Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang pesat membuat sektor chip menjadi pusat perhatian utama bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar. Di tengah meningkatnya permintaan daya komputasi untuk model AI generatif yang semakin kompleks, Microsoft dan Anthropic kini terlibat dalam pembicaraan awal mengenai penggunaan chip AI kustom yang dikembangkan oleh Microsoft.
Menurut laporan media, Microsoft sedang dalam proses negosiasi untuk menyediakan chip AI khusus kepada Anthropic. Meskipun belum ada kesepakatan resmi, laporan tersebut menyebutkan bahwa Anthropic sedang mempertimbangkan penggunaan chip Maia, yaitu chip AI generasi kedua dari Microsoft. Namun, hingga saat ini, kedua belah pihak belum menandatangani kontrak apapun.
Chip Maia, yang baru saja diperkenalkan oleh Microsoft, belum tersedia secara umum untuk pelanggan Azure. Hal ini menunjukkan upaya Microsoft untuk memperkuat posisinya di pasar chip AI khusus, yang selama ini didominasi oleh Amazon dan Google. Meski demikian, Anthropic belum mengonfirmasi apakah akan menggunakan chip Maia atau tidak. Sumber yang mengetahui proses pembicaraan menyebutkan bahwa negosiasi masih berlangsung.
Tekanan pada infrastruktur komputasi di Anthropic terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penggunaan asisten AI Claude dan alat pemrograman Claude Code. Kepala eksekutif Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan menghadapi “kesulitan dalam hal komputasi”, yang menunjukkan bahwa keterbatasan kapasitas komputasi telah menjadi tantangan serius.
Pada November 2025, Microsoft juga mengumumkan investasi sebesar 5 miliar dolar AS ke Anthropic. Sebagai bagian dari kerja sama ini, Anthropic berkomitmen untuk membelanjakan 30 miliar dolar AS untuk layanan cloud Azure. Namun, strategi komputasi Anthropic tidak hanya bergantung pada satu penyedia. Perusahaan juga menggunakan layanan cloud dari Amazon dan Google, serta sebelumnya sangat bergantung pada unit pemrosesan grafis (GPU) dari Nvidia untuk pelatihan model AI.
Selain itu, pada April 2026, Anthropic menyepakati penggunaan chip Trainium milik Amazon Web Services dalam kontrak jangka panjang senilai lebih dari 100 miliar dolar AS. Perusahaan juga sebelumnya mengumumkan rencana penggunaan chip Tensor Processing Unit (TPU) milik Google, yang menunjukkan strategi multi-pemasok dalam memenuhi kebutuhan komputasi.
Beberapa kontrak tambahan juga menunjukkan besarnya skala penggunaan infrastruktur AI. Pada Rabu, SpaceX mengungkapkan bahwa Anthropic akan membayar sekitar 1,25 miliar dolar AS per bulan untuk kebutuhan komputasi hingga Mei 2029. Ini menunjukkan betapa besar konsumsi infrastruktur AI saat ini.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Microsoft, Satya Nadella, menegaskan keunggulan teknis chip Maia 200 dengan menyatakan bahwa chip tersebut menawarkan peningkatan lebih dari 30 persen token per dolar dibandingkan silikon terbaru dalam armada Microsoft. Ia juga menambahkan bahwa chip tersebut sudah mulai digunakan di pusat data Microsoft di Arizona dan Iowa sebagai bagian dari upaya memperluas kapasitas komputasi untuk layanan AI.
Dengan berbagai pembicaraan, investasi besar, dan kontrak komputasi lintas perusahaan, hubungan antara Microsoft dan Anthropic menunjukkan bahwa persaingan AI global kini tidak hanya tentang model dan aplikasi, tetapi juga tentang perebutan kendali atas infrastruktur komputasi yang menjadi fondasinya.







