Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Hujan Lebat, Kepanjen-Tajinan Berawan

    4 Mei 2026

    Mencoba Mobil Listrik E4 di Tiongkok, Pertama di Dunia

    4 Mei 2026

    Pembaruan terkini kecelakaan kereta di Bekasi Timur, 14 korban tewas

    4 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 4 Mei 2026
    Trending
    • Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Hujan Lebat, Kepanjen-Tajinan Berawan
    • Mencoba Mobil Listrik E4 di Tiongkok, Pertama di Dunia
    • Pembaruan terkini kecelakaan kereta di Bekasi Timur, 14 korban tewas
    • Akhir menyedihkan, suami Banyuwangi ikut meninggal usai bakar istrinya
    • Empat Tewas, 79 Terluka dalam Kecelakaan Kereta Bekasi
    • Tragedi Maut di Pinang Merah Jambi: Ayah Tewas Dibunuh Tetangga
    • Cara Menghadapi Istri Marah dalam Islam dengan Bicara Lembut
    • Spring Bed Pilihan Kesehatan Terbaik di Indonesia
    • 5 tempat makan viral di Batam yang harus dicoba: surga kuliner!
    • Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Pembaruan Musik Rock
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Mitos AI ancam stabilitas keuangan global, negara berkembang paling rentan

    Mitos AI ancam stabilitas keuangan global, negara berkembang paling rentan

    adm_imradm_imr4 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kecemasan Global terhadap Kemampuan AI Mythos

    Pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menjadi momen penting yang memicu kekhawatiran global mengenai model AI Anthropic terbaru, Claude Mythos. Model ini dinilai memiliki potensi sebagai senjata siber yang bisa mengguncang sistem keuangan dunia. Negara-negara berkembang seperti Indonesia dianggap paling tidak siap menghadapi ancaman ini.

    Seminggu sebelum pertemuan IMF dan Bank Dunia digelar di Washington pada 13 – 18 April, para pembuat kebijakan memperkirakan diskusi akan fokus pada konflik Timur Tengah, ketegangan pasar kredit swasta, dan tingkat utang pemerintah yang tinggi. Namun, kemampuan model AI Mythos justru mendominasi pembicaraan. Diketahui bahwa model AI Mythos dianggap terlalu berbahaya untuk dirilis ke publik.

    Dokumen teknis setebal 245 halaman yang dirilis oleh Anthropic menjelaskan bahwa Mythos beroperasi seperti seorang software engineer senior. Model ini mampu mendeteksi bug halus dan memperbaiki kesalahan sendiri. Dalam pengujian, model AI Mythos menemukan kesalahan kritis di setiap sistem operasi (OS) dan peramban web yang banyak digunakan. Menurut laporan Reuters, sebanyak 99% dari kerentanan yang ditemukan belum ditambal.

    Potensi Bahaya yang Mengkhawatirkan

    Pejabat AS meminta akses ke AI Mythos yang batal dirilis karena bahaya. Regulator Keuangan Asia juga waswas karena AS punya AI Mythos yang disebut berbahaya bagi bank. Anthropic sedang melakukan investigasi dugaan AI Mythos dibobol, dan ini membuka pertanyaan tentang bahaya yang mungkin muncul.

    Keunggulan AI Mythos hasil pengujian Anthropic (Claude, ChatGPT, Infomalangraya.com/Desy Setyowati)

    Mythos menjadi model AI pertama yang berhasil menyelesaikan simulasi serangan siber 32 langkah yang dibuat oleh AI Security Institute (AISI) Inggris. Dalam tiga dari 10 percobaan, model ini mampu memecahkan tantangan ini, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Temuan AISI tentang kemampuan Mythos dibandingkan model AI lainnya menunjukkan bahwa model ini memiliki keunggulan signifikan dalam mengidentifikasi dan merangkai kerentanan perangkat lunak dengan kecepatan dan skala yang melampaui kemampuan manusia.

    Perhatian Serius dari Para Pejabat Keuangan Global

    Para pejabat keuangan global memperlakukan Claude Mythos sebagai isu stabilitas keuangan yang mendesak. Inti ketakutan mereka adalah model AI seperti Mythos mampu mengidentifikasi dan merangkai kerentanan perangkat lunak dengan kecepatan dan skala yang melampaui kemampuan manusia.

    “Ini tantangan yang sangat serius bagi kita semua,” kata Gubernur Bank of England Andrew Bailey, yang memimpin Financial Stability Board. “Ini mengingatkan kita betapa cepatnya dunia AI bergerak.”

    Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengakui secara terbuka bahwa tidak ada kerangka tata kelola yang tersedia untuk mengawasi risiko semacam ini. “Saya rasa belum ada kerangka tata kelola yang benar-benar memperhatikan hal-hal tersebut,” kata dia. “Jika jatuh ke tangan yang salah, Mythos bisa sangat buruk.”

    Respons Negara-Negara Maju

    Respons negara-negara maju bergerak cepat. Ketua bank sentral AS Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggelar pertemuan khusus dengan para CEO bank-bank besar AS, termasuk Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Wells Fargo, untuk memastikan mereka sadar akan risiko Mythos dan mengambil langkah perlindungan sistem.

    JPMorgan, Morgan Stanley dan Citigroup disebut telah memperoleh akses ke AI Mythos, setelah pejabat AS berdiskusi dengan Anthropic. Lembaga keuangan Inggris dikabarkan akan diberikan akses dalam beberapa minggu ke depan, setelah perwakilan Kementerian Keuangan Inggris, Otoritas Pengawasan Keuangan, dan Pusat Keamanan Siber Nasional (National Cyber Security Centre) bertemu dengan Anthropic.

    Di sinilah ketimpangan mulai tampak. Bank-bank di negara maju tak hanya waspada, mereka bisa menguji coba Mythos dan mulai memperbaiki kerentanan apa pun yang ditemukan dalam sistem. Sementara negara berkembang, termasuk Indonesia, menanggung potensi ancamannya.

    Risiko bagi Indonesia

    Sumber Reuters mengatakan para pejabat bank sentral India berkonsultasi dengan The Fed AS dan Bank of England mengenai AI Mythos. Otoritas pembayaran India, National Payments Corporation of India (NPCI) dan sejumlah bank juga berupaya untuk mendapatkan akses awal ke Mythos.

    Namun, akses semacam itu mungkin tidak akan terwujud karena sistem Mythos milik Anthropic di-hosting di server yang dikontrol ketat di AS dan menjalankan pengujian pada data lokal di yurisdiksi asing bisa jadi sulit.

    Indonesia di Titik Rentan

    India pun kesulitan, lalu bagaimana dengan Indonesia yang sempat menghadapi pembobolan infrastruktur penting Pusat Data Nasional Sementara pada Juni 2024.

    “Eksposur terhadap kerentanan semacam ini dapat diperbesar, karena AI mampu melakukan eksploitasi secara sistematis dan berulang tanpa kelelahan,” kata Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha kepada Infomalangraya.com.co.id, Senin (27/4), menyoroti rapuhnya sistem pertahanan digital Indonesia ketika berhadapan dengan aktor yang memiliki kapabilitas tinggi.

    Di satu sisi, sistem perbankan modern telah bergantung pada arsitektur digital yang kompleks, termasuk core banking system, Application Programming Interface (API) terbuka, serta integrasi dengan layanan pihak ketiga. Dalam kondisi seperti ini, AI berkemampuan analisis pola skala besar, dapat digunakan untuk mengidentifikasi celah keamanan dengan kecepatan yang jauh melampaui kemampuan manusia.

    Potensi ancaman terhadap sektor perbankan menjadi semakin kompleks karena adanya kemungkinan penggunaan AI untuk menggabungkan berbagai teknik serangan dalam satu kerangka operasi.

    Dalam tahap lanjutan, kata dia, AI juga dapat digunakan untuk menghindari sistem deteksi fraud dengan mempelajari pola transaksi normal dan menyesuaikan perilaku serangan agar tidak mencurigakan. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman tidak lagi bersifat statis, melainkan dinamis dan terus berkembang mengikuti respons sistem pertahanan.

    Meski begitu, menurut dia kehadiran AI Mythos menjadi katalis untuk memperkuat fondasi keamanan siber nasional agar mampu menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

    Tindakan yang Diperlukan

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah mengikuti perkembangan isu Claude Mythos dan menyadari bahwa kemajuan AI berkapabilitas tinggi dapat mempercepat penemuan dan eksploitasi kerentanan siber.

    Sebagai respons, OJK meminta perbankan memperkuat ketahanan siber dengan mewajibkan penerapan manajemen risiko teknologi dan informasi yang efektif sesuai POJK Nomor 11 Tahun 2022.

    “Kewajiban ini mencakup identifikasi ancaman secara proaktif, manajemen kerentanan, penguatan layanan digital, hingga pengelolaan pihak ketiga, guna memastikan ketahanan siber perbankan nasional,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, kepada Infomalangraya.com.co.id, Jumat (24/4).

    Namun regulasi yang ada dinilai belum cukup untuk menghadapi ancaman yang bergerak jauh lebih cepat. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menyebut bahwa ancaman dari AI canggih seperti Mythos bersifat berlapis.

    “Ada banyak risiko. Yang utama meliputi eksploitasi celah sistem, fraud berbasis AI, dan kebocoran data,” ujar Heru kepada Infomalangraya.com.co.id, Jumat (24/4). Bank dinilai perlu memperkuat keamanan siber, menerapkan AI governance, meningkatkan deteksi anomali, serta meningkatkan kesiapan SDM dan regulasi internal.

    “Indonesia sebaiknya proaktif seperti negara lain,” Heru menambahkan. Regulator seperti OJK, Bank Indonesia (BI), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dinilai perlu mengkaji risiko dan manfaat AI canggih seperti Mythos. “Fokusnya bukan melarang, tetapi memastikan tata kelola, audit keamanan, dan standar penggunaan yang jelas.”

    Akan tetapi, BI, Kementerian Komdigi, dan Perbanas belum memberikan tanggapan.

    Jika AI seperti Mythos digunakan untuk menyerang sistem pembayaran, settlement, atau infrastruktur perbankan utama secara serentak, dampaknya dapat menjalar ke likuiditas pasar, kepercayaan nasabah hingga stabilitas sistem keuangan lintas-negara.

    Kemunculan Mythos menunjukkan bahwa persaingan AI kini bukan lagi soal inovasi, tetapi juga soal ketahanan ekonomi dan keamanan nasional. Negara yang lebih cepat menguasai teknologi pertahanan berbasis AI berpotensi memiliki keunggulan strategis, sementara yang tertinggal menghadapi kerentanan yang semakin besar.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Huawei kembangkan pengisi daya 1.500 kW tenaga surya

    By adm_imr4 Mei 20261 Views

    Jabra Perkenalkan Teknologi Audio-Video Terbaru

    By adm_imr4 Mei 20262 Views

    Apakah ABS Bisa Digunakan pada Kereta?

    By adm_imr4 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Hujan Lebat, Kepanjen-Tajinan Berawan

    4 Mei 2026

    Mencoba Mobil Listrik E4 di Tiongkok, Pertama di Dunia

    4 Mei 2026

    Pembaruan terkini kecelakaan kereta di Bekasi Timur, 14 korban tewas

    4 Mei 2026

    Akhir menyedihkan, suami Banyuwangi ikut meninggal usai bakar istrinya

    4 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?