Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Bachtiar Noprianto Dorong Tes DNA Jadi Bukti Mandiri di KUHAP

    27 Mei 2026

    Daftar 20 Kontestan Liga 2 2026/2027: Persis Lengkapi Kuota Terakhir, Jateng Mendominasi

    27 Mei 2026

    80 Soal Akidah Akhlak Kelas 5 SD 2026 dengan Jawaban

    27 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 27 Mei 2026
    Trending
    • Bachtiar Noprianto Dorong Tes DNA Jadi Bukti Mandiri di KUHAP
    • Daftar 20 Kontestan Liga 2 2026/2027: Persis Lengkapi Kuota Terakhir, Jateng Mendominasi
    • 80 Soal Akidah Akhlak Kelas 5 SD 2026 dengan Jawaban
    • Cara menyembelih hewan kurban lengkap: niat, doa, makna, dan amalan penting menjelang Idul Adha
    • 10 Manfaat Jus Jambu Biji untuk Kesehatan dan Imunitas Tubuh
    • 10 kuliner khas Kalimantan Timur yang istimewa
    • 11 destinasi alam Bandar Lampung untuk penyembuhan hati
    • Apa Tugas Departemen Seni dalam Produksi Film?
    • 5 Pelajaran Berharga dari Melemahnya Rupiah terhadap Dolar
    • Penguatan Digital Branding Bank BJB Meraih Penghargaan Digital Brand 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»QRIS, Literasi Digital, dan Jalur Menuju Ekonomi Berkembang

    QRIS, Literasi Digital, dan Jalur Menuju Ekonomi Berkembang

    adm_imradm_imr29 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peringatan Hari Pendidikan Nasional: Kesiapan Digital dan Literasi Ekonomi



    Setiap 2 Mei, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan satu hal mendasar: apakah sistem pendidikan kita telah mampu menjawab kebutuhan zaman? Pertanyaan ini semakin relevan di tengah pesatnya digitalisasi ekonomi. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah menjadi simbol keberhasilan transformasi sistem pembayaran di Indonesia. Transaksi kini lebih cepat, praktis, dan inklusif. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah masyarakat kita sudah terdidik dan memiliki literasi yang cukup untuk memanfaatkan digitalisasi secara produktif dan optimal?

    Saat ini, seorang pedagang biasa menerima pembayaran melalui QRIS. Transaksi selesai dalam hitungan detik. Namun setelah itu, aktivitas ekonomi kembali berjalan seperti biasa. Tidak ada pencatatan yang dimanfaatkan, tidak ada analisis sederhana atas penjualan, dan tidak ada strategi usaha yang berkembang dari data tersebut. Di sinilah letak tantangan sesungguhnya. Digitalisasi telah membuka akses, tetapi karena minimnya pendidikan ekonomi digital, para pedagang belum sepenuhnya mengoptimalkan pemanfaatannya.

    Pertumbuhan QRIS yang Mengesankan

    Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan QRIS memang impresif. Bank Indonesia mencatat jumlah pengguna dan merchant QRIS masing-masing mencapai lebih dari 59 juta orang dan 42 juta merchant di akhir 2025. Selain itu, volume transaksi QRIS mencapai lebih dari 15 miliar transaksi di sepanjang tahun 2025. Lebih lanjut, pada akhir tahun 2026 mendatang diperkirakan jumlah pengguna dan merchant QRIS akan lebih dari 70 juta orang dan 47 juta merchant dengan volume transaksi meningkat lebih dari 17 miliar transaksi.

    Pengalaman global menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya terlihat dari jumlah merchant, pengguna, atau volume transaksi. Di India, misalnya, sistem UPI (Unified Payments Interface) berhasil memanfaatkan data transaksi untuk membuka akses kredit bagi pelaku usaha kecil. Sementara itu, di China, pembayaran digital seperti WeChat Pay dan Alipay telah terintegrasi dengan pembiayaan, pemasaran, dan logistik. Temuan ini menegaskan bahwa nilai ekonomi terbesar dari digitalisasi bukan hanya di kemudahan transaksi, melainkan pada pemanfaatan data yang dihasilkannya.

    Risiko Digitalisasi Tanpa Kesiapan yang Memadai

    Namun demikian, pengalaman global juga memberi pelajaran penting lainnya: digitalisasi tanpa kesiapan yang memadai dapat membawa risiko baru. Kemudahan akses pembiayaan berbasis digital justru diikuti dengan meningkatnya risiko over-indebtedness pada pelaku usaha kecil. Di sisi lain, kesenjangan literasi digital berpotensi memperlebar gap antara pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi dan yang tertinggal. Risiko keamanan data dan potensi penyalahgunaan informasi transaksi juga menjadi isu yang semakin relevan di era ekonomi digital.

    Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya soal peluang, tetapi juga soal kesiapan mengelola risiko. Di Indonesia sendiri, potensi tersebut masih dalam tahap awal. Banyak pelaku usaha telah menggunakan QRIS, tetapi belum memahami bagaimana memanfaatkan data transaksi sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Saat ini, QRIS masih dilihat sebagai salah satu kanal pembayaran, belum dilihat sebagai salah satu potensi yang dapat dioptimalkan untuk mengembangkan usaha lebih lanjut. Apabila kondisi ini terus berlanjut, digitalisasi berisiko menciptakan paradoks baru di mana digitalisasi terus meningkat, namun tidak diikuti dengan produktivitas.

    Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Literasi Digital

    Pendidikan hadir dalam bentuk literasi ekonomi digital yang aplikatif. Pelaku UMKM perlu didampingi untuk memahami arus kas, membaca pola transaksi, sekaligus memahami risiko keuangan yang mungkin muncul dari akses pembiayaan digital. Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran memiliki peran strategis dalam memastikan transformasi digital ini berjalan seimbang melalui penguatan infrastruktur dan kebijakan sistem pembayaran.

    Selain itu, edukasi transaksi digital, perlindungan konsumen, serta pengaturan ekosistem perlu diterapkan agar inovasi tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian. Terkait dengan mitigasi risiko, Bank Indonesia perlu bersinergi dengan perbankan dan lembaga keuangan untuk mengembangkan pembiayaan berbasis data yang disertai manajemen risiko yang memadai. Selain itu, pemerintah daerah dapat memperkuat literasi digital sekaligus mendorong penggunaan QRIS dalam layanan publik.

    Peran Komunitas dan Pendamping UMKM

    Komunitas masyarakat dan pendamping UMKM juga berperan penting dalam memastikan pelaku usaha tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga memahami konsekuensinya. Dengan pendekatan ini, edukasi dan digitalisasi akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi negara serta menjaga keberlanjutannya.

    Hari Pendidikan Nasional sebaiknya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan formal, tetapi sebagai pengingat bahwa tantangan pendidikan terus berkembang. Di era digital, mendidik juga berarti membekali masyarakat kemampuan untuk memahami, memanfaatkan, dan mengelola risiko dari teknologi. QRIS telah membuka pintu inklusi keuangan. Namun, pendidikanlah yang memastikan bahwa pintu tersebut membawa masyarakat lebih produktif dan lebih aman di era ekonomi digital saat ini.

    Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi bukan hanya soal teknologi yang digunakan, tetapi tentang manusia yang memanfaatkannya. Oleh karena itu, masa depan QRIS tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengguna, merchant maupun transaksi, tetapi juga ditentukan oleh jumlah masyarakat yang mampu belajar, tumbuh, berdaya serta mampu memitigasi berbagai risiko.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Penguatan Digital Branding Bank BJB Meraih Penghargaan Digital Brand 2026

    By adm_imr27 Mei 20261 Views

    Tidak Perlu Mahal, 5 HP Kamera Terbaik Ini Bisa Buat Konten Viral

    By adm_imr26 Mei 20261 Views

    AMD Ryzen AI 400 Hadir di Indonesia, Dengan NPU 60 TOPS

    By adm_imr26 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Bachtiar Noprianto Dorong Tes DNA Jadi Bukti Mandiri di KUHAP

    27 Mei 2026

    Daftar 20 Kontestan Liga 2 2026/2027: Persis Lengkapi Kuota Terakhir, Jateng Mendominasi

    27 Mei 2026

    80 Soal Akidah Akhlak Kelas 5 SD 2026 dengan Jawaban

    27 Mei 2026

    Cara menyembelih hewan kurban lengkap: niat, doa, makna, dan amalan penting menjelang Idul Adha

    27 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?