Perjalanan Singapura yang Penuh Makna
Saat itu, kami sedang berada di tengah perjalanan menuju Stasiun MRT Bencoolen. Anak saya bertanya, “Ibuk kuat jalan agak jauh?” Saya menjawab sambil tertawa, “Wah, yo kuat Le, ibuk tiap hari jalan lho. Minimal 4000 langkah.” Meskipun hanya sekadar candaan, fakta tersebut benar adanya. Setiap hari, saya selalu berusaha untuk berjalan kaki. Menurut rekomendasi dari berbagai sumber, idealnya kita harus berjalan sekitar 10.000 langkah dalam sehari. Namun, saya tidak sampai sebanyak itu. Yang penting, saya tetap aktif dan terus bergerak.
Di Singapura, jalan kaki menjadi aktivitas utama yang sering kami lakukan. Dari ruang guru, perpustakaan, hingga kelas-kelas, total langkah yang saya capai bisa mencapai hampir 4000 langkah setiap harinya. Berjalan kaki tidak terasa melelahkan karena kota ini sangat ramah pejalan kaki. Tata kota yang bersih dan nyaman membuat pengalaman berjalan kaki semakin menyenangkan. Selain itu, berjalan kaki juga memberi kesempatan bagi kami untuk berbincang-bincang dan menikmati pemandangan sekitar.
Perjalanan ke Marina Bay
Pagi itu, kami memutuskan untuk pergi ke Marina Bay, sebuah tempat wisata yang sangat terkenal di Singapura. Kami mulai dari Stasiun Bencoolen, lalu naik MRT arah Bayfront. Setelah beberapa pemberhentian, kami tiba di stasiun Bayfront yang dekat dengan area Marina Bay.
Pagi di Marina Bay terasa begitu segar. Matahari bersinar cerah, dan dari kejauhan, teluk yang berwarna biru tampak indah. Airnya beriak lembut diterpa angin pagi. Di sana, Marina Bay Sands berdiri megah dengan tiga tiangnya yang menjulang tinggi. Bagian atasnya dihiasi oleh Sands Sky Park, sebuah kapal yang melayang di angkasa. Di sekelilingnya, taman hijau Gardens by the Bay menawarkan pemandangan yang tak kalah menakjubkan. Supertree Grove, pohon-pohon baja raksasa yang dililit tanaman hidup, berdiri perkasa dengan kicauan burung di sekitarnya. Banyak orang yang berolahraga atau sekadar berjalan-jalan seperti yang kami lakukan pagi itu.
Pengalaman di Kawasan Telok Ayer
Sebelumnya, kami juga pernah datang ke Kawasan Telok Ayer yang berada di seberang Marina Bay. Saat itu, dari kejauhan, kami bisa melihat kawasan Telok Ayer dari Marina Bay. Kawasan ini benar-benar hidup ketika senja tiba. Saat matahari mulai terbenam, kota mulai bercahaya. Lampu-lampu dari gedung-gedung pencakar langit di Central Business District mulai bersinar, menciptakan kerlip gemerlap di atas air. Perahu yang berjalan di atas air sambil membawa para wisatawan membuat pemandangan terasa begitu syahdu.
Dari kejauhan, Singapore Flyer berdiri perkasa. Singapore Flyer adalah sebuah bianglala raksasa setinggi 165 meter yang memungkinkan kita melihat pemandangan 360 derajat kota Singapura, termasuk sebagian Malaysia dan Indonesia saat cuaca cerah. Di antara berbagai bangunan yang ada, Merlion berdiri tegak sebagai ‘penjaga’ dan menyemburkan air dari mulutnya dengan tenang. Merlion seolah menjadi saksi perpaduan antara mitos dan modernitas yang ada di Marina Bay.
Kesimpulan Perjalanan
Tiga hari di Singapura membuat kami semakin rajin berjalan kaki. Aplikasi penghitung langkah di HP saya menunjukkan angka lebih dari 10 ribu langkah setiap harinya. Jalan kaki benar-benar menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan, apalagi bersama orang tersayang.
Setelah pulang dari jalan-jalan, saya langsung sholat, selonjor di hotel sambil ngobrol dan ngeteh bersama anak saya. Pesan masuk di WhatsApp dari anak saya di Malang mengingatkan bahwa besok akan ada jadwal penjemputan. Kami sepakat untuk bertemu di Juanda jam sembilan pagi.
Malam hari, kami segera packing. Semanis apapun perjalanan, semua harus berakhir. Besok, saya akan terbang ke Juanda sementara anak saya kembali ke Tokyo. Di bandara, ia berkata, “Ibuk jaga kesehatan ya, jangan lupa olah raga, nanti kita jalan-jalan lagi.” Saya menjawab, “Iya Le, baik-baik di negeri orang, jaga diri, jangan lupa sholat.”
Ketika jam menunjukkan pukul tujuh lebih, kami berpisah karena gate kami berbeda. Ada haru yang terasa dalam hati. Sungguh, perjalanan ini sangat memukau, menyenangkan, dan mengharukan. Tuhan Maha Baik. Dia telah memberikan kesempatan pada saya untuk melakukan perjalanan yang tak pernah saya bayangkan.
Di balik keramaian bandara Changi yang tak pernah tidur, kami pun melangkah menuju destinasi masing-masing. Sebelum masuk pesawat, saya sempatkan melihat aplikasi penghitung langkah kaki di HP. Lima ribu langkah lebih untuk pagi ini.
Selamat tinggal, Singapura. Terima kasih telah menjadi saksi betapa Tuhan menghadirkan keindahan dalam bentuk pertemuan yang begitu dirindu. Semoga Tuhan masih memberikan kesempatan untuk bertualang lagi di hari-hari mendatang.
Salam jalan-jalan..







