Kehilangan Seorang Tokoh yang Berkontribusi Besar dalam Dunia Kesehatan dan Pendidikan
H Muhammad Nur Abu Bakar, pendiri RSU Bidadari Group dan Yayasan Nuur Ar-Radhiyyah, meninggal dunia pada usia 72 tahun di Binjai, Minggu (7/6/2026). Ia dikenal sebagai tokoh asal Pidie yang memiliki jiwa kepemimpinan dan keterampilan bisnis yang luar biasa. Selama hidupnya, ia berhasil membangun jaringan lima rumah sakit di Sumatera Utara dan Aceh, serta aktif dalam pengembangan pendidikan dan dakwah melalui pesantren.
Perjalanan hidup HM Nur Abu Bakar dari seorang pedagang kecil hingga menjadi pengusaha sukses menjadikannya sosok inspiratif di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Ia lahir di Gampong Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie pada 12 Juni 1954. Rumah duka berada di Jalan Sisingamangaraja Nomor 80, Tanah Tinggi, Kota Binjai. Almarhum dimakamkan pada Minggu sore usai Ashar di Kompleks Pondok Pesantren Nuur Ar-Radhiyyah, Jalan Pangkalan Brandan Km 63, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Putra almarhum, H Firmansyah, SE, MARS selaku Direktur Utama RSU Bidadari Group, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan belasungkawa. Ia juga mengundang kerabat dan masyarakat untuk menghadiri rangkaian pembacaan Yasin dan tahlil yang dilaksanakan mulai malam pertama hingga malam ketujuh meninggalnya almarhum. Kegiatan tersebut berlangsung setiap malam bakda Isya, mulai 7 hingga 13 Juni 2026, di rumah duka di Kota Binjai.
Perjalanan Karier dan Kontribusi Besar dalam Dunia Kesehatan
HM Nur Abu Bakar atau akrab disapa Bang Adek dikenal sebagai tokoh pengusaha asal Aceh yang sukses membangun jaringan rumah sakit di Sumatera Utara dan Aceh melalui PT Ade Putri Medikal Nusantara. Putra Aceh kelahiran Pidie itu merantau ke Medan dan mulai menekuni bidang pelayanan kesehatan pada 2006, dengan mendirikan RSU Bidadari Binjai, yang dikenal sebagai rumah sakit swasta pertama di Kota Binjai.
Jaringan layanan kesehatan yang dirintisnya terus berkembang dengan hadirnya RSU Putri Bidadari Langkat pada 2017, RSU Mahkota Bidadari Langkat pada 2020, dan RSU Bidadari Batubara pada 2023. Dedikasi dan kecintaan terhadap tanah kelahirannya juga diwujudkan melalui pembangunan RSU Putri Bidadari Aceh yang diresmikan pada 23 Oktober 2025, di Jalan Soekarno Hatta, Gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.
Rumah sakit tersebut menjadi fasilitas kesehatan kelima yang dibangun PT Ade Putri Medikal Nusantara dan diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan modern bagi masyarakat Aceh.
Peran dalam Pengembangan Pendidikan dan Dakwah
Selain dikenal sebagai pengusaha di bidang kesehatan, almarhum juga aktif dalam pengembangan pendidikan dan dakwah melalui Yayasan Nuur Ar-Radhiyyah serta pendirian pesantren yang menjadi pusat pendidikan Islam di Kabupaten Langkat. Bang Adek meninggalkan seorang istri, Hj Radhiah, SPd, serta empat orang anak, yakni H Nurdiansyah, Hj Nurdianita, H Firmansyah, dan dr Ade Putri Radiana.
Kepergian tokoh pengusaha asal Aceh tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras, visioner, dan dermawan dalam pengembangan layanan kesehatan, pendidikan, serta sosial kemasyarakatan.
Perjalanan Hidup yang Menjadi Inspirasi
H Muhammad Nur Abubakar merupakan putra pasangan Abu Bakar dan Fatimah. Ayahnya bekerja sebagai sopir truk trailer, sedangkan ibundanya merupakan ibu rumah tangga asal Kembang Tanjong, Pidie. Pada usia dua tahun, ia kehilangan ibundanya dan kemudian diasuh oleh Azimah, adik kandung sang ibu.
Sejak kecil, Bang Adek telah menunjukkan jiwa mandiri dan pekerja keras. Pada usia 10 tahun, ia mulai berjualan minyak eceran di pinggir jalan. Dua tahun kemudian, ia memperoleh kios pinjam pakai dari H Muhammad Husein Sab yang menjadi awal perjalanan usahanya. Saat berusia 16 tahun, ia mulai belajar menjadi kontraktor di bawah bimbingan H Muhammad Husein Sab.
Setelah menikah dengan Hj Radhiah pada 16 Agustus 1976, ia mendirikan perusahaan kontraktor PT Adekarya pada 1977. Pada era 1980-an, ia sempat membuka usaha rumah makan, sebelum kemudian mendirikan Toko Buku Pustaka Peradaban di Kota Sigli pada 1985. Memasuki dekade 1990-an, Bang Adek merambah bisnis ekspor sayur-mayur dari Berastagi, Sumatera Utara ke Singapura dan Penang, Malaysia.
Pada tahun 2000, ia mendirikan industri air minum dalam kemasan merek Tari di Binjai, Sumatera Utara. Dalam pengembangan usaha tersebut, ia mulai melibatkan putra sulungnya, H Nurdiansyah. Kemudian pada 2006, bersama putrinya Hj Nurdianita, ia mendirikan RSU Bidadari Binjai yang menjadi cikal bakal berkembangnya jaringan Rumah Sakit Bidadari Group.
Hingga 2026, ia telah membangun lima rumah sakit dan mendirikan Pesantren Nuur Ar-Radhiyyah. Seluruh perjalanan usahanya dijalankan dengan melibatkan keempat putra-putrinya. Dedikasi, kerja keras, dan semangat perjuangan HM Nur Abu Bakar menjadikannya sosok inspiratif dalam dunia usaha, kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.







