Laga Hidup Mati Persipura Jayapura melawan Persela Lamongan
Persipura Jayapura siap menghadapi laga yang sangat penting dalam perjalanan mereka di Liga 2 musim 2025/2026. Pertandingan melawan Persela Lamongan akan digelar di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (11/4/2026). Kick-off pertandingan dijadwalkan pukul 19.00 WIT dan diprediksi akan berlangsung sangat sengit sejak menit awal.
Laga ini menjadi momen krusial bagi Skuad Mutiara Hitam untuk menjaga asa promosi ke Liga 1. Kemenangan menjadi harga mati jika Persipura ingin tetap bertahan di level teratas sepak bola Indonesia. Dengan posisi klasemen yang semakin ketat, setiap poin sangat berharga, dan kesalahan kecil bisa berdampak besar.
Peran Suporter sebagai “Pemain ke-12”
Menjelang laga penting ini, Black Danger Community (BDC), barisan suporter Persipura, mengajak seluruh masyarakat Papua untuk memadati stadion dan memberikan dukungan nyata kepada tim. Ketua Harian BDC, Simon P Bame, menekankan bahwa kehadiran suporter bukan hanya formalitas, tetapi bagian penting dari perjuangan pemain di lapangan.
“Pertandingan ini adalah laga penentuan. Ini putaran terakhir yang akan menentukan apakah Persipura bisa promosi ke Liga 1 atau tetap bertahan di Liga 2,” ujar Simon. Ia menyebut bahwa atmosfer stadion yang penuh dengan nyanyian dan semangat suporter akan menjadi energi tambahan yang tidak bisa digantikan.
Simon juga mengajak para pencinta Persipura, khususnya yang tinggal di Kota Jayapura, Sentani, dan sekitarnya, untuk tidak melewatkan laga ini. Ia mengimbau agar suporter datang lebih awal, mengenakan atribut kebanggaan Persipura, dan bersama-sama menciptakan lautan merah hitam di stadion.
Dukungan Nyata dari Suporter
Selain dukungan moral, Simon juga menekankan pentingnya kontribusi nyata dari suporter dengan membeli tiket secara resmi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan konkret terhadap keberlangsungan klub kebanggaan masyarakat Papua.
“Kami mengimbau semua suporter untuk membeli tiket secara resmi. Ini bagian dari dukungan langsung kita kepada Persipura Jayapura. Dengan membeli tiket, kita ikut membantu klub yang kita cintai agar terus berkembang,” ujarnya.
Simon juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh elemen suporter di dalam stadion. Ia berharap tidak ada sekat antar tribun, melainkan semua bersatu dalam satu tujuan, yakni mendukung Persipura meraih kemenangan.
“Baik di Tribun Timur, Barat, Utara, maupun Selatan, kita harus kompak, satu irama, satu suara. Kita bernyanyi bersama, berteriak bersama, dan membuat koreografi bersama, karena kita adalah pemain ke-12 bagi Persipura,” ucapnya.
Momen Kebangkitan Persipura
Masih menurut Simon, peran suporter sebagai pemain ke-12 bukan hanya slogan semata, tetapi nyata terasa dalam setiap pertandingan, terutama saat tim berada dalam tekanan. Teriakan dan dukungan dari tribun itu bisa menjadi penyemangat saat pemain mulai lelah atau kehilangan fokus.
Seluruh suporter diharapkan menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan berlangsung, sehingga atmosfer yang tercipta tetap positif dan mendukung jalannya pertandingan. Simon optimistis, dengan dukungan penuh dari masyarakat Papua, Persipura mampu menampilkan permainan terbaik dan meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Laga melawan Persela tidak hanya menjadi pertandingan biasa, tetapi menjadi momentum kebangkitan Persipura Jayapura untuk kembali menunjukkan jati diri sebagai salah satu klub besar di sepak bola Indonesia.
Ajakan untuk Datang ke Stadion
“Mari kita datang ke stadion, kita dukung tim kebanggaan kita. Persipura adalah harga diri orang Papua. Saatnya kita berdiri bersama untuk Mutiara Hitam,” tandas Simon.







