Penemuan 33 Botol Miras dari Suporter Arema FC vs Persis Solo
Pada laga Super League 2025/2026 antara Arema FC dan Persis Solo, yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (18/4/2026), terjadi insiden yang memperkuat kesadaran akan pentingnya pengamanan selama pertandingan. Laga yang berakhir dengan kemenangan Arema FC dengan skor 2-0 ini turut tercoreng oleh penemuan 33 botol minuman keras (miras) dari kalangan suporter.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menjelaskan bahwa pihak kepolisian melakukan pengamanan tambahan sebelum pertandingan berlangsung. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas, keamanan, serta keselamatan selama pertandingan berlangsung.
Pengamanan tambahan ini dilakukan di Ring 4 sekitar Stadion Kanjuruhan. Pemeriksaan juga dilakukan di beberapa titik strategis seperti simpang empat Yonzipur 5/Arati Bhaya Wighina (ABW) dan simpang empat Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Bersama dengan Presidium Aremania, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dari calon penonton. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 33 botol minuman beralkohol dari 54 calon penonton. Total kendaraan yang diperiksa mencapai 28 unit.
Dari 54 suporter yang diperiksa, 27 di antaranya berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Malang, 19 dari Kota Malang, 4 orang dari Kota Batu, 2 orang dari Kabupaten Kediri, dan 2 orang dari Kabupaten Blitar. Barang bukti beserta 54 suporter tersebut telah diamankan di Polres Malang.
Taat menyebutkan bahwa Polres Malang akan berdiskusi dengan Presidium Aremania apakah akan dilakukan pembinaan lebih lanjut terhadap para suporter yang membawa miras. Tindakan serupa pernah dilakukan dalam pertandingan sebelumnya, namun pelaksanaannya dilakukan di Ring 2.
Khusus untuk pertandingan hari ini, pengamanan dilakukan lebih ketat di Ring 3 dan Ring 4. “Skema ini akan terus kami lakukan di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa komitmen pihak kepolisian adalah menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif serta iklim pertandingan yang aman, nyaman, dan tertib.
Pada kesempatan ini, Taat berpesan kepada seluruh masyarakat pecinta sepak bola termasuk Aremania bahwa skema seperti ini akan terus dilaksanakan ke depannya dan berkelanjutan.
Upaya Mengedukasi Suporter
Terpisah, Perwakilan Manajemen Arema FC, Munif Wakid, menambahkan bahwa pihaknya telah mengimbau ke seluruh suporter agar tidak mengkonsumsi miras di area stadion dan sekitarnya. “Kita harus menciptakan habit baru, yang nonton bal-balan (sepak bola) enggak mabuk iku yo mbois (itu keren) sebenarnya,” katanya.
Munif juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan edukasi melalui berbagai media, termasuk sosial media dan di stadion. Banyak flyer-flyer yang sudah dipasang untuk menyampaikan larangan membawa miras. “Ini juga masih kita sayangkan sih,” imbuhnya.
Melalui upaya ini, Munif mendukung pihak pengamanan untuk memperluas pemeriksaan di Ring 3 dan Ring 4. Sehingga kondusivitas selama pertandingan bisa terjaga. “Karena tujuan kita adalah sepak bola ini harus dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan tertib,” tegasnya.
Kesimpulan
Insiden penemuan 33 botol miras dari suporter Arema FC vs Persis Solo menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk tetap menjaga keamanan dan keselamatan selama pertandingan berlangsung. Dengan kolaborasi antara pihak kepolisian, manajemen klub, dan para suporter, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan dan pertandingan sepak bola dapat berjalan dengan lancar serta aman.






