Netanyahu Muncul Lagi Melalui Video, Bantah Isu Kematian
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali muncul melalui pernyataan video pada Selasa, 17 Maret 2026, setelah sempat beredar rumor tentang kematiannya. Dalam video tersebut, ia membantah isu yang menyebut dirinya telah meninggal dunia dan sekaligus mengklaim keberhasilan operasi militer Israel yang menewaskan dua pejabat senior Iran.
Dalam pernyataannya, Netanyahu menyatakan bahwa Israel berhasil menargetkan tokoh penting dalam struktur kekuatan Iran. Ia menyebutkan bahwa Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, tewas dalam serangan pada Senin malam, 16 Maret 2026. Selain itu, ia juga mengklaim bahwa Komandan Pasukan Basij, Jenderal Gholam Reza Soleimani, juga gugur dalam serangan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh Netanyahu dalam sebuah video resmi yang diunggah ke media sosial. Dalam video tersebut, ia juga mengucapkan selamat kepada rakyat Iran dalam perayaan Tahun Baru Persia (Nowruz). Ia menyampaikan pesan harapan agar cahaya akan mengalahkan kegelapan dan kebaikan akan mengalahkan kejahatan.
Selain itu, Netanyahu juga merilis video lain yang memperlihatkan dirinya sedang berada di sebuah kafe, berbincang santai dengan sejumlah orang. Namun, kemunculan video tersebut justru memicu spekulasi dan teori konspirasi baru. Warganet menyoroti beberapa detail yang dianggap tidak wajar, seperti cangkir kopi yang terlihat penuh namun tidak tumpah saat diminum. Beberapa juga menyebutkan bahwa tangan Netanyahu dalam video tersebut tampak memiliki enam jari, yang menjadi ciri khas kesalahan dalam generasi gambar berbasis AI.

Analisis yang beredar menyebutkan bahwa kemungkinan keaslian gambar hanya sekitar 51 persen, sementara 47 persen teridentifikasi sebagai elemen animasi. Ujung kesimpulannya adalah bahwa gambar tersebut diyakini 98 persen palsu. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan publik mengenai keaslian video tersebut.
Kemunculan Netanyahu dalam video tersebut juga menimbulkan pertanyaan besar, karena ia dilaporkan tidak terlihat dalam sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan dewan militer Israel. Pengamat Timur Tengah, Muhammad Husein, menilai absennya Netanyahu merupakan hal yang tidak biasa. Ini adalah untuk pertama kalinya dalam 19 tahun masa menjabat sebagai perdana menteri Israel, dia tidak muncul di publik dalam konteks menjalankan tugasnya seperti biasa.
Husein menyebut ada kemungkinan Netanyahu tengah menghadapi tekanan besar, baik dari konflik eksternal maupun persoalan domestik. Ia juga menyinggung potensi bahwa kemunculan video yang diduga berbasis AI bisa menjadi strategi untuk mengalihkan perhatian publik. Apakah karena memang dia sudah kehabisan narasi⦠atau dia menyadari bahwa narasi itu kekonyolan, maka dia berusaha bersembunyi.
Selain itu, ia menilai Netanyahu juga berpotensi menghindari sorotan terkait sejumlah skandal politik yang membayangi. Perkembangan ini menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir terus memanas.
Klaim Tewaskan Pejabat Senior Iran
Pemerintah Israel menyebut kematian dua pejabat tersebut sebagai pukulan besar bagi kepemimpinan Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, turut mengonfirmasi klaim tersebut. Ia mengatakan serangan militer Israel telah menewaskan:
- Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani
- Komandan Pasusan Basij, Jenderal Gholam Reza Soleimani
Sejumlah media internasional seperti Reuters dan Al Jazeera juga melaporkan kabar tersebut dengan mengutip pernyataan dari pihak Israel. Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait klaim tersebut.
Serangan Udara Targetkan Infrastruktur Militer Iran
Sebelumnya, Israel juga melancarkan serangan udara yang menargetkan sejumlah tokoh dan fasilitas militer di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyasar tiga wilayah utama, yakni:
- Teheran
- Shiraz
- Tabriz
Dalam operasi itu, puluhan jet tempur Israel disebut menjatuhkan puluhan bom yang menghantam situs dan infrastruktur militer. Selain itu, serangan juga dilaporkan menargetkan pemimpin Jihad Islam Palestina, Akram Al-Aurri, beserta pejabat tinggi lainnya.
Iran Balas dengan Operasi āTrue Promiseā
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa, 17 Maret 2026, mengumumkan peluncuran gelombang ke-58 dari operasi bertajuk āTrue Promiseā. Operasi tersebut diklaim menargetkan sejumlah titik strategis di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
IRGC menyebut serangan dilakukan menggunakan rudal berhulu ledak tinggi, di antaranya:
- Khorramshahr
- Fattah
- Kheibar Shekan
Hingga kini, klaim dari pihak Israel terkait tewasnya dua pejabat senior Iran belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak Iran juga belum memberikan pernyataan resmi.







