Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pisang Dunia Terancam, BRIN Kepimpin Kolaborasi Global dari Indonesia

    12 Februari 2026

    Ketua Komisi II DPR: Perubahan Polri Berkembang Cepat dengan Berlakunya KUHP dan KUHAP Baru

    12 Februari 2026

    Kolaborasi Kemenko PMK, Google, dan YouTube untuk Kekuatan Digital Keluarga Indonesia

    12 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 13 Februari 2026
    Trending
    • Pisang Dunia Terancam, BRIN Kepimpin Kolaborasi Global dari Indonesia
    • Ketua Komisi II DPR: Perubahan Polri Berkembang Cepat dengan Berlakunya KUHP dan KUHAP Baru
    • Kolaborasi Kemenko PMK, Google, dan YouTube untuk Kekuatan Digital Keluarga Indonesia
    • Trayek Angkot Malang-Batu Tetap Ada, Panduan Wisata Hemat yang Wajib Dicoba
    • Kunci Jawaban Informatika Kelas 10 Halaman 133: Uji Kompetensi Web Scraping
    • 5 Film Netflix Adaptasi Novel Rilis 2026, Termasuk Narnia!
    • Transportasi Medan-Binjai: Panduan Perjalanan Efisien dan Hemat dengan KA Srilelawangsa
    • Tips investasi emas jangka pendek untuk untung maksimal
    • Purbaya Kritik Pegawai Tak Kompeten: Jangan Remehkan Tugas!
    • 5 Bagian Interior yang Bisa Ungkap Sejarah Mobil
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Perayaan Seratus Tahun NU Tanpa Kehadiran Rais Aam

    Perayaan Seratus Tahun NU Tanpa Kehadiran Rais Aam

    adm_imradm_imr4 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perayaan Harlah 1 Abad NU Berlangsung Meriah di Istora Senayan

    Perayaan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung meriah di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (31/1/2026). Acara ini dihadiri oleh ribuan warga nahdliyin dari berbagai daerah. Namun, acara tersebut tidak dihadiri oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar.

    Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengungkapkan alasan Rais Aam absen pada puncak perayaan Harlah 1 Abad NU. Menurutnya, Kiai Miftach sedianya akan hadir dalam acara tersebut. Namun, sehari sebelum acara, terdengar kabar bahwa Kiai Miftach dalam keadaan kurang sehat sehingga tidak bisa hadir.

    “Sehingga, beliau berhalangan untuk bisa ikut hadir,” kata Gus Yahya saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, usai acara Harlah 1 Abad NU, Sabtu.

    Untuk menggantikan Rais Aam, pidato pembuka acara disampaikan oleh Rais Syuriyah PBNU, Nasaruddin Umar, yang juga menjabat sebagai Menteri Agama RI. Selain Rais Aam, mantan Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, juga absen.

    Berkaitan dengan ketidakhadiran Gus Ipul, Gus Yahya tidak memberikan alasan spesifik. Dia menilai, Gus Ipul sebagai Menteri Sosial mungkin memiliki kegiatan lain di luar organisasi PBNU.

    “Mengenai yang lain-lain, ada sejumlah menteri yang memang tidak hadir dan kami belum mendapatkan konfirmasi ya. Ya tentu ada tugas lain ya, termasuk Pak Saifullah Yusuf mungkin ada kesibukan lain,” imbuhnya.

    Perayaan Harlah 1 Abad NU yang Kedua

    PBNU menggelar peringatan hari lahir ke-100 untuk kali kedua. Acara yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu kemarin, merupakan perayaan berdasarkan penanggalan Masehi. Sebelumnya, perayaan 1 Abad NU berdasarkan penanggalan Hijriah digelar di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada 8 Februari 2023 silam. Saat itu, Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Maruf Amin, hadir.

    Namun, Presiden Prabowo Subianto batal datang ke Harlah NU 2026. Menurut Gus Yahya, ketidakhadiran Prabowo karena ada tugas lain yang harus dikerjakan.

    “Kami mendengar juga ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara yang hadir pada hari ini,” ujarnya.

    Hadirnya Tokoh-Tokoh Penting

    Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, antara lain Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dan Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin. Sejumlah menteri Prabowo juga hadir, antara lain Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Menko PMK, Pratikno; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid; serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.

    Tema Harlah Ke-100 NU

    Gus Yahya menjelaskan bahwa tema Harlah ke-100 NU, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”, mencerminkan konsistensi NU dalam menegakkan visi dan idealisme kebangsaan. Menurutnya, visi dan idealisme NU sejak awal adalah berjuang membangun peradaban yang lebih mulia bagi seluruh umat manusia.

    “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Cita-cita itu juga menegaskan peran Indonesia untuk ikut serta mewujudkan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” kata Gus Yahya.

    “Semua itu merupakan bagian dari rumusan visi dan idealisme yang diperjuangkan NU dan kemudian dimanifestasikan dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sambungnya.

    NU sebagai Keluarga Besar

    Sebelumnya, Rais Syuriyah PBNU, Nasaruddin Umar, menggambarkan NU sebagai keluarga besar yang hidup dengan dinamika, tetapi tetap terikat dalam satu ikatan kebersamaan. Menurutnya, NU memiliki daya inklusif yang memungkinkan siapa pun merasa menjadi bagian dari rumah besar tersebut.

    “NU ini seperti keluarga besar. Di dalamnya penuh dinamika, tetapi tetap satu keluarga. Tidak ada orang lain, karena orang lain pun bisa menjadi orang dalam,” ujarnya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Purbaya Kritik Pegawai Tak Kompeten: Jangan Remehkan Tugas!

    By adm_imr12 Februari 20260 Views

    Dosen Unsoed Sulistyandari Bagikan Pengalaman Imlek 2026 di Taiwan: Lebih dari Sekadar Pergantian Tahun

    By adm_imr12 Februari 20260 Views

    10 Sekolah Kedinasan Terbaik di Jawa Tengah, Mulai dari Akmil hingga PIP

    By adm_imr12 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pisang Dunia Terancam, BRIN Kepimpin Kolaborasi Global dari Indonesia

    12 Februari 2026

    Ketua Komisi II DPR: Perubahan Polri Berkembang Cepat dengan Berlakunya KUHP dan KUHAP Baru

    12 Februari 2026

    Kolaborasi Kemenko PMK, Google, dan YouTube untuk Kekuatan Digital Keluarga Indonesia

    12 Februari 2026

    Trayek Angkot Malang-Batu Tetap Ada, Panduan Wisata Hemat yang Wajib Dicoba

    12 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?