Musyawarah Wilayah APTISI Aceh Berjalan Lancar
Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Aceh berlangsung dengan lancar di Hotel Diana kawasan Kuta Alam, Banda Aceh, pada Sabtu (25/4/2026). Acara ini dihadiri oleh puluhan pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dan yayasan yang berada di bawah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh. Selain itu, acara juga menjadi ajang pemilihan Ketua APTISI Aceh periode 2026–2031.
Ketua Panitia sekaligus Sekretaris APTISI Aceh, Muslem Daud PhD, menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik berkat dukungan dan kerja sama dari pengurus APTISI serta seluruh pimpinan PTS dan yayasan di Aceh. Ia mengapresiasi partisipasi aktif peserta dalam memperkuat semangat kolaborasi antar lembaga pendidikan.
Visi dan Tantangan Pendidikan Tinggi
Dalam sambutannya, Ketua Umum APTISI Pusat, Prof Dr Ir Budi Djatmiko MSIE, menyoroti kondisi pendidikan tinggi Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, terutama bagi PTS. Beberapa permasalahan utama meliputi anggaran yang terbatas dan penurunan jumlah mahasiswa. Oleh karena itu, APTISI diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Menurutnya, visi Indonesia Emas yang bertumpu pada pendidikan sebagai salah satu pilar utamanya memerlukan komitmen bersama dari seluruh stakeholder. “Ini menjadi pemikiran kita bersama. Penting bagi anggota APTISI untuk bersatu padu dalam menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Peran LLDikti Wilayah XIII
Muswil APTISI Aceh dibuka oleh Kepala LLDikti Wilayah XIII, Dr Ir Rizal Munadi MM, MT. Dalam pidatonya, ia menyampaikan apresiasi atas terlaksananya acara ini. Ia berharap PTS Aceh dapat bekerja sama dalam membangun kualitas pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
Rizal Munadi menyebutkan tantangan terbesar yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM). Ia khawatir perguruan tinggi unggul di luar Aceh akan menambah persaingan bagi PTS di Aceh. Untuk itu, PTS Aceh perlu berbenah dalam meningkatkan SDM, khususnya dalam peningkatan jenjang karier dan penambahan guru besar.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan tridarma perguruan tinggi di bidang inovasi pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. “Semoga APTISI lebih baik ke depannya dengan program yang bermanfaat bagi pendidikan tinggi,” tambahnya.
Tanggung Jawab dan Harapan dari Pembina APTISI Aceh
Ketua Pembina APTISI Aceh, Ir Hidayatullah Daud MT, menyatakan bahwa APTISI merupakan organisasi yang mencakup pimpinan yayasan dan pimpinan PTS. Menurutnya, beberapa permasalahan utama yang dihadapi APTISI Aceh meliputi keterbatasan dana, banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur akibat minimnya lapangan kerja di Aceh, serta pertumbuhan industri manufaktur yang rendah.
Hidayatullah mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan pendidikan tinggi di Aceh. Ia menyarankan agar pengurus baru lebih proaktif dan meningkatkan partisipasi serta jumlah personel pengurus.
Di akhir sambutannya, Hidayatullah mengucapkan selamat menjalankan amanah kepada pengurus yang baru dilantik. “Semoga yang kita lakukan ini mendapat rida Allah subhana wa ta’ala,” ujarnya.
Kerja Sama dengan Pemerintah Aceh
Hidayatullah juga menyambut baik inisiatif Anggota DPR Aceh, Dr Amiruddin Idris SE, MSi, yang juga sebagai pembina APTISI Aceh. Ia berharap kerja sama dengan Pemerintah Aceh dapat membantu pengembangan berbagai program APTISI di wilayah tersebut.
Penyampaian Terima Kasih oleh Ketua APTISI Aceh
Ketua APTISI Aceh sebelumnya dan kembali terpilih periode 2026–2031, Prof Bansu Irianto Ansari MPd, menyampaikan terima kasih kepada pengurus dan anggota APTISI Aceh yang telah mempercayainya untuk memimpin kembali organisasi ini. Prof Bansu, yang juga mantan Rektor Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, mengajak seluruh pengurus dan pimpinan PTS Aceh untuk bekerja sama dan bahu-membahu dalam mengembangkan program yang bermanfaat bagi PTS dan kemajuan pendidikan tinggi.
“Insyaallah dengan dukungan kita semua akan APTISI Aceh akan lebih baik ke depannya,” ujar Guru Besar Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh ini.
Proses Pemilihan Ketua APTISI Aceh
Sidang pemilihan Ketua APTISI Aceh 2026–2031 dipimpin oleh Dr Ir TM Zulfikar ST, MP, IPM, seorang akademisi dari Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Proses pemilihan berjalan secara demokratis dan transparan sesuai dengan aturan yang berlaku.






