Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Laga Derbi Sumatera PSMS Medan vs Sriwijaya FC Dimulai Pukul 19.00 WIB

    26 April 2026

    Strategi licik pemuda Probolinggo raup Rp91 juta dari beras palsu

    26 April 2026

    Orang Lahir 3 Bulan Ini Dikatakan Sukses Finansial, Apakah Anda Termasuk?

    26 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 26 April 2026
    Trending
    • Laga Derbi Sumatera PSMS Medan vs Sriwijaya FC Dimulai Pukul 19.00 WIB
    • Strategi licik pemuda Probolinggo raup Rp91 juta dari beras palsu
    • Orang Lahir 3 Bulan Ini Dikatakan Sukses Finansial, Apakah Anda Termasuk?
    • Pasangan muda ditangkap polisi di Lubuklinggau
    • Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Berawan, Udara Kabur di Lawang-Singosari
    • Resep bakso sapi kenyal, lezat, dan sehat ala rumahan
    • Pulau Penyengat: Jembatan Sejarah Raja Ali Haji di Tanjungpinang
    • Kenalan dengan ‘Doom-Rom’, Cinta dalam Film yang Lebih Nyata
    • Korsel: Korea Utara Uji Coba Rudal Saat Iran Tutup Selat Hormuz
    • Ternyata Bersihkan Karbon di Mesin Mobil Bekas Bisa Dilakukan dengan Cara Ini
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Wisata»Pulau Penyengat: Jembatan Sejarah Raja Ali Haji di Tanjungpinang

    Pulau Penyengat: Jembatan Sejarah Raja Ali Haji di Tanjungpinang

    adm_imradm_imr26 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pulau Penyengat: Simbol Kejayaan Peradaban Melayu-Islam yang Menjadi Magnet Ekonomi Daerah

    Pulau Penyengat, yang terletak di Kepulauan Riau, tidak hanya menjadi salah satu destinasi wisata yang kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi simbol kejayaan peradaban Melayu-Islam. Sebagai miniatur dari peradaban tersebut, Pulau Penyengat menyatu dalam lanskap sejarah, budaya, dan keagamaan yang khas. Pengakuan sebagai kawasan cagar budaya nasional serta pelopor tata bahasa Melayu yang menjadi dasar Bahasa Indonesia menjadikannya tidak hanya penting secara historis, tetapi juga strategis dalam konteks pembangunan pariwisata berkelanjutan.

    Peraturan Presiden RI No 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2024-2029 menegaskan bahwa konsep pembangunan pariwisata di Indonesia lebih mengedepankan pada pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Dalam hal ini, pariwisata regenerative menjadi model yang lebih menekankan pendekatan perjalanan yang bertujuan memulihkan, memperbaiki, dan meningkatkan dampak positif pada lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

    Presiden RI Bapak Prabowo Subianto telah menginstruksikan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik dan indah) serta program Kemenpar melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB) untuk setiap daerah. Tujuannya adalah memfokuskan kebersihan di kawasan destinasi wisata atau objek wisata kabupaten/kota.

    Sebagai salah satu destinasi wisata regenerative di Kepri, Pulau Penyengat telah dilakukan revitalisasi infrastruktur yang masif oleh Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, SE, MM. Beberapa penataan yang dilakukan antara lain penataan jalan kawasan, saluran drainase, penataan lampu penerangan, penataan objek wisata, penyediaan toilet umum, pengelolaan sampah, serta atraksi kreasi kegiatan kepariwisataan dengan melibatkan masyarakat dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis UMKM.

    Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan religi memiliki keberadaan yang telah reborn untuk kunjungan wisman maupun wisnus seperti Malaysia, Singapura, Eropa, dan negara serumpun dan nusantara. Selama periode Januari-Maret 2026, tercatat sekitar 6.200 kunjungan, terutama saat musim hari raya Idul Fitri dan libur nasional tahun 2026.

    Wajah Pulau Penyengat yang kini lebih baik dan banyaknya minat wisatawan yang berkunjung harus dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai peluang ekonomi daerah. Hal ini telah dilakukan melalui pembinaan UMKM dan Homestay oleh Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri. Namun, tinggal masyarakat yang harus merawat dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun dengan baik termasuk kebersihan lingkungan. Karena wisatawan atau pengunjung akan tertarik dan terkesan jika daerah itu ramah dan bersih melalui Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik/bersih, dan indah).

    Gubernur Kepri akan terus mendorong pembenahan dan pembangunan lanjutan di Pulau Penyengat sebagai daya tarik wisatawan dan promosi pariwisata Kepri. Salah satu rencana pembangunan yang sedang digodok adalah pembangunan monumen bahasa, akses penerangan jalan, serta revitalisasi lanjutan Balai Adat menjadi alternatif destinasi wisata baru di Pulau Penyengat.

    Pembangunan monumen bahasa dan museum ini akan menjadi magnet ekonomi daerah yang dapat memberikan kontribusi ekonomi terutama pada sektor pariwisata, seperti hotel, restoran, rumah makan, UMKM, ekonomi kreatif, transportasi, dan lainnya.

    Pulau Penyengat memiliki kekuatan sejarah, budaya, serta religi dari sebuah kejayaan peradaban Melayu-Islam yang terbangun di negara serumpun saat ini. Keberadaannya menjadi edukasi budaya, sejarah, dan peradaban lintas generasi di masa kini dan akan datang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tiga Bintang Utama Drakor Long Vacation, Siapa Mereka?

    By adm_imr26 April 20261 Views

    Jadwal Terbaru KM Dorolonda Hingga 28 April 2026

    By adm_imr26 April 20261 Views

    5 destinasi wisata menarik di Cirebon dengan pemandangan indah dari pantai hingga bukit

    By adm_imr25 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Laga Derbi Sumatera PSMS Medan vs Sriwijaya FC Dimulai Pukul 19.00 WIB

    26 April 2026

    Strategi licik pemuda Probolinggo raup Rp91 juta dari beras palsu

    26 April 2026

    Orang Lahir 3 Bulan Ini Dikatakan Sukses Finansial, Apakah Anda Termasuk?

    26 April 2026

    Pasangan muda ditangkap polisi di Lubuklinggau

    26 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?