Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Revolusi Hijau Lamongan: Menanam Padi dengan Rice Transplanter, Mentan Janjikan Dukungan

    2 Juni 2026

    Ketika Haji Jadi Puncak Pengorbanan Sejati

    2 Juni 2026

    BPSDM kuatkan kinerja ASN dan pemahaman KUHP baru lewat apel virtual

    2 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 3 Juni 2026
    Trending
    • Revolusi Hijau Lamongan: Menanam Padi dengan Rice Transplanter, Mentan Janjikan Dukungan
    • Ketika Haji Jadi Puncak Pengorbanan Sejati
    • BPSDM kuatkan kinerja ASN dan pemahaman KUHP baru lewat apel virtual
    • 5 Bahaya Utang Saat Perusahaan Ekspansi
    • Ahmad Syah Farhan, Bos Hanania Travel yang Diduga Tipu Korban Umrah dengan Rp 60 Miliar
    • Sering merasa minder? Ini cara mengembalikan kepercayaan diri
    • Apa Itu Resisten Tepung? Rahasia Nasi Dingin yang Lebih Baik untuk Gula Darah
    • Karawang Kian Sibuk, Saige Luncurkan Pabrik Motor Listrik Berkapasitas Besar
    • Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (31/5)!
    • 3 Peran Suami Toxic Baim Wong di Film, Terbaru di Suamiku Lukaku
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Olahraga»Riset Populix: Olahraga Jadi Gaya Hidup dan Media Sosial

    Riset Populix: Olahraga Jadi Gaya Hidup dan Media Sosial

    adm_imradm_imr2 Juni 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Olahraga Bukan Lagi Sekadar Kewajiban, Tapi Jadi Bagian dari Gaya Hidup

    Di tengah kesibukan rutinitas kerja dan aktivitas sehari-hari, olahraga kini tidak lagi hanya dianggap sebagai kebutuhan untuk menjaga kebugaran tubuh. Bagi banyak pekerja muda di Indonesia, olahraga mulai berubah menjadi bagian dari gaya hidup, ruang mencari keseimbangan hidup, hingga cara baru dalam membangun koneksi sosial.

    Hasil riset Populix yang melibatkan 840 responden profesional dan pekerja produktif usia 26–36 tahun menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya hidup sehat semakin meningkat. Meski tantangan untuk tetap konsisten masih menjadi masalah utama, olahraga kini dilihat sebagai hal yang lebih personal dan sosial.

    Olahraga Jadi “Me Time” Favorit

    Kesadaran terhadap kesehatan jasmani meningkat di kalangan pekerja Indonesia. Hampir seluruh responden menganggap kesehatan jasmani sebagai hal yang penting, meskipun sebagian besar masih sering tidur larut malam akibat pekerjaan. Menariknya, olahraga kini dipandang sebagai cara untuk mengatur ulang keseimbangan hidup setelah rutinitas yang melelahkan.

    Bukan hanya demi tubuh yang lebih bugar, banyak orang kini berolahraga untuk kebutuhan emosional dan sosial. Sebanyak 60 persen responden mengaku olahraga menjadi momen me time, sementara 53 persen lainnya menjadikannya sebagai quality time bersama pasangan atau keluarga. Bahkan, 40 persen responden melihat olahraga sebagai kesempatan membangun relasi dan jejaring profesional.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa olahraga sudah berkembang menjadi aktivitas yang lebih personal sekaligus sosial. Orang-orang tidak lagi hanya mengejar keringat atau kalori yang terbakar, tetapi juga mencari rasa nyaman, koneksi, dan pengalaman baru.

    Gaya Hidup Sehat Jadi Pengeluaran Rutin

    Riset Populix juga menemukan bahwa olahraga telah berubah menjadi gaya hidup berbayar. Sebanyak 64 persen responden mengaku berlangganan fasilitas atau aplikasi olahraga, dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp391 ribu per bulan. Bahkan, 27 persen responden menghabiskan lebih dari Rp500 ribu setiap bulan untuk kebutuhan olahraga mereka.

    Pengeluaran ini bukan hanya untuk biaya gym atau kelas olahraga. Banyak responden juga membeli produk penunjang, seperti pakaian olahraga, sepatu, aksesori, hingga gadget kebugaran seperti smartwatch dan fitness tracker. Dalam setahun terakhir, pakaian olahraga menjadi produk paling banyak dibeli dengan persentase mencapai 72 persen.

    Selain itu, konsumsi produk kesehatan juga ikut meningkat. Vitamin, probiotik, minuman elektrolit, hingga suplemen olahraga menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat urban. Mayoritas responden mengonsumsi produk kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan energi, serta membantu pemulihan setelah berolahraga.

    Fenomena ini memperlihatkan bahwa hidup sehat kini tak lagi dianggap sekadar tren sementara. Banyak orang mulai rela mengalokasikan budget khusus demi menunjang gaya hidup yang lebih aktif dan seimbang.

    Tren Olahraga Baru: Padel dan Gym Digital

    Meski jogging dan jalan santai masih menjadi olahraga favorit, Populix menemukan adanya perubahan tren aktivitas olahraga di kalangan masyarakat. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah meningkatnya minat terhadap padel, olahraga raket yang kini mulai populer di kota-kota besar.

    Padel bahkan disebut memiliki tingkat partisipasi lebih tinggi dibanding ajang lari atau road biking yang sebelumnya sempat menjadi tren kebugaran populer. Hal ini menunjukkan, bahwa masyarakat kini cenderung memilih olahraga yang lebih fleksibel, menyenangkan, dan mendukung aktivitas sosial.

    Selain padel, olahraga berbasis digital juga mulai diminati. Sebanyak 21 persen responden mengaku rutin mengikuti latihan fisik melalui video YouTube atau Instagram. Sementara itu, olahraga berbasis aplikasi berbayar dan program terstruktur juga mulai mendapat perhatian.

    Tren ini menunjukkan, bahwa masyarakat semakin mencari olahraga yang praktis dan mudah menyesuaikan dengan rutinitas harian mereka. Faktor kenyamanan, fleksibilitas waktu, hingga pengalaman sosial menjadi pertimbangan penting dalam memilih aktivitas olahraga.

    Antusiasme Ikut Event Olahraga Tinggi, Tapi Konsistensi Masih Rendah

    Acara olahraga seperti fun run, marathon, hingga event komunitas ternyata semakin diminati generasi muda. Sebanyak 86 persen responden mengaku tertarik untuk berpartisipasi dalam acara olahraga. Namun sayangnya, antusiasme tinggi ini belum sepenuhnya diikuti dengan tingkat partisipasi nyata.

    Sekitar 35 persen responden mengaku belum pernah mengikuti event olahraga dalam setahun terakhir. Kendala utamanya pun cukup relatable, mulai dari jadwal acara yang tidak cocok, lokasi terlalu jauh, hingga tidak punya waktu latihan persiapan.

    Meski begitu, motivasi masyarakat untuk ikut event olahraga ternyata cukup menarik. Banyak responden ingin merasakan keseruan acara, menjaga konsistensi olahraga, hingga menantang diri sendiri mencapai target pribadi. Ada juga yang tertarik karena faktor sosial, seperti bergabung bersama teman, komunitas, atau memperluas jaringan.

    Olahraga Jadi Bagian dari Identitas Gaya Hidup Modern

    Temuan Populix memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia sedang membangun kebiasaan baru dalam menjalani hidup sehat. Meski tantangan konsistensi masih ada, kesadaran untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup terus meningkat dari waktu ke waktu.

    Ke depannya, olahraga tampaknya akan semakin dekat dengan gaya hidup modern masyarakat urban. Bukan hanya soal tubuh sehat, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menemukan ruang untuk recharge, bersosialisasi, dan menikmati hidup di tengah rutinitas yang padat.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Peta Kekuatan Grup I Piala Dunia 2026: Jalan Berat Prancis Menuju 32 Besar

    By adm_imr2 Juni 20261 Views

    Diva Ismayana Finish Ketiga di FMSCT Thailand Motocross 2026 Putaran 7

    By adm_imr2 Juni 20261 Views

    6 Negara Unggulan di Piala Dunia 2026: Argentina Favorit, Brasil dan Prancis Berpeluang

    By adm_imr2 Juni 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Revolusi Hijau Lamongan: Menanam Padi dengan Rice Transplanter, Mentan Janjikan Dukungan

    2 Juni 2026

    Ketika Haji Jadi Puncak Pengorbanan Sejati

    2 Juni 2026

    BPSDM kuatkan kinerja ASN dan pemahaman KUHP baru lewat apel virtual

    2 Juni 2026

    5 Bahaya Utang Saat Perusahaan Ekspansi

    2 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?