Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    5 Fakta Mahasiswi Nunukan Dirudapaksa di Rumah Mewah Makassar, Lompat Jendela dengan Tangan Terikat

    18 Mei 2026

    Sunarsi Khoris, Ketua DPRD Jember yang Kecewa Anggotanya Main Game Saat Rapat

    18 Mei 2026

    Saham dan Rupiah Volatil, Waktunya Investor Perbarui Portofolio

    18 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 18 Mei 2026
    Trending
    • 5 Fakta Mahasiswi Nunukan Dirudapaksa di Rumah Mewah Makassar, Lompat Jendela dengan Tangan Terikat
    • Sunarsi Khoris, Ketua DPRD Jember yang Kecewa Anggotanya Main Game Saat Rapat
    • Saham dan Rupiah Volatil, Waktunya Investor Perbarui Portofolio
    • Terpopuler: Ibu Marah Bawa Sound Ingin Duet dengan Afgan hingga Penipuan Jaksa Palsu
    • Naskah Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Jadikan Segala Aktivitas Sebagai Ibadah kepada Allah
    • 16 Masalah Kesehatan Umum pada Bayi di Bawah Satu Tahun
    • 9 Resep Jus Buah untuk Kesehatan Janin Selama Kehamilan
    • Pelatihan Kurikulum Cinta Angkatan 2 Kemenag 2026: Jadwal dan Materi
    • 10 Taman Air di Banten untuk Liburan Akhir Pekan, Tiket Mulai Rp10 Ribu
    • Nobar Pesta Babi Dibubarkan, Dandhy Laksono Merasa Terhormat
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Mengapa Campak Bisa Menyebabkan Pneumonia?

    Mengapa Campak Bisa Menyebabkan Pneumonia?

    adm_imradm_imr20 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyebab Campak Menyebabkan Pneumonia

    Campak sering dikenali dari gejalanya seperti demam tinggi, mata merah, batuk, dan ruam. Namun, virus campak sebenarnya menyerang lebih dalam—termasuk sistem pernapasan dan sistem kekebalan tubuh. Bagi sebagian orang, campak bisa sembuh tanpa komplikasi serius. Akan tetapi, pada kelompok rentan seperti bayi, anak kecil, dan orang dengan sistem imun lemah, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

    Yang sering tidak disadari, banyak kematian akibat campak tidak disebabkan oleh ruam atau demamnya, melainkan karena komplikasi pada paru-paru, terutama pneumonia. Memahami bagaimana virus campak dapat memicu pneumonia membantu menjelaskan mengapa penyakit ini masih menjadi ancaman serius.

    Virus Campak Menyerang Sistem Pernapasan Sejak Awal Infeksi

    Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus. Penularannya terjadi melalui droplet pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Setelah masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau tenggorokan, virus campak pertama kali menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan dan sistem imun. Dari sana, virus menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ, termasuk paru-paru.

    Infeksi pada jaringan paru ini dapat menyebabkan pneumonia virus langsung, yang dikenal sebagai primary measles pneumonia. Kondisi ini terjadi ketika virus secara langsung merusak jaringan paru dan menyebabkan peradangan. Dalam beberapa kasus, pneumonia ini dapat berkembang cepat dan menjadi berat, terutama pada bayi atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Campak Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Salah satu alasan utama mengapa campak berbahaya adalah kemampuannya melemahkan sistem imun secara signifikan. Penelitian menunjukkan virus campak dapat menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai immune amnesia, yaitu kondisi ketika sistem imun kehilangan sebagian memori terhadap infeksi sebelumnya. Artinya, setelah terinfeksi campak, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai patogen lain, termasuk bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia.

    Akibatnya, banyak kasus pneumonia pada pasien campak sebenarnya bukan hanya karena virus campak itu sendiri, tetapi juga karena infeksi bakteri sekunder, seperti:

    • Streptococcus pneumoniae.
    • Staphylococcus aureus.
    • Haemophilus influenzae.

    Infeksi sekunder inilah yang sering memperparah kondisi pasien dan meningkatkan risiko kematian.

    Peradangan Paru yang Mengganggu Pertukaran Oksigen

    Ketika pneumonia terjadi, jaringan paru-paru mengalami peradangan dan terisi cairan atau sel imun. Kondisi ini mengganggu fungsi utama paru-paru, yaitu pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Jika peradangan cukup luas, tubuh tidak dapat memperoleh oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organ vital.

    Pada orang dengan campak, kondisi ini bisa diperparah oleh beberapa faktor, seperti:

    • Demam tinggi yang berkepanjangan.
    • Dehidrasi.
    • Malnutrisi.
    • Sistem imun yang sudah melemah.

    Pneumonia merupakan penyebab kematian paling umum pada penderita campak, terutama pada anak-anak di negara dengan akses kesehatan terbatas.

    Kelompok yang Paling Berisiko Mengalami Pneumonia Akibat Campak

    Tidak semua pasien campak mengalami pneumonia. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami komplikasi ini. Kelompok yang paling rentan antara lain:

    • Bayi dan anak kecil: Sistem kekebalan mereka belum berkembang sepenuhnya sehingga lebih mudah mengalami komplikasi.
    • Anak dengan malnutrisi: Kekurangan nutrisi, terutama vitamin A, dapat memperburuk infeksi campak dan meningkatkan risiko pneumonia.
    • Orang dengan sistem imun lemah: Misalnya penderita HIV atau pasien yang menjalani terapi imunosupresif.

    Karena alasan ini, para ahli menekankan pentingnya vaksinasi campak sebagai cara paling efektif untuk mencegah komplikasi serius, termasuk pneumonia.

    Virus campak dapat menyerang sistem pernapasan dan sistem imun, sehingga dapat memicu infeksi paru yang serius. Sebagian besar kematian akibat campak terjadi bukan karena ruam atau demamnya, melainkan karena komplikasi pneumonia yang merusak fungsi paru-paru dan mengganggu suplai oksigen ke tubuh. Pencegahan melalui vaksinasi dan penanganan medis yang cepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi yang berbahaya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    16 Masalah Kesehatan Umum pada Bayi di Bawah Satu Tahun

    By adm_imr18 Mei 20262 Views

    Epidemiolog UGM: Wabah Hantavirus Terkait Tikus

    By adm_imr18 Mei 20261 Views

    Smartwatch Tidak Selalu Akurat: Sains Ungkap 6 Cara Perangkat Ini Menipu Kita

    By adm_imr17 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 Fakta Mahasiswi Nunukan Dirudapaksa di Rumah Mewah Makassar, Lompat Jendela dengan Tangan Terikat

    18 Mei 2026

    Sunarsi Khoris, Ketua DPRD Jember yang Kecewa Anggotanya Main Game Saat Rapat

    18 Mei 2026

    Saham dan Rupiah Volatil, Waktunya Investor Perbarui Portofolio

    18 Mei 2026

    Terpopuler: Ibu Marah Bawa Sound Ingin Duet dengan Afgan hingga Penipuan Jaksa Palsu

    18 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?