Oknum Debt Collector Mengakui Perbuatannya dan Meminta Maaf

Seorang oknum debt collector (DC) yang terlibat dalam membuat laporan kebakaran palsu ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Semarang akhirnya muncul ke publik dan mengakui kesalahannya. Ia berinisial BS alias Bone, yang dikenal sebagai pelaku penagihan utang online. Dalam sebuah video yang diterima dari pihak kepolisian, Bone menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf atas tindakan yang dilakukannya.
Bone mengakui bahwa ia memang yang melakukan pelaporan palsu tersebut. Ia menjelaskan bahwa perbuatan itu dilakukan karena terbawa emosi terkait utang yang belum dibayar oleh seorang warga bernama N. “Saya Bonefenturasoea, saya mau klarifikasi terkait dengan video yang beredar di media sosial bahwasanya betul saya yang melakukan hal tersebut. Dengan melakukan pelaporan palsu ke instansi Damkar Semarang, saya melakukan hal ini karena terbawa emosi terkait utang piutang pribadi dengan Bapak Ngadi,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada Bapak Ngadi Bakti dan Tim Damkar Semarang. “Saya sangat menyesal atas apa yang saya perbuat, yang mana itu sangat merugikan pihak Damkar Kota Semarang dan Bapak Ngadi. Saya siap menerima konsekuensinya. Saya berjanji tak akan mengulangi,” tambahnya.
Penampilan Langsung di Kantor Damkar

Setelah mengakui kesalahannya, Bone langsung datang ke kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang untuk meminta maaf dan menyampaikan klarifikasi. Ia tiba sekitar pukul 16.30 WIB dan didampingi oleh keluarganya serta perwakilan perusahaan yang menaunginya. Selain itu, hadir pula Bapak Ngadi, penjual nasi goreng sekaligus nasabah yang sempat teror oleh Bone.
Mereka kemudian menggelar mediasi bersama Sekretaris Damkar Semarang Ade Bhakti dan beberapa pejabat lainnya. Setelah memberikan pernyataan dan permintaan maaf, Bone ‘dihukum’ untuk cosplay menjadi petugas Damkar. Ia dibantu mengenakan baju pemadam yang terkenal berat. Setelah berpakaian lengkap menggunakan helm hingga tabung oksigen, ia lalu diminta menyemprotkan selang air. Ia juga diminta untuk melipat selang hingga rapi.
Bone yang terlihat kelelahan itu dibantu oleh beberapa petugas dengan ramah. Usai melaksanakan sesi ‘hukuman’ tersebut, Bone mengakui bahwa tugas para petugas Damkar sangat berat. “Iya berat, berat sekali (tugas Damkar). Saya menyesal,” ucap Bone, Sabtu (25/4).
Ia pun meminta rekan-rekan DC lainnya untuk berhenti menggunakan cara-cara penagihan yang melibatkan instansi lain, apalagi yang berkaitan dengan layanan publik.
Proses Hukum yang Masih Berlangsung

Damkar Semarang masih mempertimbangkan apakah laporan kepolisian akan dicabut usai Bone meminta maaf dan datang langsung ke kantor Dinas Damkar Kota Semarang untuk klarifikasi. Pihak Damkar akan menggelar rapat untuk mengambil keputusan.
“Saya akan segera melaporkan ke pimpinan. Nanti tindak lanjutnya seperti apa? Apakah kita cabut atau tetap kita lanjutkan dengan laporan baru, karena kemarin yang dilaporkan nomor HP-nya,” ujar Sekretaris Damkar Semarang Ade Bhakti, Sabtu (25/4).
“Ini institusi yang tidak bisa dipermainkan. Mempermainkan layanan darurat itu jelas hukumannya 1 tahun 6 bulan penjara,” lanjut Ade.
Ia berharap peristiwa semacam ini tidak terulang lagi. Ia meminta para DC pinjol tidak melibatkan instansi lain dalam pekerjaan mereka. Meski begitu, pihaknya tetap menghargai kedatangan Bone ke markasnya. Ia juga sempat menyindir mengapa Bone baru hari ini berani menghadap.
“Dari hari pertama sebenarnya teman-teman sudah bertanya. Enggak seperti itu caranya. Teman-teman enggak terima itu. Nah, malam hari saya minta Pak Tantri, sudah teman-teman diredam dulu. Karena kalau Damkar itu sekarang ada apa-apa, masyarakat semuanya pasti akan bergerak. Sampai mencari, banyak yang melaporkan pencarian,” kata Ade.







