Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar

    10 October 2026
    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    10 October 2026
    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    10 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Saturday, 10 October 2026
    Trending
    • Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar
    • Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif
    • Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial
    • Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar
    • Seni Mendampingi Anak Belajar di Rumah Tanpa Drama dan Emosi
    • Rahasia Menabung Efektif Melalui Pengelolaan Kebiasaan Kecil yang Sering Terabaikan
    • Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Musim Pancaroba Melalui Kebiasaan Sederhana Sehari-hari
    • Menagih Janji Kesejahteraan Guru Honorer demi Masa Depan Pendidikan Sekolah Negeri Indonesia
    • Seni Mengelola Stamina Bintang Eropa di Tengah Gempuran Jadwal Padat Kompetisi
    • Menanamkan Jiwa Spiritual pada Generasi Digital Tanpa Mengorbankan Masa Depan Global
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Pengangguran Tinggi, PDI Perjuangan Kota Pasuruan Kritik Kinerja Pemerintah

    Pengangguran Tinggi, PDI Perjuangan Kota Pasuruan Kritik Kinerja Pemerintah

    adm_imradm_imr22 April 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kepemudaan di Kota Pasuruan: Potensi Tidak Sesuai dengan Realitas

    Kota Pasuruan memiliki potensi besar dalam sektor kepemudaan, namun penanganan pengangguran masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hal ini menjadi fokus utama dalam sebuah Sarasehan yang digelar oleh PDI Perjuangan Kota Pasuruan pada malam hari, Sabtu (18/4/2026).

    Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Moch. Agus Wahyudi, menyampaikan bahwa ada jarak antara narasi pembangunan pemuda dengan realitas di lapangan. Meskipun pemerintah telah menempatkan sektor kepemudaan sebagai pilar strategis, seperti tercantum dalam LKPJ 2025, masih banyak masalah mendasar yang belum teratasi.

    Menurutnya, pemuda di Kota Pasuruan didorong melalui berbagai pelatihan kewirausahaan, penguatan organisasi, serta kegiatan produktif lintas sektor. Namun, data menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 sebesar 4,50 persen belum tercapai, dengan realisasi masih di angka 4,59 persen. Meski sedikit menurun dari tahun sebelumnya (4,63 persen), capaian ini tetap menunjukkan adanya pekerjaan rumah yang belum tuntas.

    “Ini menunjukkan ada ketimpangan antara potensi yang dibangun dengan hasil yang dirasakan. Pemuda terus didorong, tapi akses kerja nyata belum terbuka luas,” ujarnya.

    Di sisi lain, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kota Pasuruan tercatat mencapai 70,22, melampaui target 57,00. Namun, tingginya indeks tersebut belum mampu menjadi indikator langsung terhadap penyerapan tenaga kerja di kalangan pemuda. Capaian di sektor kepemudaan juga dinilai belum optimal. Dari 1.183 pemuda yang dibina, hanya 32 yang berhasil memiliki usaha mandiri. Sementara fasilitas penunjang ekonomi baru terealisasi 3 dari target 5.

    “Artinya, pembinaan sudah berjalan, tapi dampak ekonominya masih terbatas. Belum menyentuh skala yang signifikan,” tegasnya.

    Lonjakan Angka Pencari Kerja Tak Diantisipasi Pemerintah

    Lonjakan jumlah angkatan kerja pada 2025 memang diakui menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka pencari kerja. Namun, kondisi ini justru menunjukkan belum adanya langkah antisipatif yang kuat dari pemerintah. Sejauh ini, program seperti pelatihan, job fair, hingga bimbingan jabatan dinilai masih bersifat umum dan belum menyasar akar persoalan secara struktural.

    “Yang dibutuhkan bukan sekadar pelatihan, tapi keberanian kebijakan. Sinkronisasi dengan kebutuhan industri, investasi padat karya, hingga inkubasi usaha yang berkelanjutan harus diperkuat,” ujarnya.

    Sorotan juga diarahkan pada sektor ekonomi kreatif. Dari 17 subsektor yang ada, baru 4 yang berkembang. Bahkan, dari 8 komponen ekosistem ekonomi kreatif, hanya aspek pemasaran yang berjalan.

    “Kondisi ini menunjukkan ekonomi kreatif belum menjadi mesin pertumbuhan. Tanpa dukungan riset, pendanaan, infrastruktur, dan perlindungan karya, ini hanya akan berhenti di level seremoni,” tambahnya.

    Kesimpulan

    Ia menegaskan, jika pemerintah serius menjadikan pemuda sebagai kekuatan pembangunan, maka ukuran keberhasilan tidak cukup pada tingginya indeks atau banyaknya kegiatan. Ukuran paling nyata adalah berapa banyak pemuda yang benar-benar bekerja, terserap di dunia usaha, dan mampu mandiri secara ekonomi.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar

    By redaksi10 October 20262,048 Views

    Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa

    By redaksi25 September 20264,441 Views

    Waspada Modus Pembeli Borongan, Toko Sembako Adib Nyaris Jadi Sasaran Penipuan

    By redaksi12 September 20267,035 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar

    10 October 2026
    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    10 October 2026
    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    10 October 2026
    Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar

    Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar

    10 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?