping untuk meminta pertolongan kepada petugas keamanan gedung pusat kecantikan di seberang rumah.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa para pelaku mulai merusak gembok pagar pada pukul 13.04 WIB. Mereka kemudian berhasil masuk ke halaman rumah dan mencoba menjebol pintu ruang tamu pada pukul 13.13 WIB. Para pelaku selesai menguras rumah pada pukul 13.20 WIB, sedangkan ART baru menyalakan lampu di ruang tengah pada pukul 16.47 WIB.
Barang yang Dibawa Pelaku
NW menambahkan bahwa para pelaku memasuki rumah saat kondisi sedang lengang karena ART sedang berada di belakang rumah. Mereka diduga menggunakan besi panjang untuk merusak gembok pagar dan mencongkel pintu rumah. Selama 10 menit, kedua pelaku menyatroni dua kamar untuk mencari benda-benda berharga. Namun, mereka hanya berhasil mengambil satu set bolpoin merek Parker milik kakeknya.
Ciri-ciri Pelaku
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh NW, para pelaku berjumlah dua orang dan berboncengan motor menuju lokasi. Usia mereka diperkirakan sekitar 30-an tahun. Pelaku pertama tampak memakai jaket berwarna hitam, bercelana panjang biru muda, helm bermotif garis merah, masker, dan sandal jepit. Sedangkan pelaku kedua juga memakai jaket hitam, celana biru muda, helm bermotif garis kuning, dan sandal jepit, tetapi tanpa masker. Salah satu pelaku memiliki kulit sawo matang, sementara yang lain memakai masker hingga tidak terlihat wajahnya.
Respons Kepolisian
Kasus ini sudah dilaporkan ke markas kepolisian setempat. Beberapa personel dari Polsek Tegalsari sudah datang ke lokasi untuk memeriksa dan melakukan olah TKP. NW berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku agar tidak ada lagi korban dari aksi kejahatan komplotan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa beberapa tahun lalu, rumah tersebut pernah disatroni maling, sehingga pihak keluarga telah memasang kawat di atas pagar dan menambahkan besi seperti teralis di kaca ruang tamu.
Upaya Konfirmasi
Infomalangraya.com berusaha mengonfirmasi Kapolsek Tegalsari Polrestabes Surabaya Kompol Pandhu Andhika Bimantara, beserta kanit reskrimnya, Iptu Rasyad Risqy Revianta, terkait kejadian tersebut. Namun, hingga berita ini rampung ditulis, kedua pejabat polsek tersebut belum merespons.







