Grup K Piala Dunia 2026: Tim-Tim yang Siap Memberi Kejutan
Grup K Piala Dunia 2026 menjadi salah satu grup yang paling dinantikan dalam turnamen ini. Diisi oleh empat tim dengan latar belakang dan ambisi berbeda, yaitu Portugal, Kolombia, Republik Demokratik Kongo (RD Kongo), dan Uzbekistan. Grup ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling kompetitif karena kombinasi antara tim favorit, kuda hitam, dan debutan.
Dengan peningkatan jumlah peserta menjadi 48 tim, persaingan di fase grup dipastikan lebih ketat dari sebelumnya. Dalam Grup K, Portugal menjadi unggulan utama. Mereka memiliki skuad yang kuat dan pengalaman yang matang. Namun, tidak semua orang percaya bahwa mereka akan mudah melaju ke babak berikutnya.
Portugal: Tim Favorit dengan Bintang Legendaris
Portugal dikenal sebagai salah satu negara Eropa yang konsisten tampil di Piala Dunia sejak 2002. Meski pencapaian terbaik mereka hingga saat ini masih terbatas pada peringkat ketiga di Piala Dunia 1966, mereka tetap menjadi salah satu tim yang paling difavoritkan di Grup K.
Pelatih Roberto Martinez membawa pengalaman besar ke Piala Dunia 2026. Ia sebelumnya sukses membawa Belgia finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2018 dan memiliki rasio kemenangan terbaik di ajang tersebut. Selain itu, Portugal masih memiliki Cristiano Ronaldo, pemain legendaris yang terus menjadi pusat perhatian dunia.
Ronaldo, yang berusia 41 tahun, masih memiliki keyakinan bahwa ia bisa menciptakan sejarah baru jika tampil di edisi keenamnya. Ia tercatat sebagai satu-satunya pemain yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda. Meskipun ia mengisyaratkan bahwa Piala Dunia 2026 mungkin menjadi kompetisi terakhirnya bersama Portugal, ia tetap menjadi sosok penting bagi tim.
Menurut data dari Opta, Portugal memiliki peluang sebesar 59% untuk lolos dengan mudah dari Grup K. Tidak hanya mendapat dukungan dari para fans, mereka juga didukung oleh pebulutangkis tunggal putra Hong Kong, Angus Ng Ka Long.
“Karena saya penggemar berat Cristiano Ronaldo, saya mendukung Portugal dan juga Inggris,” ujar Ka Long di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Kolombia: Ambisi untuk Mengulang Kejayaan
Kolombia datang dengan ambisi besar untuk mengulang kejayaan masa lalu. Perempat final Piala Dunia 2014 masih menjadi pencapaian terbaik mereka hingga saat ini dari total enam penampilan di turnamen tersebut.
Di bawah asuhan pelatih Nestor Lorenzo, Kolombia menunjukkan perkembangan positif. Mereka berhasil mencapai final Copa America 2024 untuk pertama kalinya dalam 23 tahun, meski akhirnya kalah dari Argentina melalui perpanjangan waktu.
Dari sisi produktivitas, Kolombia menjadi salah satu tim paling tajam di kualifikasi zona CONMEBOL dengan 28 gol, hanya kalah dari Argentina. Luis Diaz menjadi salah satu motor serangan dengan tujuh gol, sementara James Rodriguez tetap menjadi kreator utama dengan tujuh assist.
Meski kini berusia 34 tahun, James Rodriguez masih menjadi pemain kunci dalam skema permainan Kolombia.
RD Kongo: Underdog dengan Sejarah Panjang
Berbeda dengan dua tim tersebut, RD Kongo datang dengan status underdog sekaligus membawa sejarah panjang penantian. Penampilan mereka di Piala Dunia 1974 saat masih bernama Zaire menjadi satu-satunya partisipasi hingga saat ini, menjadikan jeda 52 tahun sebagai salah satu yang terpanjang dalam sejarah turnamen.
Pada edisi tersebut, mereka bahkan gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan. Catatan ini menjadi motivasi tersendiri untuk memperbaiki rekor buruk di panggung dunia.
Pelatih Sebastien Desabre kini mengandalkan lini depan yang diisi Cedric Bakambu dan Yoane Wissa, yang tampil cukup produktif di kualifikasi. Harapan Kongo adalah mampu mencetak gol pertama mereka di Piala Dunia setelah penantian panjang.
Uzbekistan: Debutan yang Dinanti
Sementara itu, Uzbekistan menjadi salah satu debutan yang paling dinanti di Piala Dunia 2026. Meski berstatus tim baru di panggung dunia, performa mereka di kualifikasi cukup meyakinkan dengan hanya satu kekalahan dari 16 pertandingan.
Dipimpin oleh kapten Eldor Shomurodov, Uzbekistan tampil solid dan konsisten sepanjang babak kualifikasi. Sementara Shomurodov sendiri menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dengan kontribusi lima gol dan empat assist.
Di bangku pelatih, kehadiran Fabio Cannavaro memberikan pengalaman besar bagi tim debutan ini. Meski menyadari tantangan berat di fase grup, Uzbekistan tetap memiliki peluang untuk menciptakan kejutan, terutama dengan format turnamen yang lebih luas.
Peta Kekuatan Grup K
| Negara | Ranking FIFA | Nilai Skuad | Pemain Termahal |
|---|---|---|---|
| Portugal | 5 | Rp17,4 triliun | Vitinha – Rp2,4 triliun |
| Kolombia | 13 | Rp5,2 triliun | Luis Diaz – Rp1,2 triliun |
| Uzbekistan | 51 | Rp1,4 triliun | Abdukodir Khusanov – Rp869 miliar |
| RD Kongo | 45 | Rp2,5 triliun | Noah Sadiki – Rp608 miliar |






