Drama Menarik di Estadio da Luz
Pertandingan antara Benfica dan Real Madrid dalam lanjutan Liga Champions pada Kamis (29/1) menjadi momen yang tak terlupakan. Di Estadio da Luz, pertandingan ini menampilkan aksi luar biasa dari kiper Benfica, Anatoliy Trubin, yang mencetak gol sundulan di masa tambahan waktu. Gol tersebut memastikan kemenangan 4-2 bagi tim tuan rumah.
Aksi Heroik Kiper Benfica
Gol Trubin terjadi saat pertandingan memasuki menit kedelapan masa tambahan waktu. Dalam posisi unggul 3-2, Benfica mendapatkan hadiah tendangan bebas di area pertahanan Madrid. Pelatih Benfica Jose Mourinho mengambil keputusan berisiko dengan memerintahkan Trubin untuk meninggalkan gawangnya dan maju ke kotak penalti lawan.
“Saya tidak tahu apakah skor 3-2 sudah cukup (untuk lolos). Saat tendangan bebas tiba, saya mengirim Trubin ke depan,” ujar Mourinho.
Keputusan itu terbukti berbuah manis. Trubin berhasil menyambut umpan silang Fredrik Aursnes dengan sundulan tajam yang menggetarkan jala gawang Los Blancos. Gol itu langsung disambut selebrasi meriah di pinggir lapangan. Trubin melakukan selebrasi knee slide sebelum akhirnya dikerumuni oleh rekan setimnya.
Reaksi dari Thibaut Courtois
Setelah peluit panjang berbunyi, kiper Real Madrid Thibaut Courtois tertangkap kamera memberikan pelukan hangat kepada Trubin sebagai bentuk apresiasi atas aksi heroik itu. Meski menelan hasil mengecewakan, Courtois tetap menunjukkan sportivitas dengan menghampiri Trubin usai laga yang diwarnai dua kartu merah.
Sejarah Baru dalam Liga Champions
Berdasarkan data UEFA, Trubin saat ini resmi menjadi kiper kelima yang mampu mencetak gol di kompetisi utama Liga Champions. Trubin mengikuti jejak Ivan Provedel yang melakukan hal serupa untuk Lazio pada tahun 2023.
Kekalahan Berat bagi Real Madrid
Kekalahan itu menjadi pil pahit bagi Real Madrid. Bermain dengan sembilan orang setelah Raul Asencio dan Rodrygo dikartu merah, Madrid harus rela terlempar dari posisi delapan besar klasemen sementara. Hal itu memaksa anak asuh Alvaro Arbeloa harus melewati babak playoff untuk dapat menembus babak 16 besar.
Tanggung Jawab atas Kegagalan
Menanggapi kekalahan itu, Arbeloa mengungkapkan bahwa itu bukan pertama kalinya sang pelatih mengalami momen di mana kiper lawan berhasil mencetak gol ke gawang timnya. “Ini bukan pertama kalinya seorang penjaga gawang mencetak gol melawan saya,” kata Arbeloa.
Arbeloa juga mengakui bahwa Benfica memang harus mengambil risiko pada menit-menit akhir untuk menang. “Mereka harus mengambil risiko, (saat itu) kami bermain dengan sembilan orang dan kami juga harus mencetak gol. Mereka mengambil risiko itu dan mereka menang,” tambah Arbeloa.
Arbeloa menegaskan bahwa dirinya merupakan sosok yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Los Blancos mempertahankan posisi di delapan besar. “Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini. Saya merasa bertanggung jawab sepenuhnya ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik,” kata Arbeloa.







