Infomalangraya.com,
JAKARTA – Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research menunjukkan bahwa mikroplastik sering ditemukan di berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Partikel mikroplastik ini dapat memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia jika masuk ke dalam tubuh.
Temuan mengenai adanya mikroplastik dalam makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari telah diungkapkan melalui jurnal Environmental Research yang diterbitkan pada tahun 2024. Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan melakukan analisis terhadap lebih dari 12 sumber protein yang umum dikonsumsi, termasuk daging ayam, daging sapi, makanan laut, produk olahan, serta buah dan sayuran.
Hasilnya mengejutkan, karena hampir 90% dari sumber protein yang diuji ternyata mengandung mikroplastik dalam jumlah yang bervariasi. Jurnal sebelumnya yang diterbitkan oleh Environmental Research pada Agustus 2020 juga mencatat adanya sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel mikroplastik dalam buah dan sayur.
Buah apel dan wortel menjadi dua contoh yang paling banyak mengandung mikroplastik, dengan jumlah partikel per gram yang melebihi 100.000. Apel memiliki sekitar 195.500 partikel per gram, disusul oleh pir dengan 189.500 partikel. Sementara itu, dalam kategori sayuran, wortel dan brokoli adalah yang paling tinggi kandungan mikroplastiknya, masing-masing melebihi 100.000 partikel per gram.
“Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga ikut mengonsumsi mikroplastik,” ujar Sion Chan, aktivis Greenpeace Asia Timur yang berbasis di Hong Kong, yang menyoroti isu pencemaran mikroplastik pada produk pangan, khususnya buah dan sayuran.
Lalu, apa sebenarnya mikroplastik dan seberapa bahaya bagi kesehatan? Berikut penjelasannya:
Apa Itu Mikroplastik dan Bahayanya bagi Kesehatan
Apa Itu Mikroplastik
Mikroplastik adalah serpihan plastik yang berukuran kurang dari 5 milimeter. Bahan ini bisa ditemukan dalam air, tanah, maupun udara yang dihirup. Limbah plastik mengalami proses penguraian oleh lingkungan, termasuk dari sinar matahari. Proses ini membuat plastik menjadi rapuh dan pecah. Karena tidak terurai sempurna, partikel plastik ini berubah menjadi potongan-potongan kecil yang disebut mikroplastik.
Selain berasal dari penguraian plastik besar, mikroplastik juga bisa dibuat secara sengaja oleh manusia sebagai bahan abrasif untuk prosedur sandblasting hingga butiran mikro (microbeads) untuk pembersih wajah.
Jenis-Jenis Mikroplastik
Bisphenol-A (BPA):
Bahan kimia yang digunakan untuk menghasilkan plastik polikarbonat yang kuat, seperti pada wadah makanan dan produk kebersihan.Ftalat (phthalate):
Bahan kimia yang digunakan untuk menghasilkan plastik yang fleksibel, transparan, dan tahan lama, seperti pada wadah makan.Dioksin:
Bahan kimia yang merupakan produk sampingan dari herbisida dan pemutih kertas yang mencemari lingkungan.Polietilen dan polipropilen:
Bahan kimia yang digunakan untuk kemasan plastik makanan, seperti polyethylene terephthalate (PET), high density polyethylene (HDPE), low density polyethylene (LDPE), dan polypropylene (PP).
Dampak Mikroplastik bagi Kesehatan
- Gangguan hormon
- Mengganggu perkembangan janin
- Memicu peradangan usus
- Meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan diabetes tipe 2







