Pasar mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan. Dengan meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi, segmen PHEV mulai menempati posisi yang strategis dalam industri otomotif nasional.
Perkembangan Pasar PHEV di Indonesia
Menurut Yannes Martinus Pasaribu, seorang pakar otomotif dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), PHEV memiliki peran penting sebagai jembatan antara kendaraan konvensional dan kendaraan listrik murni (BEV). Ia menjelaskan bahwa konsumen kelas premium, yang biasanya menggunakan bahan bakar nonsubsidi, mulai melirik PHEV karena efisiensi biaya dan kestabilan harga energi global.
Meskipun harganya masih relatif tinggi, model PHEV menawarkan fleksibilitas bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke BEV. Proyeksi pasar PHEV pada 2026 tetap tumbuh stabil, terutama karena teknologi ini dianggap sebagai solusi ideal untuk transisi menuju mobilitas rendah emisi.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan peningkatan tajam dalam penjualan PHEV. Pada kuartal I/2026, penjualan wholesales mobil PHEV mencapai 1.510 unit, dibandingkan hanya 50 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Keunggulan PHEV
Mobil PHEV menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik berkapasitas baterai lebih besar. Berbeda dengan hybrid konvensional, baterai PHEV dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal selain melalui sistem regeneratif dari mesin.
Sistem kerja PHEV memungkinkan kendaraan digunakan dalam tiga mode:
Mode listrik penuh, yang mengandalkan motor listrik untuk jarak pendek.
Mode kombinasi antara mesin bakar dan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi.
* Mode mesin bakar penuh saat baterai menurun atau diperlukan tenaga tambahan.
Strategi Produsen Otomotif
Produsen otomotif asal China, Wuling Motors, tengah memperkuat pasar PHEV dengan berbagai strategi. Senior Brand Communication Manager Wuling Motors Brian Gomgom menyatakan bahwa PHEV memiliki potensi besar sebagai tahap transisi ideal bagi konsumen yang masih ragu beralih langsung ke kendaraan listrik murni.
Wuling telah merilis Wuling Darion PHEV pada November 2025 dan mendapatkan respons positif dari pasar. Dalam waktu dekat, perusahaan juga akan meluncurkan model PHEV terbaru, yaitu Eksion. Kedua model tersebut tersedia dalam versi mobil listrik murni, sehingga menambah lini kendaraan elektrifikasi Wuling di Indonesia.
Selain itu, Wuling juga memiliki beberapa model lain seperti Air ev, Cloud EV, BinguoEV, dan Mitra EV. Semua model tersebut diproduksi secara lokal di fasilitas Wuling di Cikarang, Jawa Barat.
Pilihan Konsumen yang Semakin Beragam
Di sisi lain, produsen otomotif Korea Selatan, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), menilai semakin banyaknya model kendaraan elektrifikasi seperti BEV, PHEV, dan HEV membuat pilihan konsumen semakin luas. Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa keputusan memilih hybrid atau EV pada akhirnya berada di tangan konsumen.
Ia menambahkan bahwa ada pelanggan yang belum ingin beralih dari kendaraan bermesin pembakaran internal ke mobil listrik berbasis baterai. Namun, ada juga konsumen yang setelah mencoba mobil listrik justru tidak kembali lagi ke kendaraan konvensional.
Tren Penjualan Mobil Nasional
Performa penjualan mobil nasional masih cenderung stagnan. Data Gaikindo menunjukkan distribusi wholesales pada kuartal I/2026 mencapai 209.021 unit, atau hanya tumbuh 1,7% secara tahunan dibandingkan 205.539 unit pada periode sama tahun lalu.
Sementara itu, penjualan ritel sepanjang Januari—Maret 2026 tercatat 211.905 unit, naik tipis 0,5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 210.766 unit.
Daftar Merek Mobil PHEV Terlaris di Indonesia Kuartal I/2026
Berikut adalah daftar merek mobil PHEV terlaris di Indonesia pada kuartal I/2026:
Chery: 898 unit
Jaecoo: 229 unit
Wuling: 204 unit
Geely: 152 unit
Mazda: 17 unit
Volvo: 6 unit
BMW: 2 unit
Lexus: 2 unit






