Salat Idul Adha: Tata Cara dan Amalan Sunnah yang Perlu Diketahui
Salat Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Ibadah ini dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu hari raya yang penuh makna dan keberkahan. Pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur pada hari yang sama. Dalam ajaran Islam, hukum melaksanakan salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.
Momentum Hari Raya Idul Adha juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meraih keridhaan serta pahala dari Allah SWT. Oleh karena itu, disarankan agar salat Idul Adha dilakukan lebih awal setelah matahari terbit agar pelaksanaannya lebih utama. Waktu yang lebih pagi memberi kesempatan luas bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah kurban setelah salat selesai.
Karena itu, umat Muslim tidak disarankan menunda pelaksanaan salat Idul Adha hingga mendekati waktu Zuhur. Salat Idul Adha dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka bersama masyarakat. Selain berjamaah, salat Idul Adha juga tetap diperbolehkan dikerjakan sendiri di rumah apabila memiliki alasan tertentu.
Tata Cara Salat Idul Adha
Berikut tata cara salat Idul Adha sesuai dengan panduan dalam buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’i:
- Niat
Niat Salat Idul Adha Sendiri:
“Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”
Niat Salat Idul Adha Berjamaah:
“Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’la.”
- Takbiratul Ihram
- Doa Iftitah
Takbir 7 Kali, dan setelah takbir disunahkan membaca:
“Subhanallah walhamdu lillah wala ilaha ilallahu wallahu akbar.”Al-Fatihah
- Membaca surat Alquran, lebih utama membaca Qaf atau Al-A’la.
- Sempurnakan rakaat pertama seperti dalam salat lainnya.
- Berdiri untuk rakaat kedua.
Takbir 5 Kali, dan setelah takbir disunahkan membaca:
“Subhanallah walhamdu lillah wala ilaha ilallahu wallahu akbar.”Al-Fatihah
- Membaca surat Alquran, lebih utama membaca Al-Ghasyiah.
- Sempurnakan seperti dalam salat lainnya.
- Salam.
- Khutbah Idul Adha.
Khutbah pertama membaca takbir sembilan kali. Sementara, pada khutbah kedua membaca takbir tujuh kali. Apabila salat Idul Adha dikerjakan berjamaah di rumah dan ada yang memiliki kemampuan menyampaikan khutbah, maka sebaiknya disertai dengan khutbah. Khutbah salat Idul Adha berisi penerangan tentang ibadah haji dan hukum kurban.
Amalan Sunnah Saat Salat Idul Adha
Beberapa amalan sunnah saat salat Idul Adha antara lain:
Mandi sebelum Salat Idul Adha
Disebutkan dalam beberapa hadits bahwa Nabi Muhammad SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.Memakai Pakaian yang Terbaik dan Wewangian
Dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan wewangian untuk melaksanakan salat Idul Adha. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah SAW menyuruh kami agar memakai pakaian terbaik dan wewangian terbaik yang kamu miliki pada dua hari raya.” (HR. Al-Hakim).Mengumandangkan Takbir
Takbiran Idul Adha dilakukan sejak waktu fajar pada hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik tanggal 13 Dzulhijjah.Melaksanakan Salat Idul Adha
Sebagaimana hadits dari Ibnu Umar Ra, bahwa Rasulullah SAW, Abu Bakar, dan Umar Ra, mereka biasa melakukan shalat dua hari raya sebelum berkhutbah. (HR Al Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Muslim).Makan setelah Salat Idul Adha
Disunnahkan menunda makan sebelum berangkat salat Idul Adha sebagaimana diriwayatkan oleh Budairah bahwa Rasulullah SAW tidak berangkat pada hari Idul Fitri sebelum makan terlebih dahulu dan beliau tidak makan pada waktu Idul Adha kecuali setelah pulang dari salat Idul Adha.Pergi dan Pulang Mengambil Jalan yang Berbeda
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits disampaikan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.” (HR Al Bukhari).






