Kasus Pembacokan di Surabaya: Pelaku Ditangkap Setelah Kabur ke Sampang
Kasus pembacokan seorang pria berinisial MJ, 57 tahun, yang ditemukan tewas di Jalan Pragoto, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, mulai terungkap. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Penangkapan Pelaku di Sampang
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengungkapkan bahwa pelaku berinisial AR alias MAN berhasil ditangkap oleh Unit Jatanras di Sampang, Madura. Pria berusia 45 tahun ini tinggal di Rusun Sombo, Simolawang. Setelah melakukan aksi kekerasan tersebut, pelaku kabur ke rumah saudaranya di Kabupaten Sampang.
”Pelaku ditangkap tadi pagi (Jumat, 24 April 2026) di Sampang. Inisial AR alias Man, warga Rusun Sombo, saat ini masih diperiksa,” ujar AKBP Edy Herwiyanto dikonfirmasi awak media, Sabtu (25/4).
Motif Pembunuhan
Menurut keterangan pelaku kepada petugas, insiden berdarah ini bermula dari dugaan korban mencoba masuk ke kamar adiknya yang tinggal sendiri di Rusun Sombo. Hal ini terjadi karena suami adik pelaku sedang bekerja di Kalimantan.
”Kata pelaku, korban berusaha merudapaksa adiknya (yang tinggal sendiri di Rusun Sombo). Tetapi karena tepergok (oleh pelaku), korban berusaha melarikan diri,” tambah Edy Herwiyanto.
Setelah tidak menemukan korban di sekitar rusun pada dini hari, keduanya akhirnya bertemu di Jalan Pragoto. Pelaku langsung menyerang korban dengan pisau.
”Motifnya karena kesal dan di bawah pengaruh obat terlarang. Karena, sebelum mengeksekusi korban, pelaku sempat mengonsumsi sabu-sabu bersama dengan rekan-rekannya,” jelas AKBP Edy.
Kronologi Singkat Kejadian
Seorang pria berinisial MJ, 57 tahun, ditemukan tak bernyawa dan bersimbah darah di kawasan Jalan Pragoto II, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya pada Kamis (23/4). Korban ditemukan dengan luka bacok pada bagian kepala dan dada.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, MJ disebut sempat terlibat cekcok dengan sejumlah orang di kawasan Rusun Sombo sekitar pukul 05.00 WIB.
Penemuan Jenazah dan Barang Bukti
Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofiq menyampaikan bahwa jenazah korban ditemukan pertama kali oleh warga sekitar. Dari keterangan saksi, korban dan diduga pelaku sempat terlibat percekokan.
”Awalnya, korban dan pelaku cekcok di Rusun Sombo sekitar pukul 05.00 WIB. Tetapi kemudian pelaku mengeksekusi korban di kawasan Jalan Pragoto,” ujar Kompol Zainur pada Kamis (23/4).
Dari tempat kejadian perkara, polisi menyita barang bukti berupa pakaian dan sepatu milik korban. Barang-barang tersebut diamankan untuk membantu proses penyelidikan terkait dugaan pembacokan.
Pemeriksaan CCTV
Selain itu, petugas juga tengah mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi Jalan Pragoto untuk memastikan kronologi kejadian dan aktivitas korban sebelum pengeroyokan terjadi.
”Terkait motif, kami masih menunggu hasil pemeriksaan, ya. Kami mohon waktu, jajaran (Polsek Simokerto) masih bekerja di lapangan untuk mengejar nama-nama yang sudah kami kantongi,” ucap Zainur Rofiq.







