Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    21 September 2026
    Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah

    Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah

    21 September 2026
    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    21 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 21 September 2026
    Trending
    • Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
    • Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah
    • Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh
    • Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital
    • Panduan Merawat Komponen Vital Kendaraan Menghadapi Ancaman Banjir dan Hujan Deras
    • Menjaga Kedaulatan Identitas Digital dan Rahasia Privasi di Tengah Rimba Aplikasi
    • Seni Mengajarkan Kecerdasan Finansial Pada Anak di Tengah Kepungan Era Transaksi Digital
    • Panduan Bijak Mengelola Keuangan bagi Pekerja Muda demi Mewujudkan Kebebasan Finansial
    • Rahasia Energi Stabil Pagi Hari Melalui Pilihan Sarapan Nutrisi Seimbang
    • Merawat Ketenangan Jiwa di Tengah Tuntutan Kerja Profesional Perkotaan yang Tanpa Henti
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Perjuangan Dalang Ki Cahyo Kuntadi, Lestarikan Seni Jawa dengan Konsistensi

    Perjuangan Dalang Ki Cahyo Kuntadi, Lestarikan Seni Jawa dengan Konsistensi

    adm_imradm_imr4 Februari 202610 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Dalang Wayang Kulit Ki Cahyo Kuntadi: Pelestari Seni Tradisional Jawa

    Ki Cahyo Kuntadi, seorang dalang wayang kulit yang terus berjuang untuk melestarikan seni tradisional Jawa, menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan seni yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Di tengah arus modernisasi yang semakin deras, ia tetap konsisten mempertahankan eksistensi wayang kulit agar tidak tergerus oleh zaman dan tetap dikenal oleh generasi muda.

    Bagi Cahyo, seni pedalangan bukan hanya sekadar hiburan, melainkan tuntunan hidup yang sarat nilai moral dan filosofi. Oleh karena itu, hingga kini ia terus berupaya melestarikan tradisi wayang sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.

    Kecintaan Cahyo Kuntadi terhadap dunia pedalangan tumbuh sejak usia dini. Lingkungan keluarga menjadi faktor utama yang membentuk ketertarikannya, mengingat ayahnya, Ki Sukron Suwondo, serta sang kakek sama-sama berprofesi sebagai dalang. Sejak kecil hingga dewasa, kehidupan Cahyo tidak lepas dari dunia wayang.

    “Yang membentuk karakter seseorang itu lingkungan. Bapak saya dalang, kakek saya dalang. Sejak lahir sampai dewasa, dunia saya adalah dunia wayang,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Dosen Program Studi Pedalangan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, saat ditemui Tribunnews di Sanggar Madhangkara, Kamis (8/1/2026).

    Ia menegaskan bahwa pilihannya menjadi dalang bukan karena dorongan atau paksaan dari orang tua, melainkan tumbuh dari kecintaan yang berawal sebagai hobi. Pada masa kecilnya, ketika belum ada gawai maupun permainan digital, hiburan yang akrab dengannya hanyalah televisi. Tayangan wayang di TVRI menjadi tontonan favorit sekaligus sarana belajar yang membentuk minatnya terhadap seni pedalangan.

    Dari kegemaran tersebut, Cahyo belajar dengan penuh kesenangan. Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur ini meyakini bahwa sesuatu yang dipelajari dengan rasa cinta akan lebih mudah dijalani dibandingkan jika dilakukan karena keterpaksaan.

    Menurut Cahyo, wayang merupakan bentuk seni yang sangat utuh karena memadukan berbagai cabang seni, mulai dari sastra, rupa, tari, musik, hingga drama. Perpaduan inilah yang menjadikan pertunjukan wayang kaya makna dan bernilai tinggi.

    Meski demikian, ia mengakui bahwa menekuni dunia pedalangan bukan perkara sederhana. Ilmu pedalangan dinilainya sangat luas dan kompleks, sehingga membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta keuletan tinggi dalam proses pembelajarannya. Tidak semua orang mampu bertahan karena banyak aspek yang harus dikuasai, mulai dari teknik mendalang hingga pemahaman cerita dan filosofi wayang.

    “Ilmu pedalangan itu rumit dan luar biasa. Tidak semua orang bisa menjadi dalang karena yang dipelajari sangat banyak,” jelasnya saat ditemui di sanggar seni miliknya, Madhangkara, yang berlokasi di Desa Sawahan, Kelurahan Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    “Ilmu (pedalangan) itu nggak ada habisnya, ketika kita kejar semakin jauh, ketika kita naiki seperti gunung semakin tinggi, kita terjun semakin dalam. Jadi nggak ada habisnya. Ketika kita belajar, belajar, belajar, maka akan semakin penasaran. Karena memang sangat luas sekali,” lanjutnya.

    Ia menjelaskan bahwa perjalanan seorang dalang melewati beberapa tahapan penting, mulai dari fase ‘payu’ atau diterima masyarakat, kemudian ‘laris’, hingga tahap paling menantang, yakni menjaga keberlangsungan eksistensi.

    “Setelah payu, tantangannya laris. Tapi yang paling sulit adalah mempertahankan eksistensi,” tambahnya.

    Menurut Cahyo, dalang yang sudah dikenal luas tidak boleh cepat merasa puas. Berbeda dengan peninggalan sejarah seperti candi yang harus dijaga keasliannya, wayang justru harus terus mengalami pembaruan agar tetap diminati penonton.

    “Kita tidak boleh hanya berbangga hati, namun juga harus terus belajar, menyimak, mengamati, mempelajari situasi yang sedang terjadi, walaupun wayang merupakan seni tradisi namun selalu berkembang. Itu yang membuat wayang eksis,” tutur Cahyo.

    Dalam pengamatannya, minat generasi muda terhadap seni wayang saat ini menunjukkan dua sisi. Di satu sisi, masih ada anak muda yang peduli dan tertarik pada dunia pedalangan, baik melalui komunitas pecinta wayang maupun jalur akademik seperti penelitian dan kajian budaya.

    “Di dunia pelajar, banyak mahasiswa yang mengadakan penelitian dan membuat skripsi atau tesis tentang wayang. Itukan hal yang menyenangkan,” jelas Cahyo.

    Namun di sisi lain, tidak sedikit generasi muda yang mulai menjauh dari pertunjukan wayang karena kendala bahasa, durasi pementasan yang panjang, serta kurangnya pemahaman terhadap tokoh dan alur cerita.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, Cahyo melakukan berbagai inovasi agar wayang lebih mudah dipahami oleh generasi muda. Salah satunya dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam pementasan tertentu, khususnya saat tampil di luar Jawa atau di hadapan penonton awam. Ia juga kerap menyampaikan ringkasan cerita di awal pertunjukan agar alur lakon lebih mudah diikuti.

    Tak hanya itu, suami dari sinden ternama Sukesi Rahayu ini juga memanfaatkan teknologi digital dengan menayangkan pertunjukan wayang melalui live streaming di berbagai platform, seperti YouTube dan TikTok.

    “Jangan sampai kita tergerus oleh perkembangan zaman, namun bagaimana kita bisa memanfaatkan media itu sebagai promosi terhadap kesenian kita,” tegas Cahyo.

    Meski terbuka terhadap inovasi, ia menekankan bahwa setiap pembaruan tetap harus berpijak pada pakem serta nilai-nilai moral yang berlaku.

    “Pakem itu aturan supaya kita tidak kebablasan. Selama pesan moral tersampaikan dan tidak bertabrakan dengan etika dan agama, inovasi sah-sah saja,” katanya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    JAKI & Forum Kota Berkah 2026, Jakarta Hadirkan Platform Digital untuk 200 Kota

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Target Utama Intensitas Tinggi! Bernardo Tavares Siap Menggemparkan Persebaya Surabaya di Thailand

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Ingin Tahu Siapa yang Bisa Dipercaya? Coba 7 Strategi Sederhana Ini!

    By adm_imr25 Agustus 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    21 September 2026
    Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah

    Menepi Sejenak dari Layar demi Menyembuhkan Pikiran yang Lelah dan Gelisah

    21 September 2026
    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    Keajaiban Rempah Nusantara: Rahasia Alami Menjaga Daya Tahan dan Kebugaran Tubuh

    21 September 2026
    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    Menanamkan Nilai Islam pada Karakter Anak di Tengah Arus Globalisasi Digital

    20 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?