Kehilangan yang Menyedihkan
Kisah tragis di balik kecelakaan maut truk kontainer mengguncang keluarga korban. Salah satu anak yang selamat, Sifa (19), kini harus menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya setelah kedua orangtua dan adik terkecil meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga korban kecelakaan maut truk kontainer di Perumahan Citra Kebun Mas (CKM), Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Senin (16/2/2026) malam. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, datang langsung untuk bertakziah. Tangis pun pecah dari keluarga korban yang ditinggalkan.
Didampingi sang istri, Vida Syaepuloh, dan jajaran pemerintah daerah, Aep menyampaikan belasungkawa kepada anak-anak korban yang kini harus menjadi yatim piatu dalam sekejap. Seperti diketahui, kecelakaan tragis di Jalan Raya Tanggul Rawa Gabus, Minggu (15/2/2026), merenggut nyawa Idik Tasdik (46), istrinya Itiar (42), dan anak ketiga mereka, M.A. Miyaz (8). Padahal, mereka baru saja pulang merayakan syukuran hafalan Al-Qur’an 30 juz salah satu anaknya, Hafidz.
Jaminan Masa Depan untuk Anak Yatim Piatu
Dalam kunjungannya, Bupati Aep memberikan perhatian khusus kepada Sifaul Iiiati Nur Alawiyah (19), anak sulung yang kini memikul tanggung jawab besar bagi adik-adiknya. Aep berjanji memberikan pekerjaan yang layak bagi Sifa agar bisa menopang ekonomi keluarga.
“Saya akan masukkan coba keinginannya ingin masuk kerja. Insya Allah kita akan berikan tempat pekerjaan yang lebih baik. Ya minimal jadi ada penopang untuk keluarga,” tegas Aep di hadapan keluarga korban. Tak hanya itu, Aep juga menjamin pendidikan dan kesehatan Hafidz, sang hafiz cilik yang kakinya sempat terjepit dan kini dirawat di RSUD Karawang.
“Adiknya tadi Aep telepon dirut RSUD agar ini dapat penanganan terbaik. Adiknya mau pesantren atau sekolah dimana, Aep bantu ya,” tambahnya.
Jalan Maut Ditutup Permanen
Merespons kecelakaan fatal yang disebabkan kontainer terguling di jalan menurun tersebut, Aep mengambil langkah tegas. Ia memerintahkan penutupan permanen akses jalan turunan di lokasi kejadian yang dinilai sangat curam dan berbahaya bagi kendaraan besar.
Sebagai solusinya, pemerintah akan membangun jalan permanen khusus roda dua di jalur alternatif seberangnya. “Bahwa jalan itu akan hari ini kita tutup permanen. Karena memang di situ sangat curam juga. Nah ada jalur alternatif tentunya yang untuk bisa dilalui oleh motor, dan tentunya yang sebelah (seberangnya), tapi memang harus ada penanganan kurang lebih sekitar 200-300 meter,” jelas Aep.
Aep berharap kejadian memilukan ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama para pengemudi kendaraan bertonase besar agar tidak memaksakan diri melewati jalur yang tidak sesuai peruntukannya. “Saya berharap mudah-mudahan ini juga menjadi pelajaran untuk kita semuanya. Keluarga yang ditinggalkan juga bisa diberikan ketabahan, dan kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat di sini yang sangat luar biasa guyub,” tutupnya.
Kesaksian Anak yang Selamat
Sifa (19) anak pertama dari Idik Tasdik dan Itiar ungkap kesaksian bagaimana mobil mereka tertimpa kontainer. Dikutip dari akun Instagram @halokrw, Sifa bercerita peristiwa menyeramkan itu terjadi sepulang keluarganya dari acara makan-makan. “Kita habis makan-makan, mama ngajak makan-makan. Terus pulangnya itu emang niatnya jenguk om karena habis sakit,” ungkap Sifa.
Kecelakaan terjadi ketika ayah Sifa yang mengemudikan mobil tidak melihat adanya truk kontainer di depan mereka. Menurut Sifa, kondisi saat itu gelap sehingga jalan memang kurang terlihat. Kondisi semakin mengkhawatirkan karena kondisi macet sehingga mobil yang dinaiki keluarga Sifa tidak punya ruang gerak. “Papa saya udah terlanjur masuk (ke area di dekat truk kontainer), nggak bisa mundur lagi. Jadi di situ kita panik, kita panik banget. Papa saya itu udah ngegas, udah teriak. Terus trontonnya ngeguling,” cerita Sifa mengenang malam mengerikan itu.
Di saat itu semua sudah terlambat, mobil yang dianiki Sifa dan keluarga tak lagi bisa menghindar. Dalam sekejam, kontainer truk menimpa sedan yang mereka naiki hingga bagian depan ringsek berat. “Di depan itu ada papa saya, adik saya yang anak ketiga, sama ibu saya. Yang di belakang itu Alhamdulillah selamat semua. Ada saya, adik saya paling terakhir, sama adik saya yang anak kedua,” lanjutnya.
Sifa lantas bercerita bagaimana ia berusaha keluar dari mobil dengan sisa tenaga. “Pas mobil nabrak terus truk keguling, itu saya kan mau buka pintu udah nggak bisa, pintunya udah bengkok, handle luarnya udah copot. Terus kuncinya saya tarik-tarik itu udah nggak bisa dari dalem,” ceritanya.
Sifa lantas berupaya keluar dari kaca belakang yang memang sudah pecah. “Saya keluar dari kaca belakang itu tu emang udah pecah dari ketimpa trontonya. Jadi agak dipecahin lagi supaya saya bisa keluar.” Sifa bercerita saat itu kedua orangtua dan adiknya yang duduk di depan sudah tidak memberikan reaksi apapun. “Karena langsung tertimpa jadi si atap mobil itu langsung hancur, kaca langsung pecah. Itu langsung mereka tertunduk aja gitu,” ungkapnya menahan tangis.
Baru Pulang Syukuran
Idik dan keluarga baru saja pulang merayakan syukuran atas pencapaian sang anak ke tiganya bernama Hafid yang berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an (tahfidz) 30 juz di pusat perbelanjaan di Galuh Mas Karawang. Idik menyetir kendaraan Toyota Corola, bersama istrinya Itiar (42) dan anak ketiganya M.A. Miyaz (8) duduk di depan. Sedangkan Hafidz, anak pertamanya Sifa dan Echa duduk di belakang.
Malam itu Idik dan keluarga hendak pulang ke rumahnya ke Perumahan Citra Kebun Mas Blok H, Desa Bengle, Kabupaten Karawang. Sesampainya lokasi di Jalan Raya Tanggul Rawa Gabus, Desa Kondang Jaya, Kecamatan Karawang Timur. Tiba-tiba kendaraan kontainer terjatuh dari atas menimpa bagian depan kendaraan yang dikendarai Idik. Idik Tasdik (46) dan Itiar (42) bersama anak ketiganya M.A. Miyaz (8) tewas ditempat. Sementara Hafidz kakinya terjepit dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sedangkan dua anaknya Sifa dan Echa selamat dengan mengalami luka ringan.
Penghormatan untuk Almarhum
Ketua RT 28 Perum CKM, Agung Mulyoto (54), menyampaikan bahwa almarhum Idik Tasdik merupakan sosok teladan bagi warga. Dia aktif sebagai pengurus perumahan. “Almarhum aktif di pengurus perumahan, dan sangat bergaul sosial sama warga,” kata dia saat diwawancarai di TPU Wagirmalang, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya pada Senin (16/2/2026).
Ia mengungkapkan, musibah ini sangat mengejutkan dan menyayat hati karena keluarga korban baru saja menggelar acara syukuran atas pencapaian sang anak yang berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an (tahfidz) 30 juz. “Dia itu sosok yang teladan bagi warga, istrinya juga aktif sebagai pengurus di perumahan. Mereka itu baru saja pulang syukuran karena anaknya hafal Alquran,” kata dia. Ia menambahkan, korban dimakamkan di TPU Wagirmalang, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Ketiganya dimakamkan berdampingan di TPU tersebut. “Memang orangnya baik, makanya banyak yang datang proses pemakaman,” kata dia.







