YOGYAKARTA – Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengumumkan serangkaian sanksi tegas terhadap klub-klub yang berlaga di BRI Super League 2025/2026 dan Pegadaian Championship 2025/2026. Keputusan ini diambil setelah sidang yang digelar pada tanggal 14 dan 27 April 2026. Sanksi diberikan kepada sejumlah klub karena masalah kedisiplinan pemain hingga pelanggaran serius oleh suporter.
PSIM Yogyakarta menjadi salah satu tim yang mendapat perhatian khusus dari Komdis. Klub asal Yogyakarta ini harus membayar total denda sebesar Rp 120.000.000. Denda ini merupakan akumulasi dari dua pertandingan berbeda, yaitu saat melawan PSM Makassar pada 10 April dan Persija Jakarta pada 22 April. Dalam kedua laga tersebut, enam pemain PSIM menerima kartu kuning, masing-masing dengan denda sebesar Rp 60.000.000.
Persiku Kudus mencatatkan denda tertinggi dalam pengumuman kali ini. Klub asal Jawa Tengah ini dijatuhi denda sebesar Rp 125.000.000 akibat ulah suporter yang menyalakan flare dan kembang api dalam jumlah besar di seluruh area tribun Stadion seusai laga melawan PSIS Semarang pada 11 April lalu. Masalah suporter tamu yang hadir di stadion lawan masih menjadi isu utama yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Arema FC juga mendapatkan hukuman berlapis. Selain denda Rp 25.000.000 karena kehadiran suporter di laga tandang melawan Persita dan Persib, Singo Edan juga didenda Rp 60.000.000 atas penyalaan flare yang dilempar ke lapangan, serta Rp 30.000.000 karena yel-yel ujaran kebencian di markas Persib Bandung.
Beberapa klub lain seperti Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, dan Persik Kediri juga dijatuhi denda sebesar Rp 25.000.000 karena kehadiran suporter mereka di laga tandang. Tak hanya klub tamu, Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta dan Persib Bandung pun tidak luput dari sanksi denda masing-masing sebesar Rp 25.000.000 karena dianggap gagal mengantisipasi kedatangan suporter lawan.
Insiden pelemparan dan gangguan asap juga menjadi perhatian khusus. Di kasta Championship, Persipura Jayapura harus membayar denda sebesar Rp 30.000.000 setelah suporter mereka melakukan pelemparan air minum kemasan sebanyak delapan kali ke arah lapangan dan bangku cadangan Persela Lamongan. Di Super League, laga Malut United FC vs Persebaya sempat terhenti selama 3 menit akibat kepulan asap dari smoke signal yang dinyalakan suporter di luar stadion. Insiden ini berujung pada denda sebesar Rp 60.000.000 bagi Malut United.
Sanksi unik dan mahal juga menimpa Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pelatih mereka, Paul Munster, kedapatan tidak mengenakan ID Card sepanjang babak kedua saat menghadapi Persijap Jepara. Akibat kelalaian administratif tersebut, klub dijatuhi denda sebesar Rp 50.000.000.
Rentetan sanksi ini diharapkan menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen klub untuk menjaga ketertiban, baik di dalam lapangan maupun di tribun penonton, demi marwah sepak bola Indonesia yang lebih profesional. Kompetisi domestik akan segera berakhir. Tim-tim di BRI Super League sebagian besar hanya tinggal melakoni tiga laga, sementara Championship akan segera menentukan juara akhir pekan ini, antara PSS Sleman dan Garudayaksa. Persipura dan Adhyaksa harus saling bertarung untuk memperebutkan satu tiket promosi ke Super League.







