Upaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam Mitigasi Bencana Tanah Longsor
Pemerintah Kabupaten Mojokerto kini sedang melakukan upaya besar-besaran untuk mencegah terjadinya bencana tanah longsor di jalur Pacet-Cangar, kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo (Tahura R Soerjo), Pacet, Kabupaten Mojokerto. Salah satu langkah utamanya adalah dengan menanam 10.000 bibit rumput akar wangi (Vetiver) di sejumlah titik lereng gundul yang rawan terhadap longsoran.
Penanaman Rumput Akar Wangi sebagai Solusi Jangka Panjang
Penanaman rumput Vetiver ini dilakukan sebagai bagian dari kegiatan rehabilitasi lereng yang bertujuan untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah terjadinya tanah longsor. Khususnya di area yang sering mengalami longsoran saat musim hujan ekstrem. Vetiver dipilih karena kemampuannya secara alami untuk mengikat tanah pada kemiringan ekstrem, sehingga dapat meningkatkan ketahanan lereng.
Plt Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas menjelaskan bahwa penanaman ini merupakan komitmen pemerintah daerah bersama BPBD untuk melestarikan dan menjaga kawasan Tahura yang berada di wilayah administratif Kabupaten Mojokerto. “Kami menyambut baik kolaborasi ini, dan Pak Wabup Mojokerto menyediakan kurang lebih 10 ribu batang Vetiver yang fungsinya sebagai penguat tanah untuk mitigasi agar tidak terjadi longsor,” ujarnya.
Perkuatan Struktur Lereng untuk Mencegah Bencana
Agustiningtyas menambahkan bahwa penanaman Vetiver juga bertujuan untuk pemulihan ekosistem sekaligus mitigasi risiko tanah longsor di jalur yang sering dilewati masyarakat. Gerakan reboisasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat struktur tanah di area tersebut.
Selain itu, pihak Tahura akan menambahkan jenis tanaman kayu-kayuan seperti Ekaliptus untuk memperkuat teras tebing. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan pembibitan yang ada serta kebutuhan pemulihan ekosistem di wilayah terbuka, termasuk bekas longsoran.
Titik Rawan Longsor di Jalur Pacet-Cangar
Titik-titik rawan longsor tersebar merata sepanjang jalur Pacet-Cangar, mulai dari pintu masuk kawasan Tahura, Rest Area Sendi hingga arah Cangar-Kota Batu. Salah satu lokasi paling berbahaya adalah Kutukan Sendi, di mana terdapat tebing curam yang berada tepat di samping badan jalan dan jurang dengan kedalaman ekstrem.
“Yang jelas kita tidak bisa menyebutkan berapa titik rawan bencana, potensi longsor itu ada. Terutama sepanjang jalur curam itu (Kutukan Sendi) menjadi potensi kelongsoran yang harus kita waspadai demi kenyamanan pengguna jalan,” kata Agustiningtyas.
Penjelasan tentang Penyebab Longsor
Agustiningtyas membantah anggapan bahwa vegetasi asli yang berkurang menjadi penyebab longsor. Ia menjelaskan bahwa kondisi tanah dan bebatuan yang labil akibat hujan ekstrem dan guyuran air yang berlangsung lama menjadi faktor utama. Selain itu, adanya aliran air di atas areal tebing yang digunakan untuk kebutuhan warga setempat juga memperparah kondisi tersebut.
“Bukan karena vegetasi yang berkurang, di atas memang ada aliran air yang digunakan masyarakat. Itu juga yang kita monitoring supaya ketinggian air tidak sampai meluber keluar di area tebing,” tegasnya.
Wakil Bupati Mojokerto Ikut Berpartisipasi dalam Mitigasi
Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, turut serta dalam aksi mitigasi bencana di jalur lereng Pacet-Cangar. Ia memimpin kegiatan bertajuk “Rehabilitasi Lereng melalui Penanaman 10.000 Vetiver” yang bertujuan untuk menghijaukan kembali titik-titik bekas longsoran.
“Fokus utama dari aksi ini adalah memperkuat struktur tanah pada lereng-lereng rawan melalui penanaman rumput akar wangi (Vetiver),” ujar Wabup Rizal. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja sama antara instansi provinsi, UPT Tahura R Soerjo, PU Bina Marga, Forkopimca Pacet, dan organisasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana.
Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menjaga stabilitas jalur transportasi Pacet-Cangar. Dengan demikian, keamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang melintas di kawasan tersebut dapat terjamin.






