Sejarah Kasus Jeffrey Epstein yang Menggemparkan Dunia
Kasus Jeffrey Epstein menjadi salah satu peristiwa yang paling menarik perhatian publik, terutama setelah rilis dokumen besar-besaran oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada tahun 2026. Dokumen-dokumen ini mencakup ribuan halaman catatan, email, dan rekaman komunikasi yang terkait dengan penyelidikan kriminal terhadap Epstein dan Ghislaine Maxwell. Dengan rilisan ini, banyak nama-nama penting muncul dalam kasus ini, termasuk pendiri Microsoft Bill Gates, mantan Presiden AS Donald Trump, hingga Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris.
Awal Penyelidikan di Florida
Perjalanan kasus ini dimulai pada tahun 2005 ketika polisi Palm Beach mulai menyelidiki Epstein setelah keluarga seorang gadis 14 tahun melaporkan dugaan pelecehan seksual di rumah mewahnya. Sejumlah remaja lain kemudian mengaku direkrut untuk “pijatan” yang berujung eksploitasi seksual. Pada Mei 2006, polisi merekomendasikan dakwaan berat terhadap Epstein, tetapi jaksa negara bagian memilih untuk mengirim kasus itu ke dewan juri, sebuah langkah yang dinilai tidak biasa.
Pada Juli 2006, Epstein ditangkap, tetapi hanya didakwa atas tuduhan prostitusi — sebuah tuduhan yang jauh lebih ringan. FBI juga turut ikut menyelidiki kasus ini.
Kesepakatan Rahasia pada Tahun 2008
Tahun 2007 menjadi titik penting ketika jaksa federal menyiapkan dakwaan, tetapi pengacara Epstein bernegosiasi dengan kantor jaksa AS di Miami untuk kesepakatan non-penuntutan federal. Pada Juni 2008, Epstein mengaku bersalah atas dua dakwaan negara bagian dan dihukum 18 bulan penjara. Ia menjalani sebagian hukuman dengan skema “work release”. Kesepakatan rahasia ini membuat Epstein lolos dari dakwaan federal, yang memicu kritik luas bertahun-tahun kemudian.
Gugatan Korban & Sorotan Media
Pada tahun 2009, salah satu korban, Virginia Roberts Giuffre, menggugat Epstein dan Ghislaine Maxwell. Ia mengklaim diperdagangkan kepada tokoh-tokoh berpengaruh. Tuduhan tersebut dibantah oleh pihak-pihak yang disebut. Wawancara media dengan Giuffre pada 2011 memicu perhatian internasional, termasuk terhadap hubungan Epstein dengan kalangan elite global.
Pada 2014, dokumen pengadilan kembali memunculkan klaim Giuffre tentang tokoh-tokoh berpengaruh dunia. Semua pihak yang disebut membantah tuduhan. November 2018 menjadi momen penting ketika investigasi media besar menyoroti kembali kesepakatan hukum 2008, memicu kemarahan publik.
Penangkapan & Kematian Epstein
Pada 6 Juli 2019, Epstein ditangkap di New York atas dakwaan perdagangan seks federal. Namun, pada 10 Agustus 2019, ia ditemukan meninggal di sel tahanan. Otoritas menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri, namun peristiwa ini memicu berbagai spekulasi.
Pengadilan Ghislaine Maxwell
Ghislaine Maxwell didakwa pada 2 Juli 2020 karena membantu merekrut dan mengeksploitasi korban Epstein. Pada 30 Desember 2021, ia dinyatakan bersalah atas perdagangan seks. Pada 28 Juni 2022, ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.
Pembukaan Dokumen Pengadilan
Pada Januari 2024, hakim memerintahkan pembukaan lebih banyak catatan pengadilan terkait kasus Epstein, memicu gelombang baru perhatian publik. Tekanan politik meningkat pada awal 2025 agar pemerintah membuka seluruh arsip Epstein.
Februari 2025, pejabat tinggi Departemen Kehakiman menyebut dokumen Epstein sedang ditinjau, namun rilis awal dinilai minim informasi baru. April 2025, Virginia Giuffre dilaporkan meninggal dunia, kembali memicu perhatian terhadap perjuangan para korban.
Rilis Dokumen Terbesar
Pada Januari 2026, pemerintah mulai mempublikasikan lebih dari 3 juta halaman dokumen, ribuan video, dan ratusan ribu gambar terkait penyelidikan Epstein dan Maxwell. Dokumen tersebut mencakup laporan polisi awal, rekaman komunikasi korban dengan penyelidik, serta korespondensi Epstein dengan berbagai tokoh publik, ada Bill Gates, Donald Trump hingga Andrew Mountbatten-Windsor (Pangeran Andrew).
Banyak nama yang muncul membantah terlibat dalam tindakan ilegal, dan tidak semua pihak menghadapi dakwaan pidana.







