Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi telah menyetujui penguatan kemitraan strategis komprehensif yang sudah berlangsung sejak 2018. Kemitraan ini mencakup berbagai sektor strategis seperti politik, ekonomi, keamanan, pendidikan, kesehatan, energi, hingga kebudayaan. Kesepakatan tersebut menjadi hasil utama dari pertemuan bilateral antara Prabowo dan Modi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan ini menjadi momen penting dalam menjaga hubungan yang kuat dan penuh sejarah antara Indonesia dan India.
“Kunjungan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif melalui kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan,” ujar Prabowo.
Dalam bidang politik, Indonesia dan India sepakat untuk memperluas kemitraan melalui peningkatan intensitas pertukaran kunjungan tingkat tinggi; koordinasi yang lebih erat pada mekanisme konsultasi bilateral; serta penguatan kerja sama antarlembaga, termasuk lembaga think tank dan parliamentary friendship groups yang baru dibentuk.
Prabowo dan Modi juga menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme. Keduanya turut meningkatkan kerja sama keamanan melalui India-Indonesia Security Dialogue.
Di bidang ekonomi, Prabowo menekankan bahwa kerja sama ekonomi merupakan salah satu tonggak utama dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan India. Kedua negara berkomitmen meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral melalui percepatan pembahasan Indonesia-India Trade Agreement dan peninjauan upgrading ASEAN-India Trade in Goods Agreement.
Indonesia dan India juga menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (cross-border QR payment) demi meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan. Selain itu, Prabowo dan Modi turut menyepakati penguatan kerja sama di bidang ketahanan energi. Hal itu melalui pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, pertukaran teknologi, dan peningkatan kapasitas di bidang teknologi nuklir.
Di sektor kesehatan, kedua negara berkomitmen memperluas kerja sama melalui peningkatan kapasitas dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Kerja sama pendidikan juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satunya adalah pendirian kampus Indian Institute of Management di Indonesia serta kemungkinan pendirian Indian Institute of Technology disertai peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di India.
“Kami yakin, kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ucap Prabowo.
PM Modi menjelaskan bahwa kemitraan strategis komprehensif ini merupakan penguatan kerja sama yang sama yang sudah dimulai sejak 2018. Modi yakin, pertemuannya dengan Prabowo menandai permulaan baru dari “bab emas” dalam kemitraan Indonesia dan India.
“Kita menemukan jalan-jalan penting dalam peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, pembangunan, teknologi, budaya, dan juga pendidikan,” jelas Modi.
Berikut adalah daftar dokumen kerja sama penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan India:
- Protocol Extension of the Memorandum of Understanding on Maritime Safety and Security Cooperation;
- Memorandum of Understanding on Cooperation in the field of Disaster Management;
- Memorandum of Understanding on Cooperation in the field of Minerals and Technologies for the Steel Supply Chain;
- Implementing Arrangement (IA) on Health Workforce Collaboration;
- Letter of Intent for the Conservation and Restoration of Prambanan Temple Complex, Indonesia;
- Memorandum of Understanding on Cooperation in the field of Telecommunications Technologies and Services;
- Memorandum of Understanding on Cooperation in the field of Medical Products Regulation;
- Memorandum of Understanding on Cooperation in the field of Agriculture;
- Memorandum of Understanding on Cooperation in the field of Management and Technology Utilisation in Elections;
- Memorandum of Understanding on Research, Technology, and Innovation Cooperation;
- Contract Signing for BrahMos Missile Defence System between BrahMos and the Ministry of Defence;
- Air-to-Air Missile Cooperation Agreement between Bharat Dynamics and Republikorp;
- Memorandum of Understanding between Non-Ferrous Materials Technology Development Centre (NFTDC), Midwest Ltds., and PT Perusahaan Mineral Nasional (PERMINAS);
- Strategic Joint Venture between Steel Authority of India (SAIL) and PT Krakatau Steel; dan
- Memorandum of Understanding between Indian Institute of Management Bangalore and PT Intelegensi Grahatama.
*Ada pula dokumen yang dipertukarkan antara Indonesia dan India, yakni:
Extension of the Framework Agreement between the National Research and Innovation Agency Indonesia and the Indian Space Research Organisation on Cooperation in the Exploration and Uses of Outer Space for Peaceful Purposes







