Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Alumni Inspiratif Berbagi Pengalaman di Acara Pelepasan Wisudawan FIS

    27 April 2026

    Gempa 2,3 SR Guncang Jember, Cek Informasi BMKG

    27 April 2026

    Di tengah tekanan saham perbankan, BI diprediksi tetap tahan suku bunga, apa dampaknya?

    27 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 27 April 2026
    Trending
    • Alumni Inspiratif Berbagi Pengalaman di Acara Pelepasan Wisudawan FIS
    • Gempa 2,3 SR Guncang Jember, Cek Informasi BMKG
    • Di tengah tekanan saham perbankan, BI diprediksi tetap tahan suku bunga, apa dampaknya?
    • Pengusaha kehilangan Rp7,2 juta setelah 250 kg telur raib oleh TNI palsu, alasan bazar sembako
    • Anak Batuk Pilek Setiap Bulan, Wajar atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter
    • 5 Ayam Goreng Lezat di Semarang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner
    • DPRD Badung Kritik Rendahnya Serapan dan Promosi Wisata
    • Gubernur Sulut YSK Tonton Film Songko Bersama Masyarakat
    • Indonesia-Malaysia Cari Minyak ke Rusia, Emas Hitam Moskow Jadi Sasaran Ukraina
    • Wuling Eksion PHEV Masuk Pasar, Siap Hadapi Kompetitor SUV Hybrid
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Sejarah Kolak: Sajian Khas Buka Puasa yang Jadi Media Dakwah Wali Songo di Jawa

    Sejarah Kolak: Sajian Khas Buka Puasa yang Jadi Media Dakwah Wali Songo di Jawa

    adm_imradm_imr22 Februari 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kolak Pisang, Takjil Khas Ramadan di Solo Raya

    Kolak pisang menjadi salah satu takjil yang paling diminati selama bulan Ramadan di kota Solo Raya, Jawa Tengah. Hidangan ini mudah ditemukan mulai dari lapak-lapak kecil hingga restoran dan hotel yang menyajikannya sebagai menu berbuka puasa. Perpaduan rasa manis dari gula merah, gurih santan, dan lembutnya pisang membuat kolak menjadi hidangan yang selalu menggugah selera.

    Tidak hanya sekadar makanan, kolak pisang memiliki sejarah panjang yang terkait dengan penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Dikaitkan dengan peran para Wali Songo dalam dakwah mereka, kolak pisang menjadi simbol spiritual yang sarat makna. Setiap bahan yang digunakan dalam pembuatannya juga memiliki filosofi tersendiri, seperti untuk mengingatkan umat Muslim akan pentingnya tobat dan memohon ampun kepada Tuhan.

    Sejarah Kolak Pisang di Indonesia

    Sebelum menjadi bagian dari tradisi Ramadan, kolak pisang sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda. Pada masa itu, kolak sering disajikan dalam acara adat maupun upacara keagamaan. Bahan-bahan yang mudah ditemukan di Nusantara, seperti pisang, ubi, santan, gula merah, daun pandan, dan kayu manis, menjadikannya sebagai hidangan yang populer dan mudah dibuat.

    Berkembangnya waktu, kolak pisang menyebar ke seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari tradisi kuliner yang identik dengan bulan suci Ramadan. Bahkan, beberapa daerah memiliki variasi resep sendiri, tetapi intinya tetap sama yaitu kombinasi rasa manis dan gurih yang pas untuk buka puasa.

    Asal Usul dan Filosofi Kolak

    Menurut informasi yang diketahui, kata “kolak” diyakini berasal dari bahasa Arab khala, yang berarti “kosong”. Filosofinya adalah ajakan untuk mengosongkan diri dari dosa menjelang bulan suci. Ada juga tafsir lain yang menyebut bahwa istilah “kolak” berasal dari kata khalik, yang berarti “Sang Pencipta”, sehingga kolak menjadi simbol kedekatan manusia dengan Allah SWT serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan.

    Selain itu, setiap bahan dalam kolak juga memiliki makna filosofis:
    – Pisang kepok melambangkan kapok, atau penyesalan atas dosa.
    – Ubi (telo pendem) melambangkan ajakan untuk mengubur kesalahan masa lalu.
    – Santan (santen) berasal dari kata pangapunten, yang berarti permohonan maaf.

    Dengan makna-makna tersebut, kolak pisang menjadi lebih dari sekadar hidangan. Ia menjadi simbol refleksi diri dan semangat untuk berubah menjadi lebih baik.

    Resep Kolak Pisang yang Mudah

    Kolak pisang dikenal sebagai hidangan yang praktis dan bisa dibuat hanya dalam 15 menit. Berikut resep sederhana yang bisa kamu coba di rumah:

    Bahan-bahan:

    • 4 buah pisang raja matang, potong-potong
    • 200 ml santan kental
    • 100 gram gula merah, parut
    • 2 lembar daun pandan
    • 1 batang kayu manis
    • 500 ml air
    • Sejumput garam

    Cara membuat:

    1. Rebus air, gula merah, daun pandan, dan kayu manis hingga gula larut dan harum.
    2. Masukkan santan dan aduk perlahan agar tidak pecah.
    3. Tambahkan garam secukupnya, lalu masukkan potongan pisang.
    4. Masak hingga pisang matang dan kuah sedikit mengental.
    5. Sajikan hangat atau dingin sesuai selera.

    Ingin variasi? Kamu bisa menambahkan nangka untuk aroma khas tropis, atau membuat versi tanpa santan untuk pilihan yang lebih ringan dan rendah kalori.

    Kolak Pisang Legendaris di Solo

    Bagi warga Solo atau pengunjung yang ingin mencoba kolak pisang khas Solo, ada satu tempat legendaris yang wajib dicoba: Warung Es Pak Tomik di kawasan Laweyan. Warung ini telah berdiri sejak tahun 1977 dan terkenal dengan es kolak pisang yang gurih dan manis. Potongan pisang yang melimpah dan cita rasa tradisional yang tidak berubah sejak puluhan tahun lalu membuat warung ini menjadi favorit banyak orang.

    Informasi Lokasi:

    • Lokasi: Jl. Agus Salim, Sondakan, Laweyan, Solo (Samping Lumbung Batik Laweyan)
    • Jam buka: 10.00 – 18.00 WIB
    • Harga: Mulai Rp6.000
    • Google Maps: Warung Es Pak Tomik

    Sensasi gosrokan es yang masih dilakukan secara tradisional membuat pengunjung merasakan nostalgia akan suasana tempo dulu. Kolak pisang di sini bukan hanya sekadar hidangan, tapi juga bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 Ayam Goreng Lezat di Semarang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner

    By adm_imr27 April 20261 Views

    5 cara menikmati makanan lezat dengan harga terjangkau

    By adm_imr26 April 20261 Views

    KBRI Tunis Perkenalkan Kopi Indonesia di Pameran Terbesar Tunisia

    By adm_imr26 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Alumni Inspiratif Berbagi Pengalaman di Acara Pelepasan Wisudawan FIS

    27 April 2026

    Gempa 2,3 SR Guncang Jember, Cek Informasi BMKG

    27 April 2026

    Di tengah tekanan saham perbankan, BI diprediksi tetap tahan suku bunga, apa dampaknya?

    27 April 2026

    Pengusaha kehilangan Rp7,2 juta setelah 250 kg telur raib oleh TNI palsu, alasan bazar sembako

    27 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?