Erin Menanggapi Kaburnya Nur Rohmah, ART Baru yang Mengaku Diancam
Erin, janda dari Andre Taulany, akhirnya memberikan pernyataan terkait kaburnya Nur Rohmah, asisten rumah tangga (ART) barunya. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah antara dirinya dan Nur. Namun, Nur mengaku menerima ancaman dan tekanan, sehingga memutuskan untuk kabur dari rumah Erin.
Nur melarikan diri dari kediaman mewah Erin pada Rabu (27/5/2026), karena merasa diancam dan ditekan sebagai saksi dalam kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh mantan ART-nya, Herawati. Aksi ini dilakukan dengan cara melompat pagar rumah yang tingginya lebih dari dua meter serta memanjat pohon mangga. Ini adalah aksi kedua Nur setelah aksi pertamanya gagal ditangkap oleh security.
Pernyataan Erin tentang Kejadian
Erin menanggapi aksi Nur dengan membuka suara. Ia menjelaskan bahwa di rumahnya selalu ada security dan ia tidak memiliki masalah dengan Nur. “Jadi memang turun dan memang itu enggak ada masalah sih maksudnya. Enggak ada yang harus dibesar-besarkanlah,” ujar Erin.
Ia juga menegaskan bahwa Nur adalah orang yang baik dan tidak memiliki masalah dengan dirinya. “Si Nur itu baik sih. Maksudnya kemarin juga baik-baik aja sama kita,” tambahnya.
Menurut Erin, aksi Nur dipicu oleh tekanan dari keluarga dan suaminya, Rahmat. “Mungkin dia ada tekanan dari keluarganya suruh pulang, suruh pulang. Enggak ngerti, padahal kan maksudnya udah baik-baik aja di rumah gitu.”
Kronologi Pengungkapan Nur
Nur mengklaim menerima banyak tekanan, termasuk dipaksa menjadi saksi dalam kasus dugaan penganiayaan yang sedang bergulir di Polres Metro Jakarta Selatan. Karena tak tahan dengan ancaman tersebut, Nur memutuskan kabur dari rumah Erin.
Kabur terjadi saat malam takbiran, setelah Nur pulang dari pemeriksaan di Polres. Ia mengungkapkan bahwa ia trauma dan takut akan ancaman-ancaman yang diterimanya. “Saya trauma, saya takut kayak tertekan gitu. Takut ancaman-ancaman gitu makanya saya kabur,” katanya.
Nur mengingat bagaimana upayanya meninggalkan rumah tiga lantai itu. Ia memanjat pagar dan menggunakan pohon mangga sebagai alat bantu. “Manjat pagar. Soalnya pas waktu itu jam 5 subuh. Sebenarnya waktu itu enggak ada niatan buat kabur lagi karena kan sebelumnya udah kabur, tapi cuman gagal ditangkap sama security,” lanjutnya.
Ancaman dan Tekanan yang Diterima Nur
Setelah dipaksa menjadi saksi dari pihak Erin, Nur mengaku kini takut keluar dari rumah. Ia mengatakan bahwa kekhawatiran ini semakin besar karena banyak pihak yang mengira ia membela majikannya. “Sekarang kalau misalkan untuk keluar jauh belum (berani). Kalau yang dekat kayak warung gitu sama orang tua udah,” jelas Nur.
Dia juga menyebutkan adanya ancaman-ancaman yang diterimanya. “Kayak ancaman-ancaman gitu,” bebernya.
Suaminya, Rahmat, menjelaskan bahwa Nur takut melihat polisi karena Erin mengatakan bahwa istrinya adalah buronan. “Jadi takut kayak kalau lihat polisi aja takut jadinya. Soalnya yang si Ibu Erin bilang ke (istri) saya itu, kamu itu buronan polisi.”
Rahmat juga mengungkap bahwa Erin mengancam akan melaporkan Nur dengan tuduhan pencemaran nama baik. “Karena pencemaran nama baik katanya. Saya mau dilaporin pencemaran nama baik. Udah gitu aja Bu Erin bilangnya,” tambah Rahmat.






