Puasa Qadha Ramadhan: Hukum, Manfaat, dan Batas Waktu
Puasa qadha Ramadhan merupakan salah satu bentuk ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang pernah meninggalkan puasa di bulan Ramadan. Hukumnya adalah wajib, sesuai dengan ketentuan dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 184. Ayat ini menjelaskan bahwa bagi mereka yang tidak bisa berpuasa karena alasan tertentu seperti sakit atau sedang bepergian, maka wajib menggantinya pada hari-hari lain.
Puasa qadha dilakukan di luar bulan Ramadan, idealnya sebelum bulan Ramadan berikutnya tiba. Hal ini berlaku bagi mereka yang mampu berpuasa tetapi terhalang sementara waktu, bukan bagi mereka yang tidak mampu secara permanen. Contohnya, orang tua yang tidak bisa berpuasa karena usia lanjut tidak termasuk dalam kategori yang harus melakukan puasa qadha.
Manfaat Berpuasa Qadha di Bulan Syaban
Salah satu keistimewaan puasa qadha adalah jika dilakukan di bulan Syaban, maka seseorang akan mendapatkan tiga pahala sekaligus. Pertama, puasa qadha yang wajib. Kedua, puasa sunnah Syaban. Ketiga, puasa Senin yang biasanya dianjurkan untuk dilakukan setiap hari Senin.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa siapa pun yang melaksanakan puasa qadha di bulan Syaban, maka ia otomatis akan mendapat tiga keuntungan tersebut. Namun, niat yang dibaca hanya satu kali, yaitu niat untuk berpuasa qadha. Tidak perlu membaca niat untuk masing-masing jenis puasa secara terpisah.
Niat puasa qadha dibaca malam hari dengan bunyi:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta’ālā.”

Batas Waktu Puasa Qadha
Menurut Ustaz Abdul Somad, batas waktu untuk melakukan puasa qadha adalah hingga bulan Ramadhan berikutnya tiba. Artinya, sampai hari terakhir di bulan Syaban, seorang muslim masih memiliki kesempatan untuk melaksanakan puasa qadha Ramadhan tahun lalu.
Namun, jika puasa qadha belum dilakukan saat bulan Ramadhan tahun ini sudah lewat, maka seseorang harus men-qadha setelahnya serta membayar fidyah. Fidyah yang dimaksud adalah memberikan makanan kepada fakir miskin selama satu hari. Paling tidak, tiga kali makan: pagi, siang, dan malam.

Keutamaan Puasa Qadha
Puasa qadha tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi. Dengan melakukan puasa qadha, seseorang menunjukkan kesadaran untuk memenuhi kewajiban agama yang tertunda. Selain itu, puasa qadha juga menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan dari Allah SWT.
Beberapa ulama menyebutkan bahwa puasa qadha dapat menjadi jalan untuk memperkuat iman dan disiplin diri. Dengan menjalankan puasa qadha, seseorang juga dapat merasakan manfaat fisik dan mental, seperti peningkatan konsentrasi, pengendalian emosi, serta kebugaran tubuh.
Tips untuk Melakukan Puasa Qadha
- Tentukan Jadwal: Buat rencana untuk melaksanakan puasa qadha agar tidak terlambat.
- Jaga Kesehatan: Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan baik sebelum memulai puasa.
- Konsultasi dengan Ulama: Jika ada keraguan tentang hukum atau cara pelaksanaannya, konsultasikan dengan ulama atau tokoh agama setempat.
- Lakukan Secara Konsisten: Jangan menghentikan puasa qadha begitu saja tanpa alasan yang sah.
Dengan memahami hukum, manfaat, dan batas waktu puasa qadha, kita dapat lebih siap dalam menjalani ibadah ini. Puasa qadha bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga kesempatan untuk merenung, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.







