Rekor Tujuh Tahun Tanpa Kekalahan Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya memiliki rekor yang sangat mengesankan dalam pertandingan melawan Arema FC. Dalam tujuh tahun terakhir, tim ini tidak pernah kalah dari rival abadinya tersebut. Rekor ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga menjadi bukti dominasi yang terus dipertahankan hingga musim 2025/2026.
Bek Persebaya Surabaya, Arief Catur Pamungkas, menyatakan bahwa keyakinan tinggi timnya berasal dari kerja keras dan mental yang kuat. Ia menegaskan bahwa menjaga rekor ini membutuhkan fokus dan semangat yang luar biasa.
“Ya, untuk kita sendiri, rekor dari tahun 2019, alhamdulillah tidak pernah kalah. Untuk mempertahankannya kita harus kerja keras, terus fokus, mental,” ujarnya dalam konferensi pers.
Dalam 10 pertemuan terakhir sejak akhir 2019, Persebaya Surabaya berhasil meraih tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Dominasi ini dimulai dari kemenangan telak 4-1 pada Desember 2019. Konsistensi ini menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya jelang pertemuan terbaru dengan Arema FC.
Pertandingan akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Selasa (28/4/2026) sore. Meskipun bertindak sebagai tim tamu, Persebaya Surabaya datang dengan ambisi besar untuk melanjutkan tren positif mereka.
Pelatih Bernardo Tavares menyadari bahwa laga ini memiliki nilai lebih dari sekadar tiga poin. Ia menilai duel melawan Arema FC selalu sarat gengsi dan penuh tekanan emosional.
“Yah, saya rasa semua orang ingin memainkan pertandingan ini, karena ini pertandingan penting bagi kami. Kami tahu persaingan antar klub, kami tahu sejarah antar klub,” ujarnya.
Dukungan suporter juga menjadi energi tambahan bagi tim. Dalam sesi latihan terakhir, kehadiran Bonek dan Bonita memberi suntikan motivasi yang tak bisa diabaikan. “Kemarin saat latihan, beberapa pendukung Bonek-Bonita datang untuk mendukung tim. Jadi saya harap besok tim kami dapat menunjukkan di lapangan bahwa kami lebih ingin menang daripada tim lawan,” lanjutnya.
Meski demikian, Tavares tidak menutup mata terhadap kekuatan lawan. Ia mengingatkan anak asuhnya agar tetap waspada terhadap performa Arema FC yang cukup stabil dalam beberapa laga terakhir. Dalam lima pertandingan terakhir, Arema FC mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Statistik tersebut menunjukkan Singo Edan tetap menjadi lawan berbahaya.
“Ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah, sayangnya kami memiliki beberapa pemain yang tidak dalam kondisi 100 persen,” ungkap Tavares. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya Surabaya dalam meracik strategi terbaik.
Cedera beberapa pemain membuat opsi rotasi menjadi lebih terbatas. Namun, pelatih asal Portugal tersebut tetap percaya pada kualitas pemain yang tersedia. “Cedera yang tidak dapat membantu kami, tetapi kami akan bermain dengan sebelas pemain dan saya percaya bahwa para pemain kami akan berusaha melakukan yang terbaik,” tegasnya.
Situasi ini menuntut seluruh pemain tampil maksimal tanpa kompromi. Tidak ada ruang untuk kesalahan jika ingin mempertahankan rekor panjang tersebut. Di sisi lain, rekor tujuh tahun tak terkalahkan justru bisa menjadi tekanan tersendiri. Ekspektasi tinggi publik membuat Persebaya Surabaya harus tampil sempurna di atas lapangan.
Namun, pengalaman menghadapi tekanan besar menjadi keuntungan tersendiri bagi Green Force. Mereka sudah terbiasa bermain dalam atmosfer panas Derbi Jawa Timur. Kekuatan mental yang disinggung Arief Catur menjadi faktor krusial dalam pertandingan nanti.
Ketika fisik dan taktik seimbang, mentalitas sering kali menjadi pembeda hasil akhir. Persebaya Surabaya juga memiliki keunggulan dari segi kepercayaan diri. Rekor tak terkalahkan yang terjaga selama hampir tujuh tahun menjadi bukti nyata konsistensi tim.
Jika mampu mempertahankan fokus, peluang untuk memperpanjang catatan positif sangat terbuka. Apalagi, motivasi untuk menjaga harga diri di hadapan rival selalu menjadi bahan bakar tambahan.
Laga ini dipastikan berjalan ketat sejak menit pertama. Kedua tim sama-sama memiliki kepentingan besar untuk meraih kemenangan. Bagi Persebaya Surabaya, ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah momen untuk kembali menegaskan dominasi dan menjaga sejarah tetap berpihak pada mereka.
Sementara bagi Arema FC, ini menjadi kesempatan memutus rantai buruk yang sudah terlalu lama menghantui. Pertarungan pun dipastikan berlangsung sengit hingga peluit akhir. Semua mata akan tertuju pada duel panas ini. Apakah rekor tujuh tahun itu akan terus berlanjut, atau justru terhenti di laga penuh gengsi ini.
Yang jelas, Persebaya Surabaya datang dengan tekad kuat dan keyakinan tinggi. Dengan mental, kerja keras, dan dukungan suporter, Green Force siap kembali membuktikan diri sebagai penguasa Derbi Jawa Timur.







