Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Militer AS tangkap kapal tanker Iran, perdamaian terancam gagal

    29 April 2026

    Kecelakaan maut Probolinggo, balita tewas di pelukan ibu

    29 April 2026

    5 Langkah Penting Membangun Bisnis Baru

    29 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 29 April 2026
    Trending
    • Militer AS tangkap kapal tanker Iran, perdamaian terancam gagal
    • Kecelakaan maut Probolinggo, balita tewas di pelukan ibu
    • 5 Langkah Penting Membangun Bisnis Baru
    • Hendrikus Rahayaan, Mahasiswa Hukum Berprestasi yang Menikam Nus Kei dengan Dendam Lama
    • Rekomendasi saham batubara yang patut diperhatikan
    • Timor Leste Siap Produksi Massal Bahan Bakar Nabati Bobibos
    • Wajib Dikunjungi! 6 Destinasi Alam Ubud untuk Liburan Keluarga
    • Info BMKG: Gempa 4,6 Magnitudo Mengguncang Banggai Sulawesi Tengah, Senin 20 April 2026
    • Presiden Iran: Kami Ingin Berhenti Berperang dengan Hormat
    • Halal Bihalal FORBITAS dengan Wakil Wali Kota Tangsel, Fokus Keselamatan Berkendara
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Pesatnya Industri AI Tiongkok, Robot Ungguli Manusia di Half-Marathon Beijing

    Pesatnya Industri AI Tiongkok, Robot Ungguli Manusia di Half-Marathon Beijing

    adm_imradm_imr29 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perkembangan Pesat Industri Kecerdasan Buatan di Tengah Kompetisi Maraton Robotik



    Perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) di China semakin menunjukkan kemajuan yang pesat. Dalam ajang half-marathon di Beijing, Minggu (19/4), puluhan robot humanoid buatan dalam negeri berhasil melampaui pelari manusia, menjadi bukti nyata kemajuan teknologi sekaligus ambisi negara tersebut untuk membangun kekuatan industri masa depan.

    Pada edisi pertama lomba tahun lalu, berbagai kendala menghambat para peserta robotik. Banyak dari mereka gagal menyelesaikan lomba, dengan waktu terbaik mencapai 2 jam 40 menit, lebih dari dua kali lipat waktu pemenang manusia. Namun, tahun ini memberikan perbedaan yang sangat mencolok. Jumlah tim peserta melonjak dari 20 menjadi lebih dari 100. Beberapa robot bahkan mampu mencatat waktu yang lebih cepat dibanding atlet profesional, mengungguli pemenang manusia lebih dari 10 menit.

    Peningkatan Kemampuan dan Performa Robot

    Berbeda dengan tahun lalu, hampir separuh robot mampu bernavigasi secara mandiri di lintasan yang lebih menantang tanpa kendali jarak jauh selama lomba 21 km. Robot dan sekitar 12.000 pelari manusia berlari di lintasan terpisah untuk menghindari tabrakan.

    Robot pemenang yang dikembangkan oleh produsen ponsel pintar Honor mencatat waktu 50 menit 26 detik, beberapa menit lebih cepat dari rekor dunia half-marathon yang dipegang pelari Uganda, Jacob Kiplimo, di Lisbon bulan lalu. Tim dari Honor, yang merupakan spin-off Huawei, menyapu bersih tiga posisi podium. Seluruh robot mereka beroperasi secara otonom dan mencatat waktu melampaui rekor dunia manusia.

    Du Xiaodi, insinyur Honor yang terlibat dalam tim pemenang, menjelaskan bahwa robot tersebut dikembangkan selama satu tahun, dilengkapi kaki sepanjang 90-95 cm untuk meniru pelari elit serta teknologi pendingin cair yang diadaptasi dari ponsel mereka. “Berlari lebih cepat mungkin tampak tidak terlalu penting pada awalnya, tetapi ini memungkinkan transfer teknologi, misalnya dalam keandalan struktur dan sistem pendingin, yang pada akhirnya dapat diterapkan di industri,” ujar Du.

    Tanggapan Masyarakat dan Potensi Masa Depan

    Para penonton menilai beragam robot humanoid dengan ukuran dan gaya berlari yang berbeda sebagai bukti peningkatan kemampuan robotika China. Chu Tianqi, mahasiswa teknik (23) dari Beijing University of Posts and Telecommunications, mengatakan: “Postur lari robot humanoid yang saya lihat benar-benar mengesankan, mengingat AI baru berkembang dalam waktu singkat, saya sudah sangat terkesan dengan performa seperti ini.”

    Menurutnya, masa depan pasti akan menjadi era AI. Jika orang tidak tahu cara menggunakan AI sekarang, terutama jika masih menolaknya, mereka pasti akan tertinggal.

    Sementara itu, seorang siswa berusia 11 tahun, Guo Yukun, mengaku terinspirasi untuk mengambil jurusan robotika setelah menyaksikan lomba tersebut. Guo mengaku rutin mengikuti kelas teori robotika dan pemrograman di sekolahnya, serta tergabung dalam tim sekolah untuk Olimpiade Informatika Internasional.

    Tantangan dan Perspektif Industri

    Meski menunjukkan kemampuan fisik yang impresif, pemanfaatan robot humanoid secara ekonomis masih berada dalam tahap uji coba. Ajang half-marathon ini memang menampilkan potensi robot untuk digunakan di berbagai bidang, mulai dari pekerjaan berbahaya hingga operasi militer. Namun, para ahli menilai kemampuan yang ditampilkan belum cukup untuk diterapkan secara luas di sektor industri.

    Robot humanoid masih menghadapi tantangan dalam hal ketangkasan manual, persepsi dunia nyata, serta kemampuan menjalankan tugas kompleks di luar pekerjaan sederhana yang berulang. China sendiri tengah berupaya menjadi kekuatan global di industri ini, dengan berbagai kebijakan seperti subsidi dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung perusahaan lokal.

    Dorongan tersebut juga ditampilkan dalam acara televisi paling populer di negara itu, Gala Festival Musim Semi CCTV pada Februari lalu. Dalam acara tersebut, lebih dari selusin robot humanoid Unitree menampilkan demonstrasi bela diri dengan gerakan kompleks menggunakan pedang, tongkat, dan nunchaku di dekat penampil anak-anak manusia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Spesifikasi Oppo Find X9s Terungkap, HP Flagship dengan Kamera 50 MP dan Performa Hebat

    By adm_imr29 April 20260 Views

    Balmuda hadirkan jam unik tanpa jarum dan layar

    By adm_imr29 April 20262 Views

    Daftar Harga HP Samsung Naik April 2026, Cek Tipe yang Melonjak

    By adm_imr29 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Militer AS tangkap kapal tanker Iran, perdamaian terancam gagal

    29 April 2026

    Kecelakaan maut Probolinggo, balita tewas di pelukan ibu

    29 April 2026

    5 Langkah Penting Membangun Bisnis Baru

    29 April 2026

    Hendrikus Rahayaan, Mahasiswa Hukum Berprestasi yang Menikam Nus Kei dengan Dendam Lama

    29 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?